Anda Bisa Ikut Membantu Program 1000 Sepeda dan Kursi Roda Ini

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Selama ini, tatkala kita membuka atau mengakses media sosial, seperti facebook, twitter, instagram dan lain-lain, sering kita menemukan postingan-postingan tentang pemberian atau penyerahan sepeda kepada anak yatim, piatu dan juga anak-anak miskin di Aceh. Postingan-postingan itu sering kita jumpai pada postingan akunnya, Tabrani Yunis di media sosial yang ia posting atau unggah. Ketika mengamati foto penyerahan tersebut, hati kita ikut terharu, seperti haru birunya anak-anak yang mendapat hadiah sepeda itu. Rasanya, penulis juga ingin bisa membantu anak-anak seperti itu. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh. Penulis mencoba melakukan upaya pencarian informasi di berbagai sumber, yang salah satunya yang paling cepat adalah menelusurinya di Google. Akhirnya penulis temukan dan merangkaikannya dalam tulisan ini.
Program 1000 sepeda yang dipelopori Pak Tabrani Yunis,lewat lembagaSwadaya Masyarakat (LSM)nya Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh itu ternyata semakin dikenal banyak orang. Program yang juga ada menjadi bagian kerja dari majalah POTRET dan majalah Anak Cerdas yang juga terbitan CCDE itu. 
Nah, setelah penulis membaca, ternyata di dalam banyak program tersebut terdapat nilai-nilai  kemanusiaan dan sosial. Program yang dilandasi oleh rasa kepedulian terhadap  nasib masyarakat miskin yang sedang membutuhkan bantuan. Program ini sangat baik, maka seharusnya tetap dijalankan secara terus-menurus. Dikatakan baik, karena  masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya masyarakat Aceh yang beberapa kali dilanda musibah yang salah satunya  adalah bencana tsunami. Tsunami 26 Desember 2004, merupakan tragedi yang memakan banyak korban, kerusakan dimana-mana bahkan harta yang mereka miliki semua telah habis. Dengan program 1000 sepeda ini, hati  sebagian masyarakat penerima bantuan, akan lebih lega. Mereka merasa  masih ada yang memperdulikan. 

