BERGURULAH, SEKALIPUN ITU PADA “OM GOOGLE”

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>



Dok. Pribadi

Oleh  : Rosi Yuliana, A.Md

  Alumnus Teknik Elektronika Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)  Unsyiah Banda Aceh, Staf Bidang Penanaman Modal Dinas PMP2TSP Kab. Aceh Jaya


Di tangga yang sudah lapuk ini, saya duduk merenungi kisah yang pernah saya alami tepat pada 3 tahun yang lalu, dimana saat itu saya  masih menempuh pendidikan di salah satu Universitas ternaman di Aceh. Pada saat saya datang dari kampung halaman untuk melakukan proses ppendaftaran kuliah, jujur saja jurusan yang saya ketahui hanyalah jurusan yang menurut saya umum di segala bidang pekerjaan yang ada di kota maupun di kampung, seperti FKIP, Kesehatan, Ilmu Administrasi, Ekonomi dan kedokteran mungkin bagian besarnya adalah itu, dan hanya itu yang saya ketahui. Setelah tibanya saya di fakultas tersebut yang tersedia hanyalah tinggal 2 jurusan saja, yaitu Teknik Elektronika dan Manajemen Informatika, sempat terlintas di fikiran saya jurusan apa itu? Saya sama sekali tidak mengetahui visi dan misi dari jurusan tersebut karena saya lulusan SMA dan bukan SMK. 
Pada saat saya melakukan pendaftaran dan mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa tersebut, kemudian selang dari beberapa hari saya diterima di jurusan Teknik Elektronika. Sebenarnya saya tidak terlalu berharap karena saya tidak mengerti apa yang akan saya pelajari tentang bidang itu dan peluang apa yang akan saya dapatkan di kemudian hari. Karena saya termasuk siswi yang tidak berprestasi di sekolah. Di setiap pembelajaran di sekolah saya lebih menyukai kegiatan ekstra kulikuler atau organisasi yang menurut saya itu adalah bagian dari hoby saya seperti bermain musik, menyanyi, mendaki dan kegiatan lainnya yang menantang. Sempat saya bermasalah dengan beberapa guru saya disebabkan oleh nilai saya yang terus menurun, sehingga akan berisiko untuk saya lulus dari sekolah tersebut.  Ya bagaimana lagi, kegiatan di luar lebih saya senangi daripada duduk dan belajar di bangku sekolah. Begitulah kira-kira saya pada usia yang saat itu. Intinya saya bukanlah siswi yang pintar atau popular di sekolah..
Pada saat saya mengikuti beberapa mata kuliah di kampus, saya sangat terkejut karena pelajaran ini lebih sulit dari apa yang saya pelajari di sekolah. Hal ini membuat saya kesulitan lagi dalam belajar. Sempat terfikir oleh saya, apakah kejadian itu akan terulang kembali di kuliah saya? Cemas saya dibuatnya.  Sempat menghubungi orang tua untuk meminta agar saya pindah jurusan saja. Ya, bagaimana lagi orang tua saya tidak menyetujuinya karena beberapa faktor alasan dan pada akhirnya saya lalui beberapa semester  perkuliahan.  Saya masih menemukan kesulitan di sana sini. Sempat pula saya berfikir bagaimana jika saya mengecewakan orang tua saya untuk kedua kalinya, sungguh itu sebuah beban.
Pada semester selanjutnya, mulai belajar mata kuliah kejuruan, tidak seperti mata kuliah pada semester sebelumnya yang masih kategori mata kuliah umum (MKU). Di sini saya menemukan kesulitan yang luar biasa yaitu harus berhadapan dengan komputer/monitor dan alat teknologi canggih lainnya yang sama sekali saya belum pernah menggunakanya sewaktu saya di SMA. Maklum saja sekolah saya dulu  sarana pendukungnya masih sangat minim. Saat itu sebagian teman saya langsung berbondong-bondong untuk membeli laptop berbagai jenis dan merek untuk sarana pendukung proses pembelajaran mereka. Dan pada saat itu saya belum berkesempatan untuk membeli laptop dikarenakan kondisi keuangan orang tua saya yang sedang naik turun di dalam usaha yang sedang mereka jalankan dan itu lagi-lagi menjadi beban fikiran bagi saya yang sangat berat pada saat itu.  