MENGKLAIM TAKDIR - Potret Online

Breaking

Post Top Ad

Potret

Post Top Ad

Potret

Jumat, 20 Oktober 2017

MENGKLAIM TAKDIR





Oleh : De Phonna Arista
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Perbankan Syariah, Banda Aceh

M
engklaim takdir? Sebagian orang yang membacanya pasti akan mempunyai kesan unik bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai suatu ketidakmungkinan. Adakah makhluk di muka bumi ini yang bisa mengklaim takdirnya?
Manusia harus mempunyai tuntutan pengakuan bahwa ia berhak memiliki hak atas takdir baik dan buruknya sendiri. Takdir adalah sebuah misteri yang hanya Allah yang tahu. Tidak ada yang bisa membaca takdir seseorang dengan pasti. Jika seseorang mengetahui takdirnya yang baik, maka dia akan berjuang keras untuk mendapatkan takdir baik tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang tahu akan takdir buruknya, maka ia akan berputus asa bahkan sampai melenyapkan dirinya sendiri. Pada zaman yang modern ini, banyak jalan manusia untuk bisa mengklaim bahwa takdirnya adalah yang terbaik. Salah satunya dengan menjadi Entrepreneur.

Setiap orang menginginkan perubahan dalam perjalanan hidup mereka, yang memutuskan untuk berubah, sudah tentu menghadapi risiko dan tantangan. Untuk orang yang ingin berubah, ia meyakini dan berpikir untuk tidak terlalu cemas menghadapi masa depan. Keberanian mengambil keputusan menjadi wirausahawan, sudah tentu berdasarkan pertimbangan yang mendalam dari suatu keinginan untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Jangan pernah malu dalam berwirausaha, lakukan bisnis tersebut walaupun hanya dari bisnis kecil dahulu. Perlu kita sadari bahwa setiap orang memliki bakat yang tersembunyi, seperti keberanian mengambil keputusan menjadi entrepreneur untuk mengikuti bakat yang sesuai dengan keinginan dan dilandasi oleh niat yang kuat.
Dengan berwirausaha, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membantu diri sendiri dan orang lain. Dengan mendirikan sebuah usaha, berarti wirausahawan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja pada usaha yang diciptakannya. Hal ini menjadi salah satu keuntungan dalam berwirausaha. Selain itu,  berwirausaha yang tidak kalah penting adalah membantu orang lain untuk memperoleh kerja dan mengurangi pengangguran di kalangan masyarakat. Banyaknya pengangguran bisa jadi membuka peluang kejahatan, karena susahnya mendapatkan uang, maka pengagguran yang frustasi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Sisi positif bagi wirausahawan dalam konteks ini adalah membantu mengurangi tingkat kejahatan dan menjadi ladang beribadah.

Berwirausaha berarti kita mengikuti jejak Rasulullah yang merupakan entrepreneur sejati.  Rasulullah dari kecil sudah melakukan usaha dengan sangat jujur. Pernah suatu saat Rasulullah ditanya oleh para sahabat, “Pekerjaan apa yang paling baik ya Rasulullah ? Rasulullah menjawab, seorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersih. (HR Al Bazzar).

Menjadi wirausahawan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri keuntungan atas investasi dalam usahanya. Inilah salah satu kelebihan berwirausaha, bebas memperoleh dan menentukan laba. Tapi ada hal yang juga perlu diingat, jika ingin usaha maju, maka harus bisa menyisihkan laba dan dijadikan sebagai tambahan modal supaya usaha bisa semakin berkembang. Mengambil keuntungan dibolehkan dalam islam, asalkan tidak mendzalimi konsumen kita yang menyebabkan kita mengambil keuntungan yang berlebihan, sehingga menjadikan usaha kita tidak berkah. Jadi jangan pernah ragu mengklaim takdir kita dalam berwirausaha karena dengan menjalankan usaha kita bisa mengubah nasib masa lalu menjadi takdir yang lebih baik lagi.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Potret