IGI Pidie Jaya Penggerak Guru Menulis melalui SAGUSAKU

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Kegiatan Spectaculer SAGUSAKU(Satu Guru Satu Buku)di 23 Kabupaten/ Kota Wilayah Provinsi Aceh berlangsung pada tanggal 6 s.d. 30 September 2018. Kegiatan roadshowdalam bentuk workshop menulis buku hingga terbit dijalankan secara estafet dimulai dari Kota Banda Aceh dan berakhir di Kabupaten Simeulue. Untuk mendatangkan pelatih disponsori oleh SAMSUNG dan IGI Pusat.
Workshop Spektakuler Roadshow SAGUSAKU dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya tanggal 12dan 13September 2018 tepatnya di Aula SMAN Unggul Pidie Jaya dengan Pelatih Bapak Teddy Handika dari Sumatera Selatan. Ini merupakan SAGUSAKU ke dua yang dilaksanakan (SAGUSAKU PIJAY II), sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan yang sama di Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 15 dan 16 Agustus 2018 bersama Pelatih Ibu Masdiana. Walaupun telah dilaksanakan belumsampai satu bulan berselangantusias guru sangatbesar. Peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 100guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA/ MA yang berada di Kabupaten Pidie Jaya.
Ketua IGI Daerah Kabupaten Pidie Jaya, Asnawi, M.Pd menyampaikan sambuatannya pada pembukaan kegiatan bahwa peserta kegiatan merupakan utusan dari MGMPdan Umum. Diharapkan dari hasil kegiatan ini guru yang berhasil menerbitkan buku bisa menjadi penggerak kegiatan menulis buku di setiap MGMP mata pelajaran masing-masing, bahkan virus menulis akan menyebarkepada forum KKG, MKKS atau lainnya.

Kegiatan Workshop dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya, Bapak Saiful, M.Pd yang menyampaikan banyak harapan kepada guru untuk bisa tampil di even nasional dan mampu pergi ke luar daerah untuk berbagi ilmu. Besar harapannya untuk ke depan semua guru yang hadir di sini bisa membekali diri menjadi penulis buku dan mampu menjadi Pelatih Nasional untuk berbagi ilmu ke seluruh pelosok tanah air.

Di Pidie Jaya sudah dilaksanakan kegatan pendampingan siswa menulis melalui Majalah Potret, ketika kami dari pihak Dinas Pendidikan meminta guru untuk mendampingisiswa, timbul pertanyaan “Apakah pendampingnya pernah menulis?” Bukti nyata dari kegiatan menulis adalah terbitnya buku yang ditulis oleh guru. Sehingga melalui kegiatan SAGUSAKU ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya sangat menaruh harapan besar untuk menghasilkan Guru yang punya bukti nyata bisa menulis. Kadisdik mengharapkan ada komitmen guru menjadikan dirinya contoh yang bisa dibanggakan bagi siswa.  Kebencian Allah, ketika kita mengatakan tetapi kita tidak melaksanankannya. Jangan sampai kita mengajak siswa untuk menulis, tetapi kita sendiri tidak melaksanakan kegiatan menulis.
Guru di Pidie Jaya bisa lebih daripada guru dari daerah lain, setelah kegiatan ini Kadisdik berjanji akan mencari mitra untuk mempublikasikan karya guru yang telah berhasil menyelesaikan naskah bukunya. Apa yang telah dilakukan hari ini merupakan awal, hari ini merupakan langkah awal dalam menulis. Sehingga pada akhirnya akan mewujudkan Guru Penulis yang punya bukti nyata dengan menghasilkn banyak buku. 

Click to comment