Belum lagi sindiran teman dan dosen karena selalu meminjam laptop teman dan telat mengumpulkan tugas yang diberikan, sehingga fikiran itu semakin mengganggu. Pada akhirnya saya memutuskan untuk bekerja paruh waktu, menabung untuk bisa membeli alat sarana pendukung untuk kelancaran perkuliahan. Dan perjalanan saya untuk menabung itu sangat sulit sekali dan melelahkan, sehingga tenaga saya terkuras habis karenanya.  Saya bekerja sebagai pembersih blok tanaman dan memasukkan pupuk ke dalam polibag yang jumlahnya tak terhingga, dan itu membuat tangan saya bengkak dan luka-luka, sehingga susah bagi saya menulis catatan yang diberikan dosen kepada saya dan mahasiswa lainnya.
Di samping itu, saya juga menjual berbagai pernak-pernik perhiasan unik di kampus  dan juga kampus tetangga.  Alhamdulillah itu semua membawa keberkahan bagi saya sehingga saya sukses dalam menabung untuk membeli laptop tersebut. Saya juga bisa menafkahi diri saya selama perkuliahan saya.  Jujur saja, saya tidak ingin memberatkan kedua orang tua saya yang kondisi ekonominya yang sedang tidak menentu.
Pada saat pembelajaran yang menggunakan computer, saya merasa sangat ketakutan untuk mengoperasikan computer.  Jujur saja, saya tidak mahir komputer, namun tuntutan tugas mata kuliah itu harus menggunakan computer, jadi mau tidak mau saya harus memberanikan diri untuk mengotak-ngatikkan komputer tersebut. Bagaimana saya bisa mahir computer bila di bangku kuliah  tidak diajarkan lagi komputer itu dari nol. Apalagi sebagian dosen beranggapan ilmu komputer sudah diajari semenjak kita SMP sampai SMA. Padahal justeru pada saat saya masih SMA, sarana dan prasarana komputer masih sedikit.
Akhirnya karena tuntutan tugas, saya terpaksa belajar perseorangan. Meskipun terkadang saya hanya berguru pada “OM GOOGLE”. Dengan keseringan saya belajar tentang ilmu komputer pada “OM GOOGLE”,di sinilah saya menemukan hobby baru,  yaitu mengotak-ngatik komputer, baik hardware maupun software. Di sini saya benar-benar menemukan hobby yang luar biasa. Saya bisa berimajinasi melalui desain dan juga membuat program robotic sesuai dengan kemauan saya. Pada akhirnya tahapan perkuliahan itu saya selesaikan dengan baik dan mudah.
Saya lulus pada tanggal 17 November 2016. Alhamdulilah saya selesaikan kuliah saya tepat waktu yaitu 6 semester atau 3 tahun.  Saya yakin dengan kemampuan komputer, saya datang ke salah satu instansi di daerah saya dan saya ikuti tahapan wawancara yang akhirnya saya diterima di instansi tersebut dengan bekal yang saya punya. Alhamdulillah karir saya berkembang dengan baik, sehingga atasan saya memercayai saya sebagai administrasi komputer di instansi tersebut. Jadi, saya  berkesempatan pula untuk mendalami ilmu saya pada bagian Administrasi perkantoran di BBPLK Semarang Jawa Tengah. 
Di sinilah saya akin bahwa tidak semua perjalanan hidup atau keinginan akan terwujud seperti apa yang diinginkan atau diimpikan. Manusia tentunya  hanya mampu merencanakan, tetapi takdir Tuhan bisa saja berkata sebaliknya. Sebagus-bagus rencana adalah apa yang telah ditakdirkan Tuhan. Yakinilah, hadapilah dan berusahalah hingga titik temu itu berjumpa pada saat yang telah dicocokkan dengan keadaan kita. Lupakan masa lalu yang suram dan hampir membuat gagal di masa depan. 
Maka, galilah ilmu walaupun di luar perencanaan kita. Sebaiknya, kita perbanyak pengalaman dan perjalanan dengan fokus pada satu pendirian dan memetik apa yang baik bagi kita. Tentu, lebih baik  membuang apa yang tidak berguna menurut kita, sekalipun ilmu itu kita dapatkan sama seperti berguru pada “OM GOOGLE”. 

Click to comment