Nasib Anak Dari Keluarga Pinggiran Yang Mencengangkan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Ilustrasi : Museum Orang Pinggiran

Oleh M.Wahyudi
Kelas VIII-1 SMP Negeri 2 Masjid Raya, Aceh Besar

Pada suatu hari, di sebuah keluarga yang sangat miskin, yang sering dicaci- maki, tetapi satu orang dari keluarga itu memiliki cita-cita yang sangat besar, serta kuat pendiriannya. Ia dengan gigih berusaha mewujudkan cita-citanya. Ia rajin membantu orang tuanya dan bersekolah dengan sangat rajin.

Di lain waktu, keluarganya difitnah. Orang tuanya bekerja sebagai pedagang kecil. Ia punya saingan bisnis dan ia sangat iri dengannya, karena ia lumayan maju. Tetapi,  saingannya sangat culas. Ia menarukkan barang-barang terlarang pada bahan dagangan keluarga miskin itu. Akhirnya, ia menyelidikinya dan menemukan ada barang terlarang di barang dagangannya. Ia kemudian melaporkan hal itu ke pihak yang berwajib, lalu si pelaku tersebut ditangkap dan akan dipenjarakan. Namun, karena hatinya baik, ia kemudian meminta untuk melepaskan pelaku dan pelaku minta maaf padanya.

Waktu pun berlalu. Setelah beberapa tahun kemudian, anak yang orang tuanya miskin itu,  mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan. Ini semua berkat ketekunannya belajar dan terus belajar untuk bisa keluar dari jerat kemiskinan dan terpinggirkan itu. Ia belajar menjadi seorang pedagang atau entrepreneur yang andal. Usai menjalankan pendidikannya di bidang bisnis, Ia pun membuka usaha dan berkembang dengan membuka beberapa cabang. Bukan hanya di dalam daerahnya sendiri, tetapi juga di luar daerahnya. Sementara orang dan keluarga yang memfitnahnya dahulu tidak mampu berkembang seperti apa yang dilihatnya pada anak ini.

Sudah menjadi kemudahan bagi banyak orang, ketika sudah sukses membangun kehidupan,  ia pun kemudian dianugerahi dengan seorang istri yang cantik. Tentu saja, orang tuanya sangat bangga dengannya. Semua orang di daerahnya kemudian, tidak melihat ia dengan sebelah mata lagi. Orang-orang di daerahnya menjadi kagum melihat perkembangannya yang berangkat dari menjadi anak yang baik, jujur, rajin, tekun belajar dan cerdas. Wajar saja, ketika ada pemilihan kepala desa, ia diminta untuk maju sebagai kepala desa. Karena ia ingin ikut membantu membangun desa, ajakan atau saran orang-orang di kampungnya itu pun disahuti dengan baik. Sehingga ia dengan mudah dipilih untuk menjadi kepala desa.

Apa yang terjadi kemudian, setelah ia terpilih menjadi kepala desa, kehidupan masyarakat desa pun berangsur membaik menuju desa yang makmur. Masyarakat yang dipimpinnya merasa semakin maju, nyaman, tenteram dan bahkan terasa makmur. Namun, ia tidak ingin berlama-lama menjadi kepala desa. Maka, setelah ia berhasil membawa desanya menjadi desa yang maju, ia pun mengundurkan diri.

Semangat dan niatnya untuk membangun negerinya, ia lanjutkan dengan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai gubernur. Langkahnya untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur, ternyata tidak terlalu berat baginya. Banyak orang yang mengenalnya, karena prestasinya memimpin dan membangun desa. Ia malah mendapat suara terbanyak dalam pemilihan Gubenur. Akhirnya ia menang dan diangkat menjadi Gubernur. 

Jalan hidupnya, memberikan pelajaran penting kepada banyak orang. Ternyata, orang-orang yang sebelumnya miskin dan hidup terpinggir, bisa sukses dan menjadi orang yang berguna dan dikagumi itu, karena mau belajar dengan sungguh-sungguh, mengedepankan kejujuran dalam hidup, serta selalu istiqamah dalam membangun kehidupan pribadi dan juga kehidupan sosial di masyarakat. Selayaknya kita bisa mengikuti cara-cara yang dilakukannya

Click to comment