Header Ads

Potret Galery
Terkini
recent

Membangun Komunikasi Efektif Melalui Cerita



Oleh: Siti Nurhidayah, S.Pd, M.Sc (Bunda Dayah)
(Trainer dan Pendongeng)
(Kepala RA Annur Prima dan Koordinator Kampung Dongeng Aceh)

Masih ingatkah kita ketika masa kecil kita? Setiap sebelum tidur, orangtua kita membacakan cerita lucu atau terkadang cerita kepahlawanan atau sesekali tentang sikap baik dan terpuji. Cerita itu masih dapat diingat, bukan hanya pada saat itu bahkan saat kita sudah dewasa saat ini.

Betapa cerita masa kecil itu sangat berpengaruh pada diri kita. Ada rasa bahagia, rasa cinta, rasa kebersamaan dan yang pasti rasa nyaman. Sehingga melalui cerita, akan terjalin komunikasi efektif antara orangtua dan anak. Penyampaian pesan dan nasihat pada anak terasa lebih mudah dan lancar melalui cerita.

Cerita bagi anak ibarat makanan bergizi yang membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka menjadi lebih baik. Banyak hal yang dapat mereka nikmati ketika mendengar cerita. Ada rasa bahagia, rasa bangga, rasa kasihan dan lain sebagainya.

Hal positif lainnya, anak semakin banyak kosa kata dalam berkomunikasi. Terutama penggunaan bahasa yang baku sesuai ejaan yang disempurnakan. Maka sebaiknya cerita disampaikan dengan bahasa yang baik dan benar.

Selain itu, cerita dapat membantu anak menyukai membaca. Maka ketika membaca cerita, orangtua dapat sambil memperlihatkan buku yang dibacakan tersebut. Sehingga anak akan mudah melihat isi buku, terutama mereka dapat melihat gambar yang berwarna warni. Semakin sering mereka mendengar cerita dari buku yang kita bacakan, maka mereka semakin suka membaca buku. Meskipun mereka belum bisa membaca tulisan dan hanya melihat gambar yang ada di dalam buku.

Ada beberapa manfaat cerita yang dapat dirasakan oleh orangtua pada anaknya:
Sebagai penyampaian pesan nasihat

Seringkali ayah bunda menyampaikan nasehat pada anak, tapi kurang diperhatikan apalagi dilaksanakan. Penyampaian pesan dan nasehat yang baik, namun jika cara menyampaikan kurang tepat maka hasilnya justru tidak sampai pesannya.

Cerita dapat dipakai sebagai cara menyampaikan pesan dan nasehat pada anak. Secara tidak sadar, mereka asyik mendengar isi cerita, yang isinya adalah menyampaikan pesan atau nasehat yang diinginkan.
Sebagai penanganan darurat

Anak-anak ketika dalam keadaan darurat, seperti jatuh atau berkelahi dengan teman atau keadaan yang tidak nyaman, biasanya mereka menangis dan susah diajak bicara. Yang ada malah mereka semakin histeris dan panik. Keadaan seperti ini sering membuat orangtua merasa kewalahan menghadapai anak-anaknya.

Nah, beberapa orangtua yang pernah mengalami kondisi tersebut, mempunyai cara jitu untuk mengendalikannya. Selain bersikap tenang dan tidak panik, orantua dapat menyampaikan cerita yang mengalihkan kondisi darurat yang dialami anak.

Misalnya ketika anak terjatuh dan lututnya berdarah kemudian menangis. Orangtua dapat menenangkan sang anak dengan cerita tentang kucing yang jatuh tapi tidak menangis dan seterusnya.
Sebagai wisata imajinasi anak

Cerita bagi anak-anak merupakan wadah mereka menyalurkan imajinasi yang sedang bertumbuh. Mendengar cerita bagi mereka seperti menjelajah masuh dalam dunia yang diceritakan tersebut, seolah-olah mereka adalah pemeran tokoh dalam cerita tersebut.

Proses ini dapat membantu mereka mengalami dan mendapatkan hal-hal baru, sehingga memperkaya imajinasi mereka. Biasanya kreatifitasnya menjadi semakin baik dengan semakin banyak cerita yang mereka dengarkan.
Sebagai media pembelajaran

Melalui cerita banyak hal yang dapat dialami oleh anak, diantaranya adalah mengenalkan pengetahuan baru dan petualangan baru. Hal ini merupakan cara efektif menyampaikan pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Misalnya mengenalkan angka dengan cerita tentang jumlah tokoh, menghitung panca indera, dan lain sebagainya.

Namun, sebagian besar orangtua masih mempunyai kendala dalam menyampaikan cerita. Diantaranya;
Tidak ada bahan untuk cerita

Orangtua ketika ingin bercerita, biasanya terkendala dengan naskah cerita yang sesuai dengan yang ingin diceritakan ke anak. Sehingga rencana cerita ke anak tidak terlaksana. Kendala ini sebenarnya bisa diatasi dengan beberapa cara, diantaranya:

a. Naskah cerita dapat dilihat melalui buku cerita yang dapat dipinjam dari perpustakaan. Bahkan melalui situs online banyak materi cerita yang dapat diunduh. Yang penting kita dapat memilih dan memilah cerita sesuai tujuan.

b. Jika sudah mulai terbiasa membacakan cerita ke anak, coba sedikit demi sedikit membuat naskah cerita sendiri yang sederhana. Misalnya ketika ingin mengajarkan nilai jujur, dapat membuat cerita dari tokoh hewan yang jujur dan yang tidak dan sebagainya.
Tidak percaya diri

Menyampaikan sebuah cerita yang lengkap dengan suara unik dari setiap karakter tokoh cerita tidak semua orangtua dapat melakukannya. Rasa tidak percaya diri lebih terasa. Sehingga makna cerita tidak seutuhnya dapat dirasakan oleh anak. Kendala ini dapat diatasi dengan cara:

a. Latihan di depan cermin sendiri. Ayah bunda dapat melihat film kartun anak dan kemudian tirukanlah suara mereka. Upayakan anak-anak sedang tidak bersama dengan kita atau dapat juga melihat cara mendongeng dari beberapa pendongeng melalui VCD mereka atau melaui youtube. Jika sering mendengar dan melihat, maka kita akan mudah bercerita dan rasa percaya diri akan muncul.

Nah, ayah bunda, selamat mencoba pengalaman bercerita yang luar biasa bersama anak di rumah ya. Mudah-mudahan komunikasi efektif ayah bunda dengan anak akan terjalin dengan baik dan lancar.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.