MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh: Dony Purnomo

Guru SMAN 1 Purwantoro, Wonogiri Jawa Tengah

Guru dalam bahasa jawa sering dijadikan akronim yaitu digugu dan ditiru yang artinya dapat dijadikan panutan dan contoh yang baik. Waktu kita sekolah dulu seringkali merasa senang dan bahagia saat seorang guru tidak hadir di kelas. Ketidakhadiran guru seolah angin segar untuk bisa bernapas sejenak dan terbebas dari cengkraman guru yang tak disukai dalam pembelajaran.

Disadari atau tidak, seorang guru merupakan tiang sentral dalam proses pendidikan di sekolah. Selama proses pendidikan di sekolah, guru berperan sebagai orangtua kedua bagi peserta didik dalam membentuk sikap, spiritual, pengetahuan dan keterampilan peserta didik.

Ki Hajar Dewantara mengibaratkan sekolah sebagai sebuah taman. Di taman itu peserta didik dapat belajar dengan senang hati dan didampingi oleh guru yang menyenangkan sehingga ketika seorang guru tidak hadir di kelas peserta didik selalu merindukannya untuk didampingi dalam proses pembelajaran.

Menjadi guru yang menyenangkan dan selalu dirindukan oleh peserta didik bukanlah perkara mudah, karena dalam proses pembelajaran kadang ada hal-hal yang membuat peserta didik tidak nyaman. Ada beberpa cara agar menjadi guru yang selalui dirindukan oleh peserta didik diantaranya;

Pertama, Tersenyumlah dengan ikhlas. Senyum adalah bagian dari pancaran hati, ketika setiap kali bertemu dengan peserta didik selalu memberikan senyum dengan ikhlas maka peserta didikpun akan menyambutnya dengan keikhlasan pula.

Kedua, Berikan mereka bimbingan bukan cacian. Ketika proses pembelajaran seringkali menghadapi peserta didik yang berbeda dengan teman-teman pada umumnya baik dari segi bersikap maupun bertingkah laku. Kadang kala ada peserta didik yang cenderung sikap dan berperilaku negatif. Ketika menemui hal itu maka rangkul mereka dan berikan mereka penyadaran untuk berubah kearah yang lebih baik.

Ketiga, Bersikaplah terbuka. Pada dasarnya tidak ada makhluk yang sempurna termasuk guru. Guru yang terbuka akan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengkritik dan memberi masukan. Masukan dari peserta didik itulah yang dapat dijadikan bahan untuk introspeksi bagi seorang guru untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Keempat, Ciptakan hubungan yang harmonis. Hubungan antara guru dan peserta didik adalah hubungan orangtua dan anak dalam proses pendidikan. Ketika antara guru dan peserta didik telah terjalin hubungan yang harmonis akan tercipta suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. 

Kelima, Berika petuah dan motivasi tentang kehidupan. Peserta didik mayoritas masih polos mengenai petuah dan motivasi hidup karena mereka belum banyak mengenyam kehidupan. Untuk memberikan mereka bekal kehidupan maka seorang guru harus selalu menyisipkan motivasi kehidupan untuk bekal mereka.

Jika seorang guru hanya memberikan ilmu maka internetpun bisa memberikan ilmu pengetahuan. Petuah-petuah serta motivasi dalam menjalani kehidupan sangat mereka butuhkan sehingga ketika mereka telah lulus dan menjalani kehidupan dapat mengingat motivasi dan petuah yang diberikan oleh guru.

Guru adalah tugas mulia, bukan hanya sekedar mata pencaharian belaka melainkan lading amal yang berbuah pahala. Dengan ilmu dan petuahnya lah kelak akan menghasilkan peserta didik yang kelak akan mengantarkannya menuju surga.

Click to comment