Warna-Warni Kehidupan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Dok.LKP Kembar


Oleh : Rosi Yuliana, A.Md
Alumnus Jurusan  Teknik Elektronika FMIPA Unsyiah Banda Aceh
Staff Penanaman Modal Dinas PMP2TSP Kabupaten Aceh Jaya


Teruntukmu, kita dan mereka yang saat ini sedang menjalani atau menempuh jalan cerita masing-masing. Tentunya bukan hanya tentang pelangi yang memberikan warna-warna indah yang tersusun berbentuk melengkung dan siapapun yang melihatnya akan terasa seperti melihat ketenangan yang tiada tara, sehingga membuat hidup terasa lebih nyaman dan tentram. Tetapi Seperti yang kita ketahui sebelum munculnya pelangi telah terjadinya badai yang diselimuti awan hitam, serta guyuran hujan yang lebat. Begitu juga dengan hidup tidak selamanya keterpurukan akan kegagalan terus menyelimuti hidup ini, jika diyakini serta usaha untuk menggapai impian tersebut. 
Berbicara soal kegagalan ,banyak sekali jenis kegagalan dalam hidup kita. Ujian hidup yang dihadapi bermacam ragam, baik itu kegagalan dari segi hubungan, kegagalan untuk melanjutkan studi, kegagalan karier dan bisnis ataupun kegagalan lainnya. Yang mungkin hampir dirasakan oleh keseluruhan manusia di muka bumi ini. Kegagalan bisa dikatakan hal yang paling sering dirasakan dalam hidup, ketika seseorang sedang memperjuangkan sebuah keinginan atau impian yang ingin diperoleh. 
Dari masa usia kandungan yang namanya manusia membutuhkan sebuah proses yang besar demi kelancaran hidup. Tentu saja bantuan dorongan pertama yang kita rasakan adalah dari ibu yang memberikan asupan gizi semenjak kita masih di dalam kandungan, hingga sampai tiba waktunya kita melihat dunia. Dari sana peran seorang ibu juga belum berhenti, banyak proses yang dilakukan oleh seorang ibu dan ayah untuk mendidik kita agar menjadi pribadi yang baik dan mandiri.
Beranjak dewasa, seorang anak mungkin agak lebih cenderung menghadapi atau menjalani hidupnya sendiri tanpa pengaruh dan pendapat orang tua, karena apa yang dihadapi di luar perkarangan rumah mungkin sangat berbeda, baik dari segi aktifitas belajar mengajar dan aktifitas lainnya, sehingga waktu kebersamaan antara anak dan orang tua sangat terbatas. Akibatnya,  banyak orang tua yang tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh anaknya di luar sana, baik itu berupa kegembiraan, keterpurukan atau beban lainnya yang dihadapi oleh sang anak. Terkadang beban yang dihadapi oleh sang anak berpengaruh besar dalam hidupnya, baik itu karakter ataupun pola pikirnya 
Ketika b,eranjak dewasa memang karakter dan pola fikir seseorang  berubah.  Karakter manusia itu sendiri tentunya berbeda-beda. Kedewasaan bukan hanya terukur dari segi berapakah usia, tetapi karakter dan pola fikirlah yang dapat memutuskan kedewasaan seseorang. Peran kedewasaan ini sangat penting bagi kehidupan, karena hidup semakin ke depan, semakin banyak rintangan dan hambatan yang akan ditemui. Hidup mengajarkan kita banyak hal, tentunya dari apa yang kita dapat dan apa yang kita peroleh, sehingga itu terbungkus menjadi sebuah pengalaman baik itu pengalaman terbaik atau pengalaman terburuk sekalipun. Di sinilah awal mula bermainnya karakter dan pola fikir manusia. Jika kita menemukan kegagalan terus menerus, maka janganlah patah semangat, apalagi berhenti. Teruslah melangkah dan melihat ke depan. Semakin kita menemukan kegagalan, maka semakin dekatlah kesuksesan itu, karena berkat tingkatan kegagalan yang kita temui.  Artinya apa? Belajarlah dari kegagalan dan ubahlah kesalahan yang membuat kita gagal di hari kemarin. Ambilah sisi positif dari sebuah kegagalan. Salah satu caranya adalah  dengan  belajar. Ya, belajarlah dari kesalahan.
Apabila posisi kita saat ini berada di titik terendah dan merasa patah, hancur berkeping-keping, maka janganlah berputus asa. Yakinlah di setiap kehancuran yang menimpa itu bukanlah akhir cerita kisah kehidupan kita. Tetapi bagaimana?  Kita ibaratkan sebuah pensil yang utuh, lalu dipatahkan dalam sekejap, hancur remuk dan rusak, baik itu karena kita maupun kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, apakah pensil itu masih berguna? Tentunya orang akan melemparkannya ke dalam tong sampah. Lalu, ketika kita ingin membuang pensil ini ke dalam tempat sampah, karena kita kecewa pensil ini sudah tidak berguna lagi, maka ketahuilah untuk tidak membuangnya. Pensil itu masih berguna, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Jangan ambilkan tempat sampah untuk membuangnya, tetapi ambilah serutan untuk mengasah dan membentuknya dan lihat apa yang terjadi. 
Sama halnya dengan hidup kita, kita boleh kecewa dan  boleh menangis, karena merasa hancur dan remuk, tetapi jangan pernah  merasa bahwa kita tidak berguna dan putus asa. Kita sangat berharga dan masih ada jalan dan masih ada yang bisa  dilakukan. Kuncinya bagaimana?“TERIMALAH KENYATAN” walaupun kenyataan yang harus kita terima bukanlah sesuatu yang sangat mudah yang terkadang sangat menyakitkan dan terkadang membutuhkan suatu proses yang sangat memakan waktu. Maka hadapilah kenyataan itu dengan cara belajar dari waktu, kegagalan dan pengalaman. Semua akan berjalan dengan baik-baik saja dan teruslah bersyukur karena cerita kemarin dan hari ini. 

Click to comment