Asa Menjadi Guru

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
                   
Foto ketika di SD Bivak

Oleh Iskandar Is
Kepala SD Negeri 2 Krueng Simpo, Juli, Bireun, Aceh.


(Catatan Seorang Guru)
Bagian Kedua

Saat itu juga tergugahlah hati untuk kelak aku menjadi seorang guru, tak pernah merasa bosan menjalani kehidupan masa sekolah. Setiap hari belajar dan terus belajar dengan penuh semangat.
Alhamdulillah di sekolah dasar, aku selalu mendapat peringkat tiga besar. Itu berkat aku selalu rajin belajar.


Masa Sekolah Menengah Pertama

Mulai tahun 1986, kami berdua dengan adik datang masa berpisah sekolah. Adikku tetap menghabiskan sekolah dasar, sedangkan aku sudah tiba untuk melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Sekarang aku sudah duduk di bangku SMP Negeri Juli. Disini pun aku semakin giat lagi untuk belajar, juga aku tidak lepas dari peringkat tiga besar.

Tidak lama kemudian di SMP pun belajar sangat menyenangkan. Disini pun semua gurunya tidak kalah menarik. Mulai dari kelas 1 naik ke kelas II, terus naik kelas III, sehingga pikiran dan hasrat hati terus bertambah kuat untuk aku menjadi seorang guru yang professional. Begitulah setiap hari berganti hari.

Melanjutkan ke Jenjang yang lebih tinggi

Pada tahun 1986, selesailah sudah studiku di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Mulailah aku melanjutkan ke sekolah jenjang yang lebih tinggi, yaitu pilihan hatiku bersama orang tuaku. Itulah idolaku, kegemaranku, kesukaanku sekolah pendidikan Guru. Tiga tahun kujalani pendidikan di tingkat menengah, juga nilai yang kudapatkan tidak pernah rendah. Selalu hasil tetap memuaskan. Aku dapat sepuluh besar. Di SPG aku mendapat jurusan IPA matematika.

Keinginan hati pun semakin menggejolak untuk menjadi seorang guru. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun pikiranku terus kujalani. Pahit getirnya usaha seorang keluarga dari petani untuk menjalani sekolah pendidikan Guru juga jangan ditanya bagaimana hasilnya atau berapa setiap panen yang didapatkan. Begitulah keluh kesah selalu yang didapatkan oleh orang tuaku. Kami berdua dengan adik, memelihara ayam untuk dapat membantu keperluan sekolah kami, ketika orang tua kurang hasil panennya.

Lulus Studi


Tepat sekali, tahun 1989 luluslah sudah stud ku di pendidikan Guru.
Dengan izin Allah pada waktu itu juga jodohpun bersua di dalam kehidupanku. Singkat cerita pada tahun 1990 aku terus berumah tangga, Alhamdulillah dalam waktu 10 tahun kujalani pernikahanku dengan keindahan juga keharmonisan dengan beribu rintangan dalam rumah tangga kami . Dengan penuh syukur serta ridha Allah kami dikaruniai anak, dua laki-laki juga dua perempuan. Itulah titipan Allah dengan rasa syukur juga bercampur bahagia dan tidak lepas dengan rasa tanggung jawab mendidik mereka kuberi ia ilmu pengetahuan yang mendalam sehingga anak-anak tersebut sedikit demi sedikit tumbuh besar dengan perlahannya waktu mereka pun harus berhasil demi menggapai semua yang mereka impikan serta apa yang mereka cita-citakan.

Click to comment