Sejarah Kampung yang Keramat - Potret Online

Breaking

Post Top Ad

Potret

Post Top Ad

Potret

Selasa, 03 Oktober 2017

Sejarah Kampung yang Keramat



Oleh Nur Afiqah
Kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Baru, Pidie Jaya

Desaku ialah salah satu desa yang keramat, yang terdapat di Teupin Raya, Kabupaten Pidie. Alkisah ada Kepala Desa namanya “Mahmud” yang memajukan desa kami. Dia membuat rapat di jalan Batee badan. Saat itu desa kami belum ada nama, setelah dibuat dapat dan diambillah nama untuk desa kami yaitu “ Desa Balee”. Mungkin karenap banyak Balee-Balee di samping Meunasah.

Di Desa Balee ada suatu kuburan, kuburan itu punya Pocut Meugah. Cerita Pocut Meugah, dia diracuni oleh ibu tirinya dan hingga Pocut Meugah meninggal dunia. Ibu tirinya tidak membolehkan untuk menguburkannya di desa mereka. Orang desa itu pun harus membawa mayat Pocut Meugah, hingga sampai di sebuah pohon beringin yang besar. Umur pohon itu lebih kurang 500 tahun. Ya pohon itu terdapat di desa kami. Orang yang membawa mayat Pocut Meugah mengusulkan untuk menguburkannya di samping Meunasah kami. Lalu, kemudian kuburan Pocut Meugah menjadi kuburan yang keramat. Hingga kini, setiap hari Senin dan Kamis banyak orang yang datang untuk bernazar.

Ada juga pada Meunasah kami, pada tingkat paling ujung, ada harimau putih. Harimau putih itu seperti setan. Orang yang jahat bisa melihat harimau putih dan ada orang yang disobek-sobek oleh harimau tersebut. Di samping Meunasah kami, ada juga sebuah batu yang disebut “ Batee Timoh”. Dalam Bahasa Indonesia disebut batu tumbuh. Batu tersebut biasanya digunakan pada kondisi tertentu, misalnya jika ada orang yang berzina, mencuri dan lain-lainnya akan dibawa ke Batee Timoh. Jika dia memang melakukannya dia akan melekat di batu tersebut.

Juga ada tokoh pejuang desa kami bernama“ Pang Muda Lila”. Dia berjuang melawan pemberontak-pemberontak yang ada di kawasan Teupin Raya. Dia dibunuh oleh pemberontak di dalam hutan. Tokoh-tokoh yang ada di Desa Balee akan dibuat nama Jalan seperti , jalan Pang Muda Lila, jalan Tgk Suloe, Jalan Pocut Meugah, jalan Geuchik Mahmud dan Jalan lhok Pawoh.

Nah, begitulah kisah kampungku yang keramat itu. Mungkin cerita seperti ini juga pernah ada di kampong – kampong lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Potret