Rintihan Sang Yatim

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Rahma Atikah
Mahasiswa Jurusan KPI, UIN Ar-Ranirry Banda Aceh
                                          

Setiap kali rasa rindu yang menyeruak hadir bersama kenangan-kenangan yang tak pernah padam .
 Hati ini menagis, meronta bersama pantulan-pantulan suara yang tak bersumber.
Masih ingatkah engkau ayah ? 
Aku adalah gadis kecilmu,  yang dahulu engkau peluk sembari menanamkan benih-benih cinta dan kehangatan insani dalam ragaku ini.
Aku adalah gadis kecilmu yang dahulu engkau beri lantunan syair-syair indah penuh abdi selayak petuah diri.

Saat kepergianmu ke alam rahasia mimpi rohaniah  penuh tanda tanya
Dunia begitu kelam nan hitam,  merenggut saat-saat kebersamaan kita ayah.
 Memisahkan kita antara jarak dan waktu dalam kerangka dimensi yang penuh perbedaan
Aku merasa terasingkan dan menyudutkan diri, saat hari demi hari kulewati tanpa sosok dirimu.
 Layak aku seperti kucing kecil liar, dunia senantiasa mengungkung kebahagiaan demi kebahagian si kucing kecil yang dikesampingkan, tergusah pasrah
 oleh kaki-kaki peremeh dunia. 
Berlari dan bersembunyi di balik dinding-dinding kenistaan dan kolong-kolong  ketakutan

Seraya hati terus berguman “hendak kemana aku ini ayah”?
Persetan dunia mengejar kebahagiaan demi kebahagiaan ku dengan bersemangat
Merenggut satu persatu impian dan cita yang telah ku julangkan tinggi bersama bintang-bintang permohonanku
Hendak kemana aku mengadu ayah”?
Dapatkah lagi  ku bersembunyi  di balik bahu kokoh mu dari segala persetan dunia
Menghadang segalanya serta memeluk erat tubuh ku dari segala ketakutan yang berkepanjangan ini.



Click to comment