TIGA TRIK MEMBENTENGI DIRI DARI GODAAN SETAN

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh
Hendra Gunawan, MA
Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padangsidimpuan

Manusia diciptakan Allah SWT adalah untuk satu tujuan yaitu beribadah kepada Allah SWT sebagaimana difirmankan Allah SWT dalam surah adz-Dzariat ayat 56 Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. Namun, dikarenakan adanya iblis/ setan sebagai pihak ketiga yang telah bersumpah dihadapan Allah SWT untuk menggoda insan manusia sebagaimana telah diabadikan dalam al-Qur’an al-A`raf ayat16-17 Iblis berkata, “Karena Engkau (ya Allah) telah menghukumku untuk tersesat, maka sungguh aku akan menghalanghalangi manusia dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi (menggoda) mereka dari hadapan dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”.
Dari sinilah, kemudian banyak insan manusia yang melenceng (lari) dari visi dan misi insan manusia diciptakan Allah SWT yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT lantaran termakan bujukan setan. Maka dalam ajaran Islam, setan adalah merupakan musuh yang selalu berupaya menjauhkan insan manusia dari Allah SWT, mereka mendesain segala bentuk dosa menjadi indah dimata insan manusia dan menancapkan hubbun dunya(kecintahaan terhadap dunia) kepada insan manusia hingga lupa akhirat atau negeri abadi. 
Setan selalu mengelabui insan manusia, menghalangi-halangi insan manusia dari kebaikan dan kebenaran sertamenggelincirkan insan manusia kedalam kesesatanBahkan, dalam shalat pun setan selalu terus-menerus mengganggu insan manusia sehingga membuat kita tidakkhusyuk (konsentari) dalam shalat karena mereka merayu dengan mengucapkan ingatlah ini ingatlah itu sampai-sampai kita lupa sudah berapa rakaat shalat yang kitalaksanakan.
Bahayanya, bagi kita yang tergolong imannya yang masih lemah akan mudah untuk terpedaya dengan segala rayuan setan sehingga banyak kita insan manusia yang kemudian melakukan kemaksiatan atau perbuatan-perbuatan yang haram (yang dilarang dalam agama Islam), maka sudah seharusnya kita menjaga diri dari godaan-godaan setan yang terkutuk, antara lain sebagai berikut :

1. Doa atau Bermohon Kepada Allah SWT
Kita sebagai insan manusia adalah merupakan makhluk yang lemah, dibandingkan dengan setan dan jin sebab kita tidak bisa melihat mereka sedangkan mereka dapat melihat kita, kita belum mengenal secara pasti seperti apa wujud setan namun mereka terus-menerus menggoda dan menjerumuskan kita. Maka mau tidak mau, hanya Allah SWT tempat kita mencari perlindungan supaya terhindar dari tipu daya setan yang salah satunya adalah berdoa atau memohon kepada Allah SWT sebagaimana dianjurkan Allah SWT dalam al-Qur’anpada surah al-Mukmin ayat 97-98 yang berbunyi sebagai berikut :
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
Artinya :
Dan katakanlah: “wahai Rabbi, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan godaan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabbi, dari kedatangan mereka kepadaku”. {Qs. al-Mukminun/23:97-98}.
Pentingnya berdoa untuk memohon perlindungan dari godaan setan, maka tidak heran bahwa pada segala urusan termasuk membaca al-Qur’an dianjurkan memulainya dengan kalimat ta`awudz yaitu a’udzu billahi minasy syaithanirrajim (aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk). Tidak hanya itu, ta`awudz juga dianjurkan ketika sedang marah sebab amarah(kemarahan) bersumber dari setan maka harus memohon perlindungan dari Allah SWT agar terlepas dari bujuk rayu setan dengan mengucapkan ta`awudz, sebagaimana diceritakan Sulaiman bin Sard  bahwa ia pernah duduk bersama Rasulullah SAW ketika itu ada dua orang yang sedang bertengkar, salah satunya berubah menjadi marah dengan suara yang tinggi, lalu Rasulullah SAW bersabda sesungguhnya aku tidak mengetahui sebuah kalimat yang dapat menghilangkan kemarahan pada diri seseorang, maka sebutlah a’udzu billahi minasy syaithanirrajim.
Maka sudah semestinya, kita senantiasa berta`awudzapabila dilanda sifat tamak (rakus)hasad (iri atau dengaki), dan angkuh (sombong) yang kesemua ini merupakan bagian dari penyakit hati yang telah disuntikkan setan kedalam hati seorang insan manusia.

