Header Ads

Potret Galery
Terkini
recent

Mewujudkan Impian Lama



Oleh: Dina Triani GA (Writer/Author-Banda Aceh)


Apa mimpi anda sewaktu kecil? Apakah anda seorang wanita yang pernah bermimpi untuk menjadi seorang fashion designer seperti Imaan Aldebe? Atau ingin menjadi jurnalis seperti peraih hadiah Nobel Tawakkul Karman? Lalu, seiring berjalannya waktu, anda mengubur semua semua mimpi-mimpi anda karena menyadari bahwa semua hanyalah mimpi yang tak akan pernah terwujud. Orang-orang menyimpan mimpi mereka ke dalam kotak dan meletakkan kotak itu sejauh mungkin. Dan hanya sesekali mengintip ke dalam, menemukan kalau mimpi-mimpi mereka masih berada disana. Mimpi-mimpi yang hebat, mimpi-mimpi yang menakjubkan namun tak pernah dikeluarkan dari kotaknya. Hingga suatu saat anda merasa ada sesuatu yang hilang dan melihat kembali mimpi anda itu sambil bertanya Apakah sudah terlambat untuk mengejar semua mimpi itu?

Setiap orang memiliki mimpi dalam hidupnya. Namun kebanyakan dari kita menyusuri jalan yang berlawanan dengan mimpi-mimpi kita. Seseorang dimasa kecilnya bermimpi menjadi seorang Chef, namun setelah beranjak dewasa bekerja sebagai pegawai Asuransi. Mimpinya sewaktu kecil tersingkirkan dan terlupakan karena lingkungan yang tak pernah mendukung. Suatu saat ia tak lagi menikmati dan merasa tertekan dalam kehidupan yang sedang ia jalani. Lalu ia mulai mengorek mimpi-mimpi lamanya. Barulah ia sadari bahwa ia menjalani kehiduan yang tidak sesuai dengan keinginan. Ia bukan saja telah merampas kehidupannya sendiri, namun juga telah merapas kehidupan orang lain dengan tidak memberikan hal yang seharusnya ia persembahkan.

Kita tidak harus mengikuti jalan yang ditempuh kebanyakan orang atau ikut-ikutan orang lain. Apa yang orang lain lakukan, lalu kita lakukan juga. Lihatlah ke dalam hati kita dan dengarkan suara hati kita yang sebenarnya. Ikuti kata hati tentang apa yang tepat bagi kita. Kita mengenal diri kita jauh lebih baik daripada orang lain, entah itu orangtua, keluarga, pasangan, atau teman-teman. Butuh keberanian karena bukan hal yang mudah untuk mengikuti keinginan kita yang terlambat dalam hidup. Kita akan menjumpai orang-orang yang meremehkan, menentang dan bahkan menertawakan. Mereka akan mengecilkan hati kita. Acuhkan saja! Mulailah mengumpulkan informasi tentang karier atau pendidikan yang ingin kita jalani. Usia bukanlah penghalang. “Tidak ada kata terlambat untuk menjadi diri anda yang seharusnya,” begitu kata novelis Mary Ann Evans. Betul, tidak ada kata terlambat. Jika kesibukan hidup kita saat ini membuat kita tidak bisa mengekspresikan kreativitas, tidak jadi masalah. Kita bisa memulainya ketika kita berusia 70-an tahun!

Man Kaur, seorang wanita lanjut usia asal India menjadi juara dalam kompetisi Americas Masters Games, lomba lari jarak 100 meter di Canada. Selain Man Kaur yang berusia 100 tahun, ada George Weiss si penemu aplikasi game berusia 75 tahun. Ada pula Yuichiro Miura pendaki gunung Everest asal Jepang yang berusia 80 tahun, lalu guru berusia 100 tahun bernama Zhelensnik. Robert Marchand baru memecahkan rekor bersepeda 100 Km diusia 100 tahun, kemudian Master Judo wanita bernama Sensei Keiko Fukuda asal Jepang berusia 98 tahun saat diberi gelar 10 sabuk hitam, serta Charles Wugster atlit dayung berusia 87 tahun. Dan yang tak kalah hebat adalah Sersan Mayor (Purn) Masrukhin yang baru menghafal Al Quran 30 juz dikala usia 60 tahun!

Penulis Amerika, Mark Sullivan mengungkapkan: ‘Menemukan karier yang terasa seperti diciptakan untuk anda, lalu meraihnya dengan kerja keras, berarti anda sudah menguasai formula kesuksesan dan kebahagian yang disediakan dunia ini. Salah satu aspek yang menguntungkan dari formula ini adalah, jika karier yang didambakan telah ditemukan, maka anda akan bekerja keras secara otomatis. Dengan sendirinya, kerja keras itu sama sekali tidak terasa sebagai kerja keras.’ Sejatinya, jika kita melakukan pekerjaan yang kita sukai, kita akan merasa bahagia. Kita akan selalu bersemangat ketika bangun pagi. Tidak merasa terpaksa, tidak banyak mengeluh, dan sangat bergairah.

Barbara Gallagher Hateley, seorang penulis dan pengarang terkenal telah menulis buku bagaimana mewujudkan impian lama yang sudah lama terkubur dengan judul It’s Never Too Late To Be What You Might Have Been. Dia menulis buku itu untuk membantu memberi jawaban tentang apa minat dan bakat kita, apakah kita mempunyai bakat yang bisa disumbangkan kepada dunia, apakah kita pernah berhenti mengejar suatu impian agar kita bisa lebih praktis dalam mencari penghidupan, apakah kita ingin mewujudkan kembali impian itu, dan apakah kita khawatir mungkin sudah terlambat untuk menjadi diri kita sendiri?

Kita hanya hidup sekali, lalu mengapa tidak menjalani satu kehidupan yang kita sukai? Sepanjang itu tidak melanggar norma-norma agama, maka mulailah dari sekarang. Hiduplah sekarang. Bangunlah dari tidur untuk mengejar mimpi-mimpi kita yang tertinggal jauh di belakang. Keahlian, bakat, dan kemampuan apa pun yang telah kita kembangkan di masa lalu, mungkin akan berguna di masa depan. Sebenarnya, jika kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai, sesuatu yang membuat kita bahagia, kemungkinan besar kita akan sukses dalam bidang itu.

Beginilah bunyi kutipan Cathy Better, penulis sekaligus jurnalis kenamaan: “Life is raw material. We are artisans. We can sculpt our existences into something beautiful, or debase it into ugliness. It’s in our hands.” Bagi anda yang baru berhenti atau pensiun dari pekerjaan, tamat dari perguruan tinggi, atau sedang terombang-ambing dalam menentukan tujuan hidup, ekspresikan sepenuhnya siapa diri anda sebenarnya. Nikmati hidup kita hari ini, nikmatilah sisa hidup kita. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali...


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.