NASIB MAHASISWA PERBANKAN SYARIAH BAGAIKAN ABU DI ATAS TANGGUL?

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Foto POTRET


Oleh: Dedek Saripah
Prodi Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Ar-raniry

Sekarang ini kita sudah memasuki era baru yang dinamakan dengan era revolusi industri 4.0. Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa “revolusi industry 4.0 telah  mendorong inovasi-inovasi teknologi yang memberikan dampak disrupsi atau perubahan fundamental terhadap kehidupan masyarakat. Perubahan-perubahan tak terduga menjadi fenomena yang akan sering muncul pada era revolusi indutsri 4.0”.
Sebagai salah satu contohnya, sekarang sudah ada ojek online. Publik tidak pernah menduga sebelumnya bahwa ojek yang popular dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan mobilitas manusia berhasil ditingkatkan manfaatnya dengan sistem aplikasi berbasis internet. Dampaknya publik menjadi lebih mudah untuk mendapatkan layanan transportasi dan bahkan dengan harga yang sangat terjangkau. Yang lebih tidak terduga, layanan ojek online tidak sebatas sebagai alat transportasi alternative, tetapi juga merambah hingga bisnis layanan antar (online delivery order). Dengan kata lain, teknologi online telah membawa perubahan yang besar terhadap peradaban manusia dan ekonomi.
Tidak hanya pada ojek online, pada dunia perbankan juga terkena dampak dari revolusi industri 4.0. Seperti sekarang ini jasa dari teller mulai tidak dibutuhkan lagi karena nasabah lebih memilih menggunakan atm atau e-bankinguntuk melakukan transaksi agar lebih cepat, mudah dan efektif. Akan tetapi, dampak negatifnya adalah posisi pekerjaan teller, lama kelamaan akan hilang, sehingga berkurangnya posisi yang diminta untuk bekerja pada bank. Hal ini sangat berpengaruh bagi mahasiswa perbankan khususnya perbankan syariah, karena para mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi calon banker di masa yang akan datang.
            Bagaimana nasib mahasiswa Perbankan ke depannya? Dimana mereka akan bekerja? Tentu itu yang menjadi pertanyaan terbesar dalam benak kita. Saat ini para mahasiswa dihadapkan pada dilemma, tidak ada arah dan tujuan. Mereka berada pada posisi yang sulit dan mudah jatuh seperti pribahasa bagaikan abu di atas tanggul, seperti itulah nasib mereka sekarang.
Maka dari itu, seperti yang telah disampaikan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo pada saat memberikan kuliah umum mengenai “Tantangan dan Peluang Mahasiswa dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”, di hadapan sekitar 4 ribu mahasiswa dan civitas akademika Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Kamis (20/8/2018), meminta mahasiswa mempersiapkan diri dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. Ia berpesan agar mahasiswa dapat melahirkan ide dan gagasan yang solutif, seiring dinamika ekonomi dunia yang semakin cepat. Karenanya peran mahasiswa tidak hanya terbatas di ruang kelas dan pembelajaran saja.
Mahasiswa FEBI UIN Belajar Wirausaha

“Tantangan terbesar di depan mata kita adalah terjadinya Revolusi Industri 4.0 yang ditandai kemajuan digital technology, artificial intelligence, internet of thing, big data dan robotisasi. Jika tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat, akan berdampak negatif bagi dunia industri dan ketenagakerjaan kita,” ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).
Jadi, sudah sepatutnya mahasiswa sekarang ini membuka pikirannya, bukannya hanya memikirkan nasib ia ke depannya dan dimana ia akan bekerja, tapi bagaimana seorang mahasiswa tersebut dapat melahirkan sebuah ide dan gagasan yang solutif untuk dapat menghadapi revolusi industri 4.0. Tentu hal ini tidaklah mudah. 
Salah satu caranya adalah entrepreneurship. Entrepreneurship adalah suatu kemampuan dalam menciptakan kegiatan usaha dengan adanya kreatifitas dan inovasi yang akhirnya mampu menghasilkan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak.
Dengan mahasiswa melakukan kegiatan entrepreneurship ini, maka kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga tidak harus susah memikirkan kita akan bekerja dimana, karena kita pemilik dari tempat kita bekerja. Keren bukan? Maka dari itu ayo kita berwirausaha agar kehidupan kita terjamin dan tentunya terselamatkan dari dampak negatif revolusi industry 4.0. 
Bukan hanya itu saja keuntungan yang bisa kita dapatkan, banyak sekali keuntungan yang bisa kita peroleh dengan kita menjadi wirausahaan salah satunya kita dapat menjadikan revolusi industri 4.0 ini menjadi media kita dalam berwirausaha, tentu hal ini akan sangat menguntungkan.
Dengan berwirausaha, revolusi industri 4.0 bukan lagi musuh kita yang harus dihadapi tetapi akan menjadi kawan kita dalam menjalankan usaha kita.

Click to comment