Sedang di Yogyakarta? Jangan Lewatkan 5 Museum Favorit ini

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Iqbal Perdana
Staf CCDE

Nama museum identik dengan kesan kuno, tua, sepi dan rasanya kurang menarik. Kalau musim libur, museum barang kali bukan tujuan pelancong. Padahal, mengunjungi museum juga menyenangkan dan dapat menambah wawasan. Seperti beberapa museum di Yogyakarta, yang memiliki daya tarik bagi wisatawan dan spot bagus untuk foto-foto.

1. Museum Benteng Vredeburg

Museum ini tidak jauh dari Malioboro, jika kamu sedang hunting belanjaan di Malioboro atau berburu batik di Pasar Beringharjo, singgah di Museum Benteng Vredeburg. Tiket masuknya hanya Rp 3000 saja, dengan tiket masuk yang murah, kamu sudah bisa menjelajah seluruh sudut museum yang khas Belanda.

2. Museum Kereta Keraton

Tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, kamu akan mendapati sebuah museum, masyarakat menyebutnya Museum Kereta Keraton. Museum ini terletak di bagian barat Keraton Yogyakarta. Kereta-kereta kuda dari masa berabad-abad silam terawat baik disini. beberapa diantaranya ada yang buatan Eropa.

3. Museum Mini Sisa Hartaku

Jalan-jalan ke Merapi, rasanya tidak lengkap kalau tidak menyaksikan dahsyatnya sisa erupsi. Di Museum Mini Sisa Hartaku ini, kamu bisa menyaksikan rumah warga yang terkena dampat erupsi Gunung Merapi. Mulai dari peralatan perkakas, kendaraan, hingga sisa-sisa tulang sapi. Museum ini menjadi salah satu museum dengan keuinikan khasnya sendiri.

4. Museum Alam dan Ekologi Pantai Parangtritis

Jika kamu berkunjung ke Parangtritis, jangan lupa untuk singgah ke Museum Alam dan Ekologi Pantai Parangtritis. Bangunannya unik dengan berbentuk kerucut berwarna biru.

5. Museum Bahari

Museum ini barangkali digandrungi oleh pencinta novel dan film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Betapa tidak, di museum ini, kamu akan merasakan sensasi berfoto ala film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Kamu bisa foto dengan gaya menjadi seorang nahkoda atau awak kapal, ruang kemudi dan beberapa peralatan kapal juga lengkap di museum ini.

Click to comment