Header Ads

Potret Galery
Terkini
recent

Hindari Junk Food


Oleh Titi Anisatul Laely

Seringkali kita melihat perempuan memenuhi pusat perbelanjaan seperti di supermarket, mall, cafe dan tempat-tempat makanan lainnya. Kebiasaan perempuan yang tidak dapat dipungkiri dan dihindari seringkali adalah ngemil. Tanpa disadari kebiasaan jajan saat bepergian menjadi kendala terbesar bagi perempuan. Baik yang masih remaja maupun yang sudah berumah tangga.

Menurut Dr. Peni M. Hartanto, kebiasaan ngemil sebenarnya tidak selalu buruk, karena makanan camilan bisa berfungsi untuk mengganjal perut ketika lapar di antara jam-jam makan utama. Bahkan yang sering mengalami gangguan enzim lambung, disarankan ngemil untuk menjaga lambung tetap terisi dan tidak mengeluarkan asam lambung secara berlebihan.

Tetapi, disadari atau tidak, kebanyakan perempuan saat ngemil sering menikmati makanan junk food yang memiliki lemak tinggi dan kandungan sedikit nutrisi. Ini akan menyebabkan akan menjadikan gangguan bagi aktivitas perempuan yang cukup padat.

Kadang-kadang, kita memang tak bisa menolak godaan untuk menikmati gurihnya kentang goreng atau burger dengan lelehan keju dan mayones. Aromanya saja sudah membuat air liur kita menetes. Jika sesekali sebenarnya tak masalah. Yang jadi masalah jika kita menjadikan junk food ini sebagai makanan sehari-hari.

Jenis makanan ini dapat menimbulkan gangguan fisik yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Terlalu banyak mengonsumsi junk food paling tidak akan menghasilkan efek samping yang tentu tidak ingin kita rasakan.

Pertama, Tua sebelum waktunya. Efek buruk junk food ternyata tak cuma pada berat badan, tetapi juga pada wajah. Gula, lemak trans dan tepung, bisa menyebabkan insulin melonjak naik dan memicu peradangan. Reaksi kimia yang terjadi ketika molekul gula menyerang protein atau lemak jenuh ini mempercepat proses penuaan, dengan cara menonaktifkan antioksidan di dalam tubuh. Kita pun menjadi rentan terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, dan membuat wajah lebih cepat keriput.

Kedua, sembelit. Roti tawar, nasi, dan produk-produk lain yang berbahan dasar tepung pati, dapat menyebabkan sembelit karena kandungan seratnya yang rendah. Padahal, serat berfungsi menggerakkan segala sesuatu melalui tubuh. Jika Kita mengalami dehidrasi, kondisi sembelit akan semakin parah.

Ketiga, memperparah gejala PMS. Makanan saja sebenarnya tidak menyebabkan munculnya gejala premenstrual syndrome atau PMS. Ada sumber-sumber lain yang membuatnya lebih parah. Misalnya, gula, pati, pengawet yang menyebabkan insulin naik dan turun dengan cepat. Hal ini akan memengaruhi senyawa kimia dalam oak dan bisa memperburuk mood swing yang kita alami. Begitu pula dengan minuman. Kopi di gerai kopi yang diberi tambahan aneka pemanis akan memberikan efek paling parah ketika hormon-hormon perempuan bergolak akibat efek dari kombinasi gula dan kafein.

Keempat, Pusing atau Migren. Pernah mengalami sakit kepala setelah berturut-turut mengonsumsi makanan yang serba gurih dan berlemak? Rasa sakit ini dipicu oleh tyramine, bahan kimia yang terbentuk dalam pemecahan protein tertentu pada pewarna makanan dan nitrat (seperti yang terdapat pada hot dogs dan daging olahan lain). Para ahli mengatakan bahan-bahan ini meningkatkan aliran darah ke otak, menyebabkan perubahan pembuluh darah yang menimbulkan rasa sakit. Oleh sebab itu, sebaiknya kita lebih cermat mengamati jajanan yang akan kita beli. Jauhi makanan yang memiliki warna yang tidak alami.

Kelima, Bad Mood. Berbagai studi menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi junk food cenderung akan mengalami depresi. Paling tidak, ketika perempuan mengudap makanan yang kurang sehat, akan merasa kacau. Ketika merasa tubuh kurang nyaman, mood perempuan pun akan terganggu dan ikut menjadi kacau. Ini akan mengganggu aktivitas perempuan yang cukup padat di rumah, maupun di luar rumah

Berbagai makanan olahan yang digunakan pada junk food mengandung kadar sodium yang tinggi. Sodium sendiri merupakan penyebab utama perut kembung. Hal ini disebabkan karena sodium mengatur jumlah darah dalam pembuluh darah, dan sifatnya mengikat air. Asupan sodium yang tinggi akan menarik air dari sel-sel tubuh, menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sebagai kompensasinya. Saat kita tahu tentang junk food kita akan merasa gelisah dan bingung mencegahnya. Kebiasaan untuk ngemil atau jajan selalu memenuhi otak kita.

Walaupun kebiasaan ngemil dan jajan sulit untuk dicegah, namun kita bisa menggantinya dengan menggunakan makanan yang lebih sehat. Ngemil atau jajan yang tidak mempunyai efek samping yang berat untuk aktivitas perempuan yang padat, apalagi perempuan karier dan ibu rumah tangga.

Ganti makanan junk food dengan makanan rumahan. Terutama yang tidak mengandung pengawet dan pemanis buatan. Seperti makanan kalengan, jus atau susu kemasan, makanan kemasan yang berminyak dan yang lainnya. Pop corn yang dibuat sendiri tanpa pemanis buatan. Makanan yang diolah dengan cara diasap atau disangre. Ini akan membuat tubuh kita lebih sehat. Bila keinginan untuk makan cokelat datang, berarti tubuh tengah membutuhkan magnesium. Sayangnya, cokelat seringkali juga dilengkapi dengan susu dengan lemak yang cukup tinggi. Karena itu, tidak ada salahnya untuk mengganti sumber magnesium dengan kacang. Namun tidak selalu harus memusuhi cokelat, karena ada juga cokelat hitam yang kandungan susunya lebih sedikit dan antioksidan yang lebih banyak.

Pengganti makanan junk food yang paling baik adalah buah. Dengan makan buah-buahan kita akan lebih sehat dan menjadikan kita terhindar dari penyakit yang membahayakan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.