Mainan Anak-Anak Disabilitas Sangat Mahal

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Foto mainan edukatif di POTRET Gallery


Oleh Tabrani Yunis

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, bukan dunia belajar keras seperti remaja atau orang tua. Anak-anak sebagian dari waktunya dihabiskan untuk bermain. Ya, bermain untuk menyenangkan hati. Bermain adalah salah satu kebutuhan anak-anak dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mereka. Bagi anak-anak, tiada hari tanpa bermain. Ya, anak-anak akan bermain setiap hari. Bisa bermain sendiri, maupun bermain bersama kakak, abang, ayah, ibu, nenek, kakek dan dengan teman-teman sebaya.  Banyak cara mereka bermain. Bisa bermain dengan apa yang ada di sekitar mereka, bisa pula dengan mainan yang harus dibeli di pasar.  Artinya, kegiatan bermain anak-anak, tentu tidak cukup hanya bersenda gurau,  ketawa-ketiwi, atau berlari ke sana-ke mari. berkejar-kejaran, tetapi juga memerlukan alat-alat permainan yang berbeda-beda dan menjadi kesukaan anak.

Setiap orang tua pasti sudah tidak asing dengan mainan anak-anak mereka. Lain anak, lain pula maunan yang mereka minta. Nah, setiap orang tua, pasti sudah sering membeli mainan anak-anak, bukan?  Ya, pasti. Kalau pun bukan membeli mainan untuk anak-anak sendiri, bisa jadi untuk anak adik, anak kakak, untuk adik sendiri atau bisa pula anak orang lain. Misalnya, ketika ada anak dari kawan atau bahkan anak tetangga yang berulang tahun,  anak kita diundang oleh orangtua si anak.  Maka, untuk memenuhi undangan tersebut, memutuskan untuk menghadiri acara ulang tahun anak tersebut, kita cendrung akan membeli mainan.

Kita bisa jadi tidak akan selalu mengikuti keinginan anak ketika mereka meminta kita membeli mainan, terutama mainan yang tidak sesuai dengan ukuran kantong kita, ya karena mahal. Kita akan mencari alasan agar anak mau menrima tawaran kita yang lebih murah. Namun, sering anak-anak tidak mau bila ditawaran yang lain, karena apa yang ia inginkan, ya itulah yang harus dibeli. Jadi, membuat kita sulit bukan? Tentu saja bukan hanya dialami oleh orang tua yang tingkat kemampuan ekonomi mereka terbatas, tetapi juga dari kalangan be have. Artinya, membeli mainan itu memberatkan, apalagi bila harganya mahal.

Berbicara soal harga mainan yang mahal, sebenarnya bila kita melihat nasib anak-anak disabilitas dan orang tua -orang tua yang memiliki anak disabilitas, memiliki kesulitan yang jauh lebih berat. Dikatakan demikian, karena hampir semua mainan dan alat belajar bagi kaum disabilitas itu mahal, ya jauh lebih mahal dibandingkan dengan mainan dan media belajar bagi anak-anak biasa. Ternyata, kebutuhan akan mainan dan alat belajar bagi anak-anak disabilitas itu memang sangat mahal. Bila kebutuhan anak-anak bisa akan alat tulisa seperti rol atau penggaris, orang tua bisa hanya dengan harga di bawah lima ribu rupiah bisa membeli rol untuk anak-anak mereka. Anehnya, untuk anak disabilitas tersebut, rol atau penggaris yang diperlukan bisa paling murag sebesar delapan puluh ribu rupiah. Mahal sekali bukan? Ya, itu adalah salah satu contoh saja. Silakan ditelusuri berapa harga mainan dan media belajar bagi anak-anak disabilitas tersebut.

Kita bisa bayangkan, bagaimana bila anak-anak disabilitas tersebut dilahirkan di keluarga miskin? Mampukan mereka menyekolahkan anak-anak mereka yang menyandang status disabilitas tersebut? Tampaknya sangat sulit, karena mahalnya harga mainan dan media belajar bagi anak-anak disabilitas tersebut. Oleh sebab itu, pemerintah memang harus menyediakan segala fasilitas belajar bagi anak-anak disabilitas tersebut. ya, menyediakan anggrana yang cukup signifikan bagi lembaga pendidikan yang melayani dan mendidik anak-anak disabilitas.



Click to comment