EMPAT CARA MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Foto : dok.Pribadi

Oleh  Hendra Gunawan, MA
Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara


Allah SWT sudah begitu banyak memberikan nikmat-Nya kepada kita, sehingga apabila kita renungi lebih dalam maka sungguh akan terekam dalam memori kita sudah begitu banyak nikmat yang Allah SWT anugrahkan kepada kita, maka tidak heran apabila dalam sebuah ayat al-Qur’an Allah SWT menegaskan pada surah an-Nahl ayat 18 yang menegaskan bahwa apabila kita menghitung-hitung nikmat Allah SWT niscaya kita tidak dapat menghitung jumlahnya.Sebagaimana disebutkan para ulama, andaikan ranting-ranting kayu yang ada di seluruh hutan belantara dikumpulkan dan dijadikan sebagai pena, lalu sungai dan lautan yang ada didunia ditimbah untuk dijadikan sebagai tintanya serta dedaunan-dedaunan yang ada diseluruh pnjuruh dunia dikumpulkan untuk dijadikan sebagai kertasnya niscaya kita akan cukup untuk menghitung nikmat-nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada kita. Hal ini sudah ditgaskan Allah SWT dalam al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 109 “Katakanlah wahai Muhammad, seandainya air laut dijadikan tinta untuk menghitung  kalimah atau nikmat Tuhanku maka habislah lautan itu sebelum nikmat-nikmat selesai dicatat”.
Namun, banyak di antara kita yang tidak pernah merasa berkecukupan, sebab selalu melihat ke atas tidak mau melihat ke bawah, bahkan sudah diberikan kekayaan yang melimpah ruah, namun masih selalu mengeluh kepada Allah SWT. Padahal sauadara-sauadaranya masih banyak yang hidup di bawah kolong jembatan dan meminta-meminta di  perempatan jalan untuk melangsungkan kehidupan. Atau sebaliknya, kita sering mengeluh kepada Allah SWT, kenapa terlahir atau berada dalam garis kemiskinan, bahkan terkadang kita sering membanding-bandingkan pribadi kita dengan orang lain yang jauh lebih mapan daripada kita. Ironisnya, ada terkadang yang sampai menyalakan Allah SWT kenapa ia tertakdir jauh kalah dibanding teman dan kawan sejawatnya sendiri. Padahal mereka memperoleh lebih karena memang mereka bekerja lebih daripada kita.

Dalam ajaran Islam, jauh hari sudah menegakan bahwa setiap umat manusia memiliki garis dan takdir masing masing, sehingga ada yang dikaruniakan dengan nikmat yang lebih, cukup, bahkan ada yang relatif kurang. Namun Allah SWT telah mengaturnya dengan sedemikian bijaksana, karena setiap manusia memang telah diberikan nikmat sesuai dengan porsinya masing-masing. Maka tidak mungkin, semua kita menjadi orang kaya, sebab apabila kita semua menjadi orang kaya, maka tidak ada yang miskin. Apalagi bila semua kita tidak ada yang jadi petani, buruh, dan profesi lainnya, maka kita semua akan kewalahan mendapatkan beras untuk dimasak dan begitu juga dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Nikmat yang Allah SWT, berikan bukan hanya dalam bentuk kebendaan atau kekayaan, tetapi kesehatan dan keimanan yang kita miliki saat ini juga merupakan nikmat yang luar biasa. Namun kebanyakan kita mengabaikannya, maka tidak sedikit saudara-saudara kita yang sedang dilanda penyakit, sehingga tidak dapat menikmati kekayaannya, bahkan ia rela menukarkan seluruh kekayaannya untuk kesembuhannya. Sebab kemewahan belum tentu mengandung kebahagiaan dan kesederhanaan belum tentu mengandung kesengsaraan, maka banyak kita lihat gedung-gedung Rumah Sakit yang berdiri mewah dan indah, namun ternyata di dalamnya dipenuhi oleh tangisan. Sedangkan di dalam rumah susun yang terlihat relatif sederhana atau di gubuk-gubuk kecil di tengah sawah,  ternyata di dalamnya dipenuhi canda tawa kegembiraan.
 Ingat, pada dasarnya semua nikmat yang telah Allah SWT berikan, adalah merupakan bentuk ujian dari pandai tidaknya kita untuk bersyukur. Sebab banyak orang hanya ingat Allah SWT saat diberikan Allah SWT ujian berupah kesulitan atau kesusahan, namun sering lupa akan Allah SWT saat mendapat ujian berupa nikmat kesenangan yang disebut istidraj (jebakan berupa nikmat). Untuk itu sebelum terlambat kita harus pandai mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mensyukuri nikmat yang sudah Allah SWT berikan untuk kita

