Menulis Esai dan Artikel, Menulis Masa Depan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh YURNALDI

Penulis Penerima Literacy Award  dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018.
Konsultan Media, Mentor Kepenulisan dan Jurnalistik, Wartawan Utama, dan Editor Buku.
Penulis Buku Kumpulan Esai “Kritik Presiden dan JurnalismeHoax” (2018) dan
“Jawara Menulis Artikel”(2013).


Tentang Literasi
Bicara literasi, belakangan marak sekali Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Bangsa yang besar dan  maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Akan tetapi bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan masyarakat dunia.
Literasi dalam konteks ini, bukan sebatas bebas dari buta aksara, akan tetapi bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup (life skill), agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain. Bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga memenangi persaingan global.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi. Mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat.
Ada enam literasi dasar yang disepakati World Economic  Forum pada tahun 2015, yang harus dikuasai tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi orangtua dan seluruh warga masyarakat. Enam literasi dasar tersebut mencakup literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya dan kewargaan.
Pada kesempatan ini kita berdiskusi dan praktik soal literasi baca-tulis. Membaca dan menulis adalah merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.
Selama ini budaya membaca sudah sedemikian tumbuh dan berkembang. Hanya budaya menulis yang belum begitu tumbuh dan berkembang. Fakta menunjukkan, ada 800.000 guru terancam tak naik pangkat, karena tak bisa menulis (Sindonews.com, edisi 4 Juli 2015, diunduh 14 juni 2019). Dari pengalaman lapangan, ada guru yang sampai 11 tahun tak naik pangkat dari golongan IVa ke golongan IVb. Ini tentu berdampak pada kesejahteraan guru.
Dan begitu banyak mahasiswa yang terkendala penyelesaian studinya di perguruan tinggi karena tidak bisa menulis, apalagi menulis artikel ilmiah pupuler di jurnal. Dan betapa bermunculan kasus mahasiswa dan dosen, bahkan rektor plagiat, sebagai pertanda ketidakmampuan menulis. Dan bukan rahasia umum lagi, banyak guru, dosen, dan mahasiswa mengupahkan kepada penjual jasa untuk menulis. Ini memprihatinkan. Setidaknya, forum literasi yang kita ikuti sekarang mencoba memotivasi dan memberikan pengalaman menulis, dan sekaligus mempraktikkannya.
Kecakapan menulis sama halnya dengan tenaga dalam. Setiap kita punya potensi kemampuan menulis dan kemampuan tenaga dalam. Warga biasa jika dilatih oleh Sang Guru tenaga dalam, maka dengan membuka kunci-kunci pada warga biasa tersebut, ilmu tenaga dalamnya bisa didayagunakan.
Begitu juga dengan menulis. Potensi menulis ada pada siapa saja. Saya sudah melatih ribuan siswa, mahasiswa, dosen, calon wartawan, wartawan, redaktur, dan guru untuk menulis selama 33 tahun terakhir. Dengan mengetahui apa kendala menulis dan dengan memberikan kunci-kunci solusinya, mereka akhirnya bisa menulis, bahkan sampai menerbitkan buku.
Sekarang kita membahas dan mempraktikkan menulis esai dan artikel. Semoga forum ini bisa kita optimalkan dan saling berbagi.

Tentang Menulis Esai
Tadi sudah saya katakan, kegiatan membaca sebaiknya dilanjutkan dengan kegiatan menulis. Karena ini literasi dasar. Dari kegiatan membaca (buku, pengalaman, menbaca data, membaca alam) yakin ilmu pengetahuan kita bertambah. Lalu, kenapa kita tidak mau berbagi kepada orang lain dengan menuliskannya (di media sosial dan media massa)? Apa masalah Anda dalam menulis, mari kita diskusikan.
Dalam menulis, prinsip pertama yang harus kita ingat adalah; ada sesuatu yang hendak disampaikan. Ada sesuatu yang hendak dibagikan. Sesuatu itu adalah pendapat/opini kita yang subyektif dan argumentatif. Bukan sesuatu yang fiktif dan imajinatif. Opini yang ada berdasarkan/didukung data dan fakta.
Jika itu yang kita lakukan, maka berarti Anda sedang menulis sebuah esai. Menulis suatu masalah dari sudut pandang penulis. Tujuan menulis esai adalah untuk meyakinkan pembaca, membuat orang percaya pada sudut pandang penulis tentang suatu masalah.
Dalam menulis esai, tentu saja didahului dengan mengemukakan topik persoalan yang hendak ditulis tersebut berdasarkan fakta dan data. Tahu latar belakangnya, apa persoalannya.
Kemudian baru masuk pada bagian isi/pembahasan, bagaimana pandangan/pendapat penulis. Ide-ide dan gagasan penulis dikemukakan secara argumentatif, rinci dan luas, sehingga memberikan sebuah perspektif dan solutif. Kemudian tentu saja  apa kesimpulan yang bisa ditarik dari persoalan yang ditulis tersebut.
Setidaknya, begitulah menulis esai itu. Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu.
Ide menulis esai sebenarnya begitu banyak di sekeliling kita, misalnya:

  1. Pasar Kuliner Payakumbuh
  2. Melestarikan Bagunan Tua di Payakumbuh
  3. Randang Payakumbuh
  4. Dunia Sastra di Payakumbuh
  5. Dunia Pendidikan di Payakumbuh
  6. Nasib Galamai Payakumbuh
  7. Aktivitas Literasi di Payakumbuh
  8. Peluang Walikota Payakumbuh Jadi Gubernur
  9. Menduniakan Pongek Situjuah
  10. Payakumbuh Kota Terbaik di Sumatera 
  11. Payakumbuh Kota Sehat di Indonesia
  12. Mencermati ide Walikota Payakumbuh; Satu Kecamatan Satu Gedung Serbaguna
  13. (Dan banyak ide lainnya).

Click to comment