Header Ads

Potret Galery
Terkini
recent

Muda Hebat, Tua Bermanfaat


Oleh Deni Kusuma
Berdomisili di Bandung

Muda adalah sebuah kata yang menyifati setiap orang. Seseorang terlahir ke dunia berbekal sifat tersebut. Sifat muda itu diasah, diasih dan diasuh sampai matang. Matang itu sendiri adalah sifat ketuaan pada seseorang. Seseorang yang masih muda dinamakan pemuda. Pada mulanya ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan. Akan tetapi menjadi “pemudi” bagi perempuan guna mempermudah bersosialisasi. Namun perubahan tersebut tidak berhubungan dengan status sosial dan peran perempuan itu sendiri. Muda dan matang pun berlaku pada buah-buahan. Buah-buahan dikatakan muda dapat dilihat dari ciri-cirinya. Seperti buah mangga yang hijau banyak dikatakan buah mangga muda. Dapat diketahui dari rasanya yang masam dan kesat. Hal ini berdasarkan kerangka induksi saja. Karena tidak sedikit buah-buahan yang berwarna hijau, tapi sudah matang. 

Pertumbuhan dan perkembangan terlihat jelas pada masa muda. Pencarian sesuatu banyak dijadwalkan pada masa ini. Mencari ilmu, identitas, jati diri termasuk perkenalan cinta. Bergaul kesana kemari. Belajar di berbagai tempat. Mengaji ke berbagai guru. Bahkan sampai memiliki banyak pacar, yang pada remaja dikenal dengan istilah play boy or girl. Seiring bergulirnya waktu, pastilah banyak hal yang dirasakan dan ditemui oleh seseorang. Semakin menjauh pula ia dari titik awal perjalanan hidupnya. Banyak tantangan dan rintangan yang dilaluinya. Manis, asam dan asin kehidupan sudah pernah dikecap. Hal-hal yang disebutkan di atas merupakan proses seseorang menuju kematangan yang pada buah-buahan dicirikan dengan warna merah dan berasa manis.

Merah pada buah-buahan dikarenakan terlalu lamanya ia bergelantung di tangkai dengan berbagai proses yang dilaluinya. Tersengat terik matahari, terguyur hujan, terpaan angin. Semua itu diserap dan dicerna dalam waktu yang relatif lama sampai menghasilkan rasa, bentuk, warna, kualitas dan kenikmatan yang menggiurkan. Setelah itu, mulailah tangkai melepaskan pengeratnya dari buah-buahan itu hingga jatuh. Kita memungut buah-buah itu dengan rasa senang. Tidak perlu lagi kita mengkarbitnya, karena sudah matang dari tangkainya. Rasanya begitu nikmat. Berbeda halnya dengan buah yang masih mentah yang jatuh sebelum waktunya. Kita pun kadang tidak berminat memakannya. Meskipun dibungkus dan dikarbit rasanya tidak akan seenak dan senikmat buah yang sudah masak dari tangkainya. 

Kualitas dari buah-buahan itu bergantung pada perawatan pohon dan lingkungan itu sendiri. Pohon dan lingkungan yang baik dan sehat dapat mempercepat perkembangan dan kematangan buah-buahan tersebut. 

Begitupun dengan manusia. Pertama dilahirkan dalam keadaan mentah. Belum bisa berbuat apa-apa. Jangankan disuruh bekerja, hari-harinya selalu dalam pangkuan ibu. Oleh karena itu orang tua harus merawat dan mendidik dengan sebaik-baiknya. Karena lingkungan keluarga adalah tangkai. Masyarakat adalah pohonnya dan anak adalah buahnya. Karakter anak pada usia muda dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Lingkungan yang baik dapat membentuk mentalitas yang baik. 

Usia muda pada manusia ditandai dengan tumbuh dan berkembangnya fisik, psikis, akal dan pola pikir yang signifikan. Ini merupakan proses peralihan menuju masa tua yaitu masa kematangan. Pada saat inilah munculnya tantangan-tantangan. Semakin tinggi pohon semakin deras angin menerpa. Bisa dengan begitu saja membuat seseorang terpental, layaknya buah diterpa angin kencang. Tersengat matahari, terguyur hujan. Baik hujan musibah maupun panasnya cacian dan hinaan. Ketika pemuda mampu menaklukan semua rintangan dengan jiwa yang terdidik, pikiran yang jernih, dan hati yang mapan maka sudah dapatlah ia dikatakan hebat. Bermandikan keringat dan kasat pengalaman itulah yang sedikit demi sedikit akan mengikis kasat dan masamnya masa muda yang mentah. Mengganti dengan manisnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan pengalaman. Pada saat inilah seseorang mencapai tingkat kebijaksanaan. Tingkah laku, perkataan, sikap, tindakan dan hatinya sudah dapat dikelola dengan rapi. Dengan begitu, mau atau tidak akan dimuliakan oleh orang lain tanpa meminta dan memaksa.

Seperti halnya buah matang yang jatuh dari tangkainya. Seorang yang bijaksana akan dipungut lalu dinikmati baik keilmuannya, pengalamannya, sikapnya yang baik dan lain-lain. Pemungutan itu bukanlah bentuk penghinaan yang menjatuhkan, melainkan merasa diri membutuhkan sesuatu tersebut. Manusia yang sudah matang akan jatuh sendirinya pada suatu kaum. Ia memberikan manfaat dan kaum tersebut akan menerimanya dengan senang hati. 

Seorang ulama yang berpengaruh pada zamannya, empat abad terakhir, bahkan sampai saat ini. Ia juga seorang hujjatul islam, adalah Imam Ghazali. Dalam karya magnum opusnya Ihya Ulumiddin ia berkata: “sebaik-baiknya pemuda adalah pemuda yang menyerupai orang tua diantara kalian, dan sejelek-jeleknya orang tua adalah orang tua yang menyerupai pemuda diantara kalian”. Maksudnya bahwa pemuda yang baik adalah pemuda yang dapat mengisi waktunya dengan kegiatan layaknya kegiatan orang tua. Tidak berleha-leha, malas-malasan dan lain-lain. 

Tidak dapat disangkal kita termasuk pemuda yang kurang bisa memanfaatkan waktu dan peluang. Terlalu banyak waktu bermain dari pada belajar, bekerja, membantu orang tua dan kegiatan produktif lainnya. Sementara orang tua yang buruk adalah orang tua yang tidak memanfaatkan masa mudanya dengan baik. Oleh karena itu, masa muda patut kita jaga dan memanfaatkannya dengan melakukan hal-hal positif dan produktif. Muda hebat karena ketangguhannya menaklukkan tantangan dan godaan. Menjelang tua akan memetik hasil dan menuai manfaat dari jerih payah masa muda. Dengan begitu kita menjadi manusia yang pada masa muda hebat, tua bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.