1.  Mensyukuri Dengan Hati

Mensyukuri dengan hati dilakukan dengan mengakui dan meyakini bahwa semua nikmat yang kita rasakan hanya semata-mata berasal dari Allah SWT.  Kita sebagai manusia hanya menjadi perantara, sehingga segala sesuatu bisa terjadi atas kehendak Allah SWT. Sebab segala sesuatu di dunia ini hanyalah milik Allah SWT, maka segala sesuatu hanya akan terjadi apabila Allah SWT menghendaki.

Dengan kata lain, kita harus meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa apa yang ada dalam diri kita dan yang kita miliki saat ini adalah milik Allah SWT dan semuanya adalah amanah(titipan) dari Allah SWT dan akan kembali kepada Allah SWT serta kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.
Termasuk ilmu pengetahuan, taufik, dan hidayah tetap dalam keimanan juga merupakan nikmat yang paling agung dari Allah SWT yang tetap disykuri kepada Allah SWT, agar keimanan kita senantiasa dijaga dan dilindungi oleh Allah SWT.

2.  Mensyukuri Dengan Lisan

Seorang hamba yang bersyukur, maka lisannya akan senantiasa dipergunakan untuk zikir serta mengucapkan alhamdulillah(segala puji kepada Allah SWT) yang dilakukan sebagai bentuk pujian atas nikmat yang sudah diberikan Allah SWT. Maka seyogianya, orang yang bersyukur itu bahwa semakin banyak nikmat yang diberikan Allah SWT kepadanya, maka semakin banyak zikir kita kepada Allah SWT, bukan sebaliknya semakin banyak rezki yang diberikan Allah SWT semakin sibuk, sehingga jarang berzikir kepada Allah SWT. Karena syukur, adalah berasal dari bahasa Arab yang berarti berterima kasih yang maksudnya berterima kasih kepada Allah SWT dengan cara berzikir(mengingat, menyebut, dan mengagungkan) Allah SWT. 

Ungkapan syukur pun, pernah terungkap dari nabi Sulaiman a.s ketika melalui sebuah perjalanan dan di tengah jalan nabi Sulaiman as bertemu dengan sekelompok semut yang sedang bekerja mengangkut makanan ke sarangnya, yang mana seekor semut berseru kepada kawanannya ”Wahai sekalian semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman as dan bala tentaranya sedangkan mereka tidak menyadari” yang tercantum dalam surah al-Naml ayat 18. Nabi Sulaiman as yang dianugerahi Allah SWT kemampuan mengerti bahasa para binatang sebagai salah satu kelebihan buat nabi Sulaman as tersenyum mendengar perkataan seekor semut tersebut dan langsung memanjatkan doa seraya memuji Allah SWT yang diabadikan dalam al-Qur’an sebagai berikut :
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ ...
Artinya:
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ilham agar tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku...”. {Qs. aL-Naml: 19}

      Sungguh luar biasa sikap yang ditunjukkan oleh nabi Sulaiman as, seorang yang memiliki kekuasaan yang besar dan harta kekayaan yang berlimpah, dikawal oleh pasukan besar manusia dan jin, berkemampuan mengerti dan berbahasa bahasa binatang, namun tetap terpatri dalam kalbunya dan terucap dari mulutnya adalah rasa syukur atas anugerah yang dicurahkan Allah SWT. Jauh berbeda, dengan kebanyakan kita baru diberikan Allah SWT sedikit harta sudah sibuk pamer kesana kemari hingga lupa kepada Allah SWT.

