Mau Berwirausaha Dengan Modal Kecil, “Why Not?” - Potret Online

Breaking

Post Top Ad

Potret

Post Top Ad

Potret

Jumat, 06 Oktober 2017

Mau Berwirausaha Dengan Modal Kecil, “Why Not?”



Oleh  Cut Najla Rahmatika
Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Mungkin sebagian besar orang yang menggeluti dunia bisnis memulai dengan modal yang besar agar bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Pertanyaannya, apa mungkin kita berbisnis dengan menggunakan modal kecil? “Mengapa tidak?”
Sebenarnya bagi pemula yang sedang atau yang akan menggeluti dunia bisnis dan masih minimnya ilmu untuk berbisnis seperti mahasiswa/i, bisa memulainya dengan modal yang kecil. Pengalaman saya bersama sahabat saya yang berjualan takjilan pada saat bulan ramadhan tahun lalu, bisa kita jadi sebagai sebuah contoh atau sample. Ceritanya begini. Pada Ramadhan tahun lalu, saya dan sahabat saya berpikir ingin mempunyai penghasilan sendiri untuk lebaran saat itu. Kami pada saat itu tidak punya dana besar untuk mewujudkan rencana itu.  Kami punya dana Rp.100.000,- yang kami gunakan untuk membeli bahan bahan jualan  seperti tepung, minyak goreng dan yang lain lain.  Uang itu pun, sebenarnya adalah uang bulanan kami yang dikirim oleh orang tua dan kami sisipkan uang tersebut untuk modal bisnis, berjualan menua takjil pada bulan Ramadhan.
Biasanya takjil adalah menu makanan yang banyak digemari orang saat bulan puasa. Maka, pilihan kami berjualan menu takjilan, sebagai sajian di bulan Ramadan. Maka, kami memulai usaha menjual takjil seperti kelepon atau sering disebut juga onde-onde, risol  dan pisang adabi. Cara yang kami lakukan adalah  dengan cara metitipkan di dua tempat yaitu di tempat etalase kue depan bank Aceh dan di depan Mestro parfum.

Kegiatan bisnis takjil tidak langsung kami lakukan pada hari pertama puas, kami  baru memulai membuat kue untuk berjualan pada hari kelima Ramadhan, karena pada saat ramadhan pertama sampai keempat kami masih di kampung halaman. Hari pertama berjualan,  kami membuat takjilan  hanya membuat masing -masing tempat 35 kue yang terdiri dari tiga jenis yaitu kelepon, risol dan pisang adabi. Langkah ini dilaukan untuk melihat selera  pembeli. Alhamdulillah, Allah meberikan rezeki kepada kami,  takjilan yang kami jual, habis terjual di dua tempat yang kami titipkan. Kami pun mendapatkan hasil yang cukup luamayan pada hari pertama yaitu Rp 56.000 dari laba bersih, dan selebihnya dipotong untuk biaya penarukkan etalase yaitu Rp 200 per kuenya.
Pada hari kedua kami berjualan dengan menu takjilan yang sama akan tetapi di buat lebih banyak dari hari pertama berjualan  Alhamdulillah laku . Penghasilan dari uang penjualan kami tabung perharinya Rp20.000 untuk menutupi modal awal yang sudah kami keluarkan. Lima hari kami berjualan takjilan dan modal sudah tertutupi, lalu kami berpikir untuk melakukan inovasi atau mengubah usaha kami. Alasan kami ya, tidak mungkin berjualan menu itu saja. Kami takut bila pembeli akan bosan dengan menu takjilan. Lalu kami memutar modal awal tadi untuk membuat menu takjilan yang baru, yaitu bubur dan minuman es koteng dengan harga Rp 5.000 per cupnya. .
Kami pun mulai dengan menjual menu tersebut di depan toko Mestro parfume. Kami tidak lagi mentip di etalase, agar bisa mendatangkan untung yang lebih banyak. Alhamdullilah jualan kami cukup diminati oleh pembeli, walaupun ada tinggal beberapa potong kue yang kami buat, tetapi kami tidak patah semangat untuk berjualan. Kegiatan ini kami lakukan sampai Ramadhan ke 25, karena kami pulang kampung untuk berhari raya. Lumayan juga, kami sudah mengantongi Rp 997.000,- hanya dengan berjualan takjilan pada bulan Ramadhan dalam jangka waktu 20 hari yang bermodalkan Rp 100.000,-. Ini  adalah sebuah angkah yang baik bagi kami mahasiswi yang berbisnis dengan modal yang kecil.
Dari pengalaman di atas,  bisa disimpulkan bahwa  berbisnis itu tidak harus menggunakan modal besar, apalagi sampai meminjam uang kepada orang atau pihak  bank untuk memulai bisnis. Beruntunglah, jika memulai berbisnis dengan modal besar dan memperoleh keuntungan yang besar juga. Coba bayangkan jika kita memulai bisnis dengan modal yang besar?

“High risk, High gain, No risk, No gain” semakin tinggi risiko, semakin tinggi keuntungan, tanpa adanya resiko ,tak ada keuntungan.
Mungkin bagi orang orang yang baru bergabung dalam dunia bisnis, bisa memahami kata kata yang di atas bahwa berbisnis itu tidak perlu adanya modal besar ,akan tetapi menggunakan modal kecil saja sudah cukup menambah wawasan kita. Apalagi jika kita memulainya dengan modal kecil tapi kurang ilmu  “nonsense”.
Bagi mahasiswa/i yang ingin berbisnis, tetapi merasa tidak mampu dengan modal yang kecil. Bila ilmu   masih minim, bisa mencoba berbisnis seperti kami lakukan. Hanya dengan mengeluarkan modal yang kecil ,risikonya pun tidak terlalu tinggi dan mendapatkan keuntungan yang lumayan memuaskan. Tentu saja bisnis semacam ini bisa dikembangkan lagi dan ditingkatkan dari bisnis kecil  menjadi usaha yang besar nantinya.
Jika kita berbisnis pastinya diperlukan modal,usaha,ikhtiyar, serta kesabaran tidak ada dalam berbisnis langsung mempunyai keuntungan yang besar, pastinya ada yang nama modal dan tekad untuk berusaha. Jika kita ingin berbisnis sebaiknnya kita menggunakan modal usaha sendiri walaupun modal tersebut kecil aau sedikit akan tetapi hasil dan keuntungan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Potret