Balada Bunga Bakung

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh: Dhea Pradiza Anzelin
Mahasiswi Perbankan Syariah
Universitas Islam Negri Ar-Raniry Banda Aceh

Ketika senja di terpa mentari tua
Surya turun hendak bermalam
Cemarpun pergi membawa nyanyian rindu
Dari hati seorang pengimis tua 
Yang terbujur diantara gemerlap indahnya kota
Yang tertidur diantara mengahnya rasa 
Yang terbaring diantara riangnya suasana 
Dan yang terpejam diantara kehidupan kelam

Saat langkah mengiringi belas kasihan 
Tiada tangan yang ingin memberi
Tuhan...
Apakah ini jalan hidupku?
Ataukah ku terhimpit oleh keserakahan?
Hanya sebungkus nasi yang ku pinta untuk jalan hidupku
Ya.. hanya untuk jalan menyambung hidupku
Ditengah meriahnya pesta penguasa 

Kutak pernah menyesali ini
Dan tak pernah kusesali jalan hidup ini
Bukan baju compang camping pembatas jiwa
Bukan celana rombeng pembeda raga
Bukan aroma tubuh pemisah sukma 
Dan bukan pula kulit yang pekat penghalang kalbu

Ku hanya bunga bakung yang tumbuh dihalaman
Harumku tertutup oleh aroma wewangian
Ku tertindas oleh penguasa
Ku terinjak oleh tirani
Ku terbenam cahkan terkubur oleh keserakahan
Tapi ku yakin tuhan...
Ke abadianmu masih rapi tersimpan di dalam relung hatiku 
Semoga mereka merasakan seperti apa yang ku rasakan kini.

Click to comment