Puisi-Puisi Fitri Aswati R.

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Waktu, sombong

Malam sayup-sayup menghilang
Diterpa waktu yang kian menyombong
Bagai mana tidak?
Ia dengan santai meninggalkan kami dalam sendu
Ia meninggalkan kami dalam pincang
Ia meningfgalkan kami dalam asa retak

Bagaimana tidak?
Ia guyur dalam ringkuk kami
Kami merangkak!
Tersoak!
Waktu hanya bagi yang besar
Waktu hanya untuk yang gagah
Waktu bukan untuk kami!
Yang tergeletak bersama diusangnya nama kehidupan

Kami ingin maju
Itu tak sampai asa 
Kami mundur
Itu terlampau naas
Lalu?
Haruskah berdiri tetap diporos tebing rapuh?

                                                Senin, 13 Agustus 2012


Dialog Fajar

Mak ,esok fajar datang
Membawa takbir yang tergetar
:Benar
Mak, jika esok bener-benar hangat
Masihkah akan punyai kain?
Nak, kain itu lusuh menjadi abu
Mak, jika esok takbir menyahut
Akankah kita bisa berdiri dalam barisan shaf?
:Nak, sujudmu telah ditertawai
Kenapa mak?
Esok akan tiba tapi tiada untuk kita?
:Nak, kemenangan bukan untuk kita 
Pemungut rizki yang terbuang 
Tapi mak, aku ingin seperti mereka
Mereka kuning, merah, biru , putih, dengan warna indah pelangi
:Iya nak,
Tak apa 
Toh, kita hidup tak pernah memilih
Biarkan kita tetep ada
Biar menghiasi langkah indah mereka
Biar hidup seimbang
Berlian dan batu usang
                                                                        
Senin, 13 Agustus 2012


Dentum Meriam

Doar...!
Dentumnya memecah
Merampas utuh
Dentum meriam
Doar...!
Menjagal camping
Hati terglagar sayu
Doar...!
Doar...!
Doar...!

Terendap dalam rongga telinga
Dentumnya meratap 
Terus!
Terus!
Hingga sampai direruntuhan waktu
Doar!
Dan matilah aku
Compang lalu camping
Kemudian lebur
05 April 2012



                                                Penulis : Fitri Aswati R.
                                                Alamat   : Komplek Perumahan Bumi Pusaka Cinere Blok.B 
                                                                 No.31 , Cinere, Depok

Click to comment