Menulis itu, Lebih Cepat Lebih Nikmat - Potret Online

Breaking

Post Top Ad

Potret

Post Top Ad

Potret

Minggu, 01 Oktober 2017

Menulis itu, Lebih Cepat Lebih Nikmat



Oleh Anita Sari
Mahasiswi Semester I Fakultas  Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Ar-Ranniry, Darussalam, Banda Aceh
Keluarga dikatakan sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Karena sebenarnya semuanya dimulai dari sini. Peran keluarga dalam mendidik dan mengajar serta membimbing dan memotivasi untuk hidup lebih baik, sangatlah besar. Orang tua kita, bahkan abang atau kakak kita yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, akan selalu memotivasi kita untuk selalu berkarya dan berprestasi. Dalam bidang menulis misalnya, banyak orang mengatakan menulis itu sulit. Apalagi kalau disebut dengan menulis karya ilmiah. Wow, entah apa saja ya yang terbayang.
Ini adalah tulisan pertama saya. Tulisan  yang saya tulis didasarkan atas dukungan keluarga, bahkan sahabat  yang mengenal baik saya.  Mereka mendorong dan mengajak saya untuk menulis. Seperti yang dialami banyak orang, dalam pikiran saya juga sama. Menulis? Waduh, menulis itu kan sebuah aktivitas yang sulit? Kalau nanti saya menulis, saya pun belum begitu paham dengan karya ilmiah. Jangan-jangan tulisan saya tidak ilmiah. Begitulah beberapa hal yang terpikir dan melintas dalam ingatan saya.
Ya benar, awalnya saya berpikir menulis itu sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama, tapi setelah saya coba ternyata apa yang saya pikirkan itu salah. Menulis itu kalau sudah kita mulai, ya mulai terasa gampang. Apalagi kalau menulis tentang sesuatu yang terkait dengan diri kita, rasanya ide dan kata-kata yang sedang kita tulis itu terus mengalir dan ketika mengalir, kadang sulit untuk kita hentikan.
Sebenarnya, aktivitas menulis itu adalah aktivitas yang sudah lama kita lakukan. Sejak kita di Sekolah Dasar ( SD), kita sudah diajarkan menulis yang kita kenal dengan istilah mengarang itu. Setelah di SD, kita juga belajar menulis di jenjang pendidikan SMP hingga SMA. Namun, karena banyak alasan, kita tidak menulis. Misalnya, tidak suka, tidak hobi, tidak bisa membuat kalimat dan lain-lain. Pokoknya, banyak sekali alasannya yang membuat kita tidak menulis. Padahal, kalau kita mau menulis, kegiatan menulis itu di samping membuat kita rajin membaca, tulisan kita juga dapat memberi wawasan luas bagi pembaca. Kita termotivasi untuk menulis, sementara mereka yang membaca juga termotivasi membaca dan menulis.
Oleh sebab itu, saya pun semakin termotivasi untuk menulis, karena dengan menulis akan bisa melahirkan karya-karya tulis yang dapat membantu saya terus mengembangkan diri lewat tulisan. Ketika saya mau menulis, maka saya harus banyak membaca. Dengan banyak membaca, saya akan banyak belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam menulis. Ternyata, dengan menulis, saya harus membaca. Bila tidak, maka tulisan saya akan tidak sempurna. Makanya pula, sebelum tulisan ini  saya kembangkan, saya  membaca beberapa buku lain yang ditulis oleh orang yang lebih berpengalaman dalam menciptakan tulisan-tulisan yang bermotivasi. Saya ingin tahu bagaimana mereka memulai dan mencoba, sehingga menghasilkan tulisan yang hebat dan bermakna bagi orang lain. Juga menjadi pendorong bagi saya yang bisa saya tanyakan pada diri saya. Kalau mereka bisa menulis,   mengapa saya tidak? Kalau mereka bisa berkarya, mengapa pula saya tidak?
Nah, dengan tidak membuang – buang waktu  dengan percuma atau sia-sia, maka secepatnya mulailah menulis. Apalagi kita sedang memiliki waktu luang ,tidak salahnya mengisi dengan beberapa kata yang ingin kita rangkai dalam tulisan.  Jadi jangan ditunda lagi. Semakin cepat dimulai, ya semakin baik, karena proses latihan akan terus berlangsung. Cepat dimulai, maka cepat pula kita memetik hasilnya.
Banyak cara yang bisa dilakukan. Tergantung kita. Caranya cukup mudah, pikirkan tema apa yang akan  ditulis. Jika sudah menemukan inspirasi, ambil pena dan kertas lalu tuangkan buah pikiran kita itu melalui pena yang akan terus menghasilkan huruf-huruf sehingga memenuhi lembaran demi lembaran kertas. Ketika menulis, jangan melihat ke belakang. Maksudnya, jangan baca dulu, selesaikan saja terus dan setelah itu baru baca ulang. Tentu saja kita harus baca hasil tulisan kita dan memperhatikan dengan saksama kata demi kata yang kita tulis. Jika semua sudah benar, bisa langsung dikirim ke  media atau sekarang bisa di bagi lewat media sosial. Bisa juga di kirim ke majalah dan lainnya, agar tulisan kita dapat dibaca oleh banyak orang. Semakin banyak orang membaca tulisan kita, lambat laun kita juga akan dikenal banyak orang dengan karya tulisan tulisan kita. Banyak sekali manfaat kita menulis. Ayo kita mulai menulis sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Potret