Tidak dapat dipungkiri bahwa program 1000 sepeda yang di jalankan oleh Tabrani Yunislewat organisasi yang ia pimpin itu sangat banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak miskin, yatim, piatu dan disabilitas yang selama ini kesulitan akses ke sekolah. Tidak hanya itu, program 1000 sepeda ini juga menumbuhkan rasa sensitifitas bagi masyarakat lain agar lebih peka terhadap lingkungan. Bila kita peka, makan sesungguhnya di lingkungan sosial kita atau ketika kita melihat ke daerah-daerah terisolir, masih sangat banyak masyarakat kita yang membutuhkan bantuan.  Setelah membaca beberapa referensi tentang program itu, langsung terlintas dalam pikiran penulis,  mengapa ide tentang program 1000 sepeda itu muncul di dalam pikiran seorang Tabrani Yunis?  Tentu saja jawabannya karena rasa sensitifitas terhadap berkehidupan sosial dan mau melakukan dan memperjuangkan itu.
Maka, dilihat  dari dekat, program tersebut ternyata selama ini berjalan dengan baik. Dikatakan baik, karena mereka juga sudah turun langsung mengantarkan bantuan sepeda tersebut ke para penerima di beberapa daerah di Aceh. Bila kita membaca tulisan Tabrani Yunisdi Kompasiana dan di www.potretonline.com, bantuan itu sudah diserahkan ke beberapa daerah sejak dari pertama program ini diluncurkan. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa lewat program sosial ini,  sudah membeli sebanyak 180 sepeda dan 3 kursi roda. Semua bantuan sepeda dan kursi roda tersebut  sudah diantar langsung ke penerima yang berada di wilayah Aceh, masing-masing di Aceh Besar, pantai Barat Aceh masing-masing di Krueng Sabe, Panga di Aceh Jaya, Aceh Barat Daya yang meliputi Kecamatan Babah Rot, Kota Bahagia, Blang Pidie, Manggeng dan wilayah Aceh Selatan yakni ke Labuhan Haji Barat dan Trumon. 
Untuk wilayah pantai timur, sepeda sudah terdistribusi ke Kecamatan Seunudon dan Nisam Antara, Pidie Jaya, masing-masing di Kecamatan Bandar Dua dan Pante Raja. Wilayah Pidie tersebar di Padang Tiji, Garut dan Kembang Tanjong. Selain itu juga pada penyerahan pertama dilakukan bantuan sepeda diberikan kepada sejumlah anak di wilayah Sibreh, Aceh Besar, desa Athom, Blang Bintang, serta di daerah Neuheun, Aceh Besar. Sayangnya program ini luput dari perhatian media lokal dan nasional.  Kalau pun ada publikasinya hanya di majalah, www.potretonline.com,  POTRET dan Kompasiana.com. 
Kiranya, program  1000 sepeda ini merupakan program sosal murni yang perlu mendapat dukungan banyak pihak. Karena bila dilihat dari nama-nama penyumbang, masih sangat sedikit. Masih belum termanfaatkan sumber-sumber lokal dan nasional, seperti kerja sama dengan pabrik atau perusahaan sepeda. Karena program 1000 sepeda ini menggunakan sepeda-sepada yang kualitas bagus seperti WIM cycle, dan Poligon. Sebenarnya kedua perusahaan ini bisa digandeng. Apalagi hingga saat ini jumlah anak yang memohon bantuan sepeda masih cukup banyak. Oleh sebab itu selayaknya program ini tidak berhenti hanya disini. Selain perlu kerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam bentuk CSR, program ini juga perlu medapat dukungan dari pemerintah  setempat agar masyarakat miskin semakin banyak dibantu.
Kiranya, dengan program 1000 sepeda ini semakin banyak masyarakat maupun negara yang ikut berpartisipasi dan menjalankan program 1000 sepeda. Program ini tidak berjalan  sendiri-sendiri, tetapi  perlu ada dukungan semua. Perlu ditumbuhkan sensitifitas banyak orang agar mau secara bersama-sama membantu anak-anak di desa di pedalaman bisa bersekolah. Sentifitas kepedulian terhadap sesama itu sangat penting dan salah satu faktor pendorong berjalannya program 1000 sepeda.
Melihat pentingnya program ini,  penulis sengaja mengangkatnya dalam tulisan ini. Karena, apa yang melatar belakangi penulis mengangkat tema bukan hanya sekadar iseng saja tanpa memikirkan manfaat yang dilakukan tentang kepeduliannya terhadap warga/masyarakat yang tidak mampu. Program ini selain sangat membantu anak-anak yang kurang beruntung dengan bantuan sepeda dan kursi roda, juga saat mengantarkan bantuan tersebut setiap anak mendapat paket majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Ini merupakan sinergi untuk menyediakan bacaan menarik bagi mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan baik, karena CCDE sendiri adalah yang penerbit kedua majalah yang membela kaum perempuan  dan anak. Sehingga, anak-anak yang menerima sepeda tersebut juga merasa bertambah ilmu dan pengetahuan mereka dengan bantuan majalah tersebut. 

Penulis salut dengan ide dan realitas program sosial ini.  Secara sederhana  ingin mengambil porsi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh CCDE dengan pemegang kemudianya, Tabrani Yunis. Walau dengan kemampuan terbatas, program ini sudah ikut membantu anak-anak miskin, yatim, piatu dan anak-anak disabilitas di Aceh dengan memberikan bantuan satu (1) unit sepeda atau kursi roda sebagai alat transportasi ke sekolah dan di sekolah. Dengan bantuan sepeda ini anak-anak miskin yang ada di seluruh Aceh, bisa menembus kesulitan transportasi yang wilayah tempat tinggalnya memiliki keterbatasan akses transportasi yang sangat besar sehingga menyulitkan mereka untuk mencapai sekolah/ pesantren tempat mereka menimba ilmu. Sekarang tinggal dan terserah kita, maukah kita ikut mendukung kegiatan ini dengan kemampuan yang kita miliki? Mari kita buka mata, buka hati dan sekalian buka kartu dan dompet untuk bersama mereka, kita bantu anak-anak yang kurang beruntung itu.

Click to comment