Destinasi Wisata Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Siti Raudhatul Hamdiyati
Alumni Bahasa dan Sastra Arab FAH UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Rumah Puisi Taufiq Ismail terletak di daerah yang sejuk dengan hamparan pesona hijaunya alam dengan pertemuan kaki Gunung Singgalang dan Gunung Merapi. Lokasinya terletak di Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi Km. 6, Aie Angek, Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pembangunan Rumah Puisi bermodalkan uang dari hadiah sastra Habibie Award 2007 sebesar US$ 25.000 atau jika dijadikan dalam rupiah yaitu Rp. 200 juta setelah dipotong pajak. Kemudian Sastrawan kelahiran Bukittinggi tersebut mewujudkan mimpinya untuk membangun rumah puisi yang berlokasi di tanah kelahirannya tersebut.
Rumah Puisi yang digagas Taufiq Ismail bersama Ati yakni istrinya pada tahun 2008, dibangun dengan tujuan utama untuk menambah kecintaan membaca buku dan kemampuan menulis pada setiap generasi penerus bangsa. Beliau menciptakan lingkungan di sekitar Rumah Puisi begitu asri. Selain itu, Rumah Puisi juga dikelilingi dengan tanaman bunga dan perkebunan sayur. Rumah Puisi juga sering digunakan untuk diskusi dan pelatihan sastra, baik di tingkat Sumatera maupun nasional. Oleh karena itu pemilihan lokasi pembangunan Rumah Puisi sangat sesuai untuk kegiatan-kegiatan sastra yang melibatkan sastrawan, bahkan juga menarik perhatian pencinta seni tanah air untuk berkunjung ke Rumah Puisi. 
Untuk mencapai lokasi Rumah Puisi bagi pendatang, waktu yang ditempuh adalah 1,5 jam dari Bandara Internasional Minangkabau. Akses yang mudah dikunjungi karena terletak di pinggir jalan antara Padang Panjang-Bukittinggi. Selain itu juga ada plang penunjuk jalan yang menandai lokasi Rumah Puisi.  Jika perjalanan menuju Rumah Puisi dengan kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak perlu khawatir dengan letaknya di atas bukit. Karena kendaraan bisa menjangkau untuk menanjaki bukit tersebut serta keadaan jalannya yang baik. Memang jika dilihat dari jalan raya terlihat menantang untuk mengendarai kendaraan dengan menanjak, namun dari pengalaman penulis ketika berkunjung, jalan yang menanjak itu tidak terlalu jauh dan hanya beberapa meter saja sudah tiba di Rumah Puisi. 
Adapun tata bangunan berdasarkan arsitektur Rumah Puisi yakni: Pertama, gerbang. Kedua,  bangunan utama. Ke tiga, area pementasan. Ke empat, rumah sastrawan tamu. Ke lima, surau. Ke enam,dapur. Ke tujuh,  gudang dan ke delapan ruang terbuka. Rumah Puisi yang dikelola dengan dana pribadi Taufiq Ismail menjadikan pengunjung yang datang bebas masuk tanpa bayar karcis dan juga aman, karena tersedia pos satpam di gerbang utama. Selain itu fasilitas penunjang Rumah Puisi adalah  Rumah Gurindam yakni penginapan untuk sastrawan tamu. Rumah Pantun adalah penginapan yang menyediakan 6 kamar disewakan untuk umum. Ruang pertemuan yang terdapat di dalam Rumah Puisi yang digunakan untuk pelatihan ataupun diskusi seputar sastra. Ruang keluarga yang digunakan hanya ketika keluarga Taufiq Ismail mengunjungi Rumah Puisi, jika di hari-hari biasa ruang ini ditutup dan dilarang masuk bagi pengunjung. Perpustakaan yang menyediakan koleksi karya Taufiq Ismail dan juga buku-buku lainnya yang menjadi koleksi terbuka untuk umum.  Musala atau surau yang diberi nama Sajadah Panjang. Toilet Umum, Restoran, dan parkir yang berada di sekitar halaman Rumah Puisi.

Click to comment