2. Dzikir
Ibnu Abi Dunya, dalam sebuah riwayat menuliskan bahwa Rasulullah SAW pernah mengibaratkan setan seperti virus (kuman) di hati insan manusia, apabila insan manusia selalu berdzikir atau ingat kepada Allah SWT maka setan alias kuman tersebut akan kabur (mati). Sebaliknya, ketika hati seorang insan manusia sedang lupa kepada Allah SWT maka setan itu pun akan bereaksi menggodanya.
Maka sudah semestinya, di setiap detik kita selalu mengingat Allah SWT mulai bangun, beraktivitas memulai segala sesuatu pekerjaan dengan menyebut nama Allah SWT yaitu bismillahirrohmanirrohim (Dengan nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), dan sampai tidur pun harus dengan bismillah. Termasuk rumah kita jangan sampai diisi musik-musik yang dapat melupakan kita kepada Allah SWT namun harus diisi dengan bacaan-bacaan al-Quran untuk selalu mengingatkan kita kepada Allah SWT, bahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim ditegaskan sebagai berikut :
عن جابر قال: سمعت رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يقول: (إذا دخل الرجل بيته، فذكر اللَّه –تعالى- عند دخوله، وعند طعامه، قال الشيطان لأصحابه: لا مبيت لكم ولا عشاء، وإذا دخل فلم يذكر اللَّه –تعالى- عند دخوله، قال الشيطان: أدركتم المبيت، وإذا لم يذكر اللَّه –تعالى- عند طعامه، قال: أدركتم المبيت والعشاء) رَوَاهُ مُسلِمٌ
Artinya:
“Dari Jabir radhiyallahu’anhu, beliau berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang laki-laki memasuki rumahnya lalu mengucapkan “bismillah” ketika masuk, dan ketika makan, maka setan berkata kepada teman-temannya: “Kalian tidak mendapatkan tempat menginap dan makan malam”, namun apabila ia masuk rumahnya dan tidak mengucapkan “bismillah” maka setan berkata: “Kalian mendapatkan tempat menginap”, lalu apabila ia tidak mengucapkan “bismillah” ketika makannya, setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat menginap dan makan.” {HR. Muslim}

3. Muklhisin atau Menjaga Keikhlasan dalam Setiap Amal Ibadah dan Perbuatan
Sesungguh, disetiap detik hidup, hembusan nafas, danamal perbuatan yang kita kerjakan tidak terlepas dari upaya setan untuk menggoda, menyesatkan, dan terus berupaya menghanyutkan kita agar semakin jauh dari jalan yang benaratau syariat Islam sebab ini adalah tugas utama setan/ iblis, itu makanya shalat yang hanya ± 5 menit begitu sulit dan berat padahal nongkrong di cafe (kede kopi) berjam-jam terasa asyik. Namun, pada surah Shad 83 setan mngakui bahwa ada golongan insan manusia yang tidak bisa ditaklukkan mereka sebagaimana ditegaskan dalam ayat berikut ini:
قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78) قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79)قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81) قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83)
Artinya:
Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah makhluk yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan." Iblis berkata: "Ya Tuhanku, berilah penangguhan kepadaku sampai hari mereka dibangkitkan." Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)." Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka”. {QS. Shad: 77-83}

Setiap ibadah ataupun amal perbuatan yang dilakukan oleh hamba Allah SWT, setan akan selalu berupaya menyimpangkan amal tersebut agar tidak dilakukan dengan ikhlas, ia berupaya keras agar amal tersebut menjadi amalan yang riya (pamer) sehingga rusak alias tidak bernilai lagi di hadapan Allah SWT. Namun, orang-orang yang mukhlisin tidak akan bisa dirayu oleh setan untuk pamer sebab mereka telah mengikhlaskan semua ibadah yang mereka lakukan adalah mutlak secara totalitas untuk mengharap keridhaan Allah SWT atau mengharapkan kasih sayang Allah SWT.

Terlepas trik membentengi diri dari godaan setan, para ulama juga berbeda pendapat tentang setan bahwa kata asy-syaithan yang isim musytaqnya (kata jadian) dari kata syathana yang artinya menentang, menyalahi, dan jauh. Di dalam al-Qur’an kata syaithan disebutkan sebanyak 4x, asy-syaithan disebutkan sebanyak 83x, syayathin disebutkan sebanyak 1x dan asy-syayathin disebutkan sebanyak 13x. Asy-syaithan bisa dari jenis jin dan bisa juga dari jenis manusia sebagaimana diterangkan Allah SWT dalam salah satu firman-Nya yang artinya,
“Demikianlah Kami menjadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).”{QS Al-An‘am/6: 112}. Bahkan dikisahkan dalam sebuah hadis, yang menggambarkan betapa setan dari jenis manusia itu lebih buruk atau berbahaya. “Abu Dzar apakah engkau memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan setan dari golongan manusia dan Jin?” Abu Dzar menjawab, “Wahai Rasulullah SAW, apakah dari manusia ada setan?” Rasulullah SAW menjawab, “Ya, dan mereka lebih jahat/buruk daripada setan dari golongan jin.” Dalam hadis lain, diterangkan bahwa Malik bin Dinar berkata, “Sesungguhnya setan dari jenis manusia lebih berbahaya bagiku daripada setan dari jenis jin. Karena, jika aku berlindung kepada Allah SWT setan jin akan pergi dariku,sedangkan setan manusia justru mendatangiku dan mendorongku ke arah maksiat.”
Dengan kata lain, bahwa kata syaitan (setan) yang dimaksudkan di sini adalah berupa sifat yang bisa saja ada pada manusia yaitu orang-orang yang bersifat atau berprilaku sama seperti setan selalu mengajak kepada kemaksiatan termasuk orang-orang yang mendirikan tempat-tempat maksiat agar orang lain terjerumus ke lembah maksiat. Terlebih-lebih para pengedar narkoba yang dapat merusak putra-putra bangsa wajar dijuluki sebagai setan berwujud manusia. Na’ujubillahi min jalik

Penutup
Ketiganya, merupakan alat proteksi (pelindung) yang mampu melindungi kita dari segala tipu muslihat setan yang terkutuk dengan senatiasa memperbanyak berdoa, berdzikir, dan selalu ikhlas dalam melaksanakan semua ibadah untuk mengharap keridhaan Allah SWT. Dengan demikian, semoga kita dapat terlepas dari semua bentuk tipu daya setan yang terkutuk. Amin ya rabbal ‘alamin


Click to comment