Nuansa Kasih yang Terjerat

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

(Keluhan Bumi Persada)
Oleh : Dhea Pradiza Anzelin
Prodi Perbankan Syariah, UIN Ar-raniry


Ketika fajar menyapa diantara rerumputan yang gersang
 Ada tertinggal setetes embun yang masih melekat 
Di antara himpitan batuan cadas
Ku tau…
Lambaian nyiurmu tak lagi menyapaku
Gemercik butiran airmu tak lagi menegurku
Semilir hembusan anginmu tak lagi membelaiku
Dan hangatnya mentarimu tak lagi melantunkan senandung lagu merdu

Duhai bumi persada…
Kini kau rapuh
Kini kau luluh
Kini kau lusuh 
Dan kini kau jatuh diantara cengkraman penguasa alam

Ku tau…
Badai yang kau hembuskan 
Banjir yang kau alirkan 
Longsor yang kau datangkan 
Dan gempa yang engkau timbulkan 
Adalah jeritmu, tangismu dan keluhanmu
Ketika nuansa yang engkau ciptakan tlah terjerat oleh waktu yang di ciptakan terpaksa
Bukan kau tak ramah
Bukan kau tak bersahabat
Dan bukan pula engkau tak santun
Tetapi itu adalah tanda darimu agar hidup tetap berjaga-jaga

Kini…
Nuansa kasihmu tlah terjerat 
Terjerat oleh kemunafikan!
Kala senja berlalu
Kau merintih
Diantara rerumputan gersang 
Dan dedaunan yang tak lagi melambai

Disini…
Ku hanya bisa menggenggam setangkai bunga anyelir
Lambang kasih suci
Semoga penguasa alam merasakan rintihanmu
Dan terpatri di dalam hati
Karena hidup masih terlalu panjang 
Sepanjang hembusan anginmu yang rebah
Di bahu kananku.

Click to comment