3.  Mensyukuri Dengan Anggota Tubuh

Mensyukuri dengan anggota tubuh adalah melakukan ketaatan kepada Allah SWT, dengan menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik, telinga untuk mendengar yang bermanfaat dan anggota tubuh lainnya untuk beribadah kepada Allah SWT dengan menunaikan perintah-perintah Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW. Dengan kata lain, semua anggota tubuh yang sudah diberikan Allah SWT dipergunakan untuk beramal saleh kepada Allah SWT.

Bersyukur model ini, dapat juga dikatakan bersyukur dengan amal perbuatan berupa amal-amal yang dapat mengantarkan kepada ketaatan kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua yang diperintahkan Allah SWT serta menjauhi semua yang dilarangan Allah SWT.

Praktik syukur lewat amal perbuatan, yang perlu kita teladan adalah Rasulullah SAW yang tidak pernah berhenti beribadah kepada Allah SWT meski dalam keadaan lelah, bahkan Aisyah RA (Radhiyallahu ‘Anha) pernah menuturkan bahwa Rasulullah SAW selalu melakukan salat tahajud sampai bengkak kedua kakinya, lalu aku bertanya, Apakah engkau melakukan semua ini, padahal Allah SWT telah mengampuni dosa-dosamu baik pada masa lalu maupun yang akan datang, Rasulullah SAW menjawab:

أَفَلاَ أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا 

Artinya:
“Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang pandai bersyukur.” {HR. Bukhari dan Muslim}.

4.  Mensyukuri Dengan Harta

Selain amal tindakan, bersyukur kepada Allah SWT juga dapat diwujudkan dengan menggunakan harta untuk bersedekah, menunaikan ibadah haji, membangun masjid, membangun sarana pendidikan, membantu kaum fakir miskin dan orang terlantar. Ini semua dapat dilakukan untuk mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang sudah diberikan Allah SWT kepada kita.

Terlepas dari cara bersyukur, bahwa dengan kita mensyukuri nikmat Allah SWT maka insya Allah SWT akan  terus menambah nikamtnya kepada kita sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam al-Qur’an pada surah Ibrahim ayat 7 yang berbunyi sebagai berikut :

 “Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, “Sesungguhnya apabila kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi apabila kamu kufur (mengingkari nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. {Qs. Ibrahim/14:7}

Jangankan Allah SWT, secara psikologi sendiri pun kita apabila memberikan sesuatu barang kepada dua orang atau kepada anak kita misalnya kemudian ia merawat dan mempergunakannya sesuai dengan fungsinya, maka kita akan merasa senang dan berkeinginan ingin memberikan yang lebih bagus lagi. Tetapi, apabila jangankan menjaga dan merawat berterima kasih pun tidak ada bahkan menyia-nyiakan dan mempergunakannya tidak sesuai fungsinya, maka kemungkinan kita akan marah begitu juga orang-orang yang diberikankan Allah SWT nikmat pancaindra mata, hidung, telingah, dan kaki diberikan untuk beribadah tetapi digunakan untuk maksiat maka tungguhlah kemurka Allah SWT.

Penutup

Salah satu mendatangkan rasa syukur adalah sesekali melihat lah ke bawah jangan selalu melihat ke atas kecuali untuk urusan akhirat, dan seantiasa memperbanyak menghitung nikmat-nikmat yang telah Allah SWT berikan. Sebab dengan mengingat semua nikmat yang sudah diberikan Allah SWT akan mendorong kita untuk lebih bersyukur. Mari senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT agar mendapatkan nikmat yang lebih dari Allah SWT.

Click to comment