Saatnya Pemuda Aceh Besar Bangkit Menjadi Pengusaha

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Sudah saatnya pemuda mandiri. Kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan. Kuliah untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kuliah menggali dan berbagi ilmu, bukan mendengar dan hanya menerima ilmu. Melihat kondisi zaman yang semakin hari semakin menuntut kita untuk bersaing, “siapa cepat dia dapat, siapa lambat tidak selamat”. Kalimat tersebut saya sampaikan pada teman yang akan memulai aksi dalam dunia usaha. Karena bagi mereka yang mempergunakan waktu sebaik mungkin akan selamat dunia akirat.

Untuk menjawab tantangan zaman, maka pemuda Aceh Besar yang bergabung dalam wadah PB - IPAR ( Ikatan Pemuda Aceh Besar) berinisiatif bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar dan KADIN Aceh melaksanakan pelatihan selama dua hari di Gedung BP Paud Dikmas, Aceh Besar. Acara tersebut diikuti ratusan peserta yang antusias ingin menjadi pengusaha dan narasumber yang mengisi materi tersebut berasal dari pengusaha sukses di Aceh Besar, putera Aceh Besar yang menjadi Ketua KADIN Aceh dan Pengusaha Muda dari Jakarta.

Dalam berbagi kisah sukses narasumber mnyampaikan bahwa kekuatan untuk berubah menjadi sukses ada pada diri sendiri. Sebagaimana yang disampaikan Bapak H.Makmur Budiman, SE. sebagai Ketua KADIN ACEH, bahwa untuk menjadi pengusaha harus mampu menglola waktu sebaik-baiknya, memiliki kesabaran yang tinggi, mampu bekerja keras dan memacu diri untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi.

Sesuai dengan zaman, di era digital sekarang ini, masyarakat lebih suka berbelanja di dunia maya melalui media sosial. Berdasarkan data Januari 2019 tentang penggunaan media sosial yang paling banyak dikunjungi orang Indonesia untuk mengetahui informasi yaitu 130 juta dimana 44% pengunjung laki-laki dan 56% pengunjung perempuan.Maka orang lebih suka belanja dan berjualan di media sosial, karena murah,tidak terbatas waktu karena bisa 24  jam, tempat dan lokasi  jangkauannya luas, sederhana, prospek tidak terbatas, sangat fleksibel sehingga nyaris sempurna.

Acara tersebut ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, DR.Silahuddin, M.Ag. dengan memberikan nasehat bahwa  untuk merubah nasib maka mulailah dengan merubah pola pikir diri pemuda sendiri yang harus dirubah demi kemajuan ke depan. Maka apabila pemuda berpikir menjadi pengusaha maka jadilah ia pengusaha.

Ada 3 kata yang mampu mematikan langkah kita menuju kesuksesan yaitu tapi, namun dan andaikata. Bagi pemuda Aceh Besar, sebisa mungkin hindari ketiga kata tersebut dan lebih baik lagi hilangkan kata tersebut dalam pikiran.
Kontributor: Cut Rahma

Click to comment