Tulisanku Yang Membumbung

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Cut Putri Sakinah
Kelas XI IPA A SMA Negeri 1 Bireun, Aceh

Kisah ini berawal sejak aku berumur 14 tahun. Lebih tepatnya ketika aku masih menduduki bangku kelas 3 SMP. Saat itu, aku sudah suka menulis, namun yang aku tulis hanyalah menulis quote- quote lebay yang aku publikasikan di facebook yang hanya bermodalkan android biasa dan sedikit quota internet.

Dulu, ketika melihat banyak sahabat yang gemar menulis kata-kata puitis, membuat diriku tertantang untuk bisa menulis. Aku menantang diriku sendiri sembari berkata dalam hati, “ Sakinah harus bisa! You can do it.

Aku mewujudkan tekad itu dengan terus menekuni postingan sejumlah quote. Ternyata, quote-quote yang aku tulis banyak mendapat respon dalam bentuk kritik. Sebagaina besar mengatakan “ alay ih”. Followers sedikit pula lagi. Seperti biasa, layaknya orang baru dengan semangat yang masih kadang goyah, kritikan-kritikan itu sempat membuat semangatku turun. Aku merasa kata itu tidak memiliki kemampuan apa-apa. Ada pula niat jahat yang timbul ketika mereka kian menjadi-jadi, aku ingin berhenti menulis dan melupakan menulis.

Namun, takdir Allah berkata lain. Banyak pula sahabat yang mengatakan “ setiap orang pasti memiliki kemampuan masa depan”. Ya, para sahabatku tersebut menantangku untuk tetap menulis di sebuah platform menulis “ Wattpad”. Tantangan itu sangat mengusik keingananku, akhirnya aku menulis sebuah novel.  Novel itu aku berikan judul “ Aliana’s Stories”. Sebuah novel dengan genre Comedy. Wow, luar biasa. Aku mendapat 20 pembaca, walau tanpa vote dan komentar. Sayangnya, cerita itu tidak menemukan titik ending-nya. Gilanya aku, tulisan itu kugantung, menghapus dan menggantinya dengan kisah  baru lagi.

Aku memulai menulis tulisan keduaku, sebuah cerpen yang berjudul “ Ayah Senyum Terakhir” Kisah ini hanya bercerita tentang seorang ayah yang tangguh, dengan gadis kecilnya. Lagi-lagi akau seperti mendapatkan kebahagiaan. Ya kebahagiaan baru. Kali ini aku mendapat atau memiliki pembaca yang banyak, vote dan orang-orang yang menambahkan tulisanku ke reading listmereka. Kebahagiaan ini semakin membakar semangat menulisku. Aku menulis tulisan ke tigaku.

Namun, tulisan ketigaku hanyalah kumpulan quote singkat. Tulisan yang juga membahagiakanku, karena aku semakin bersemangat melahirkan karya, walau mungkin masih pada level pemula. Semua ini membawa terus menikmati aktivitas menulis yang melahirkan pula tulisanku yang ke empat. Tulisanku yang ke empat adalah sebuah novel bergenre fantasi yang ternyata pula tidak pernah selesai dengan judul “Dande usons” yang mendapatkan 2000 lebih pembaca dalam jangka waktu lebih kurang 8 bulan, serta vote yang banyak. Di sinilah aku mulai mendapat pembaca setia. Aku berniat untuk terus menulis dan menjadi penulis yang sejati.

Click to comment