WIRAUSAHA BURUNG PUYUH DI ACEH - Potret Online

Breaking

Post Top Ad

Potret

Post Top Ad

Potret

Jumat, 06 Oktober 2017

WIRAUSAHA BURUNG PUYUH DI ACEH



Oleh Ulfa Noviana
Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
           
            Burung puyuh merupakan salah satu unggas yang hidup di daerah tropis di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi, baik  dagingnya ataupun telur yang dihasilkan burung puyuh tersebut. Kebutuhan masyarakat Indonesia dalam permintaan telur puyuh sendiri sungguh sangat besar, namun berbanding terbalik dengan hasil produksinya yang masih minim. Bikan hanya itu, tetapi juga masih kurangnya minat masyarakat Indonesia dalam membuka usaha telur burung puyuh.
            Pada salah satu media cetak pada (21/5/2017), Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno mengatakan kebutuhan pasar akan telur burung puyuh masih sangat tinggi. Namun pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar itu tidak seimbang dengan stok telur puyuh yang ada,
            Di daerah Aceh sendiri kebutuhan akan telur puyuh semakin meningkat, namun hal ini tidak didukung oleh penawaran yang ditawarkan oleh para wirausahawan dalam membudidayakan  telur puyuh. Hasil produksi akan telur puyuh yang kurang di daerah Aceh, sehingga pemasokannya pun harus meminta bantuan kepada daerah tetangga seperti Medan yang menjadi salah satu pemasok telur puyuh di Aceh 
            Maka dari sebab itu, peluang bisnis dalam berwirausaha telur puyuh di Aceh sungguh sangat besar, karena kurangnya pesaing dan juga didukung oleh permintaan yang cukup besar, jadi tidak perlu khawatir untuk berbisnis telur puyuh apabila akan merugi.
            Dalam memproduksi telur puyuh sendiri, tidaklah susah dan modal yang diperlukan juga tidak begitu besar, namun keuntungan yang didapatkan sungguh sangat menjamin, apalagi bila dilihat  dari besarnya permintaan akan telur puyuh.
Dalam produksinya burung puyuh sendiri selalu menghasilkan hasil produksi, karena setiap harinya burung puyuh menghasilkan satu butir telur puyuh tanpa harus dikawinkan, sehingga tidak perlu yang namanya menuggu waktu yang cukup lama dalam memanen telur puyuh. Kita dapat pula menjualnya setiap hari. Tidak hanya telurnya saja yang dapat dijual, daging, bulu serta kotorannya pun dapat pula menghasilkan keuntungan. Dikatakan demikian, karena burung puyuh yang sudah buruk dalam menghasilkan telur dapat dijual dengan pemanfaattan dagingnya untuk dikonsumsi. Bulunya dapat dijadikan sebagai alat kerajinan tangan seperti kemoceng dan yang terakhir kotoranya dapat dijadikan pupuk anorganic atau sebagai pakan ikan. Jadi dari keseluruhan burung puyuh tersebut mempunyai manfaat yang dapat dijadikan keuntungan.
            Pada kandang burung puyuh tidak perlu memerlukan lahan yang besar. Kandangnya bisa hanya berukuran 2x0,5m dengan lima lantai. Setiap lantai dapat menampung 30-50 burung puyuh. Berarti total secara keseluruhan dari satu kandang adalah dapat menampung sekitar 150 lebih burung puyuh.
            Bagi pemula yang ingin berbisnis telur burung puyuh, sebaiknya bermula dengan kapasitas yang tidak terlalu besar atau berawal dengan modal yang minim. Dengan kata lain, belilah burung puyuh sekitaran 500-2000 burung sesuai modal yang dimiliki. Apabila menginginkan 500 telur puyuh setiap harinya, sebaiknya membeli burung puyuh lebih dari 500 karena tidak semua burung puyuh dapat bertelur setiap hari.
            Untuk lokasi peternakan burung puyuh, sebaiknya jauh dari lokasi yang padat penduduk dan lokasi yang tidak banyak menimbulkan kebisingan, karena hal tersebut dapat menganggu atau membuat burung puyuh menjadi stress, sehingga menganggu hasil produksi burung puyuh. Begitu juga dalam berbisnis telur puyuh, harus selalu menjaga kebersihan kandang, memberikan vitamin dan vaksin untuk menjaga burung puyuh dari penyakit, baik itu wabah flue burung.
            Memiliki jaringan pemasaran untuk memasarkan produksi telur puyuh merupakan hal yang penting, karena itu merupakan salah satu kebutuhan bagi usahawan dalam memperdagang produksi yang di jalankan, karena telur burung puyuh juga hanya dapat bertahan selama dua minggu.
            Mungkin dalam berbinis akan mengalami pasang surut, namun apabila bisnis tersebut tidak dijalani dengan sungguh-sungguh dan tekun akan terjadi kegagalan, karena dalam berbisnis harus mempunyai kesabaran yang penuh.
            Sekian informasi yang saya sampaikan dalam membuka usaha pada budidaya telur puyuh, mungkin dapat berguna bagi pembaca yang ingin membuka usaha mungkin bisnis ini dapat menarik perhatian anda untuk dicoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Potret