ANDAI AKU BISA MEMILIH

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh  Dr. H. Roeslan Abdul Gani, M. Pd 
Mantan Kadisdik Pidie Jaya


Awalnya aku seperti anak anak yang lain pikirku, 
Di rumah dan di sekolah, aku dan beberapa teman ku lainnya baru merasakan adanya sedikit perbedaan dengan orang lain
Bahkan ada di antara kami tidak menyadari adanya perbedaan tersebut. 
Bahkan ada teman saya yang berpikir (mungkin) mereka yang tidak sama seperti kami lah yang kekurangan. 
Namun di balik semua itu, 
Karena aku, anda dan kita semua yang terlahir adalah bibit unggul yang telah mengalahkan ribuan bahkan jutaan saudara kita sendiri di rahim ibunda kita masing masing. 
Jadi walaupun kami seperti ini dan anda seperti itu, berbeda kata orang. 
Seiring perjalanan waktu, aku menyadari kita memang berbeda. 
tentu aku dan ibunda tidak akan memilih terlahir dan hidup seperti ini. 
Sekali lagi kami bersyukur pada sang Khaliq, kami telah diberi kesempatan seperti ini bersekolah, bermain, padahal tidak sedikit teman kami yang lain tidak bisa bersekolah,
Dan mereka tak bisa dan tidak mungkin marah, karena mereka tahu kami tidak mengerti tentang marah. 
Terima kasih para guru kami,


tumbuh sebagai anak yang normal, 
Lambat laun, berganti hari ke tahun aku pun tumbuh seperti ini,
Kami pikir, mereka seperti kami dan kami pun seperti mereka. 
patut kami syukuri Allah SWT yang telah memilih dan memberi kami hak untuk hidup.
Awalnya adalah sama, sama sama bibit unggul yang telah menang untuk dilahirkan. 
Tetapi meski terlahir seperti ini, ini bukanlah pilihan kami dan ibunda, suratan takdir udah pasti. 
Andai kami bisa memilih, 
Aku dan teman ku juga ingin terlahir dan hidup seperti teman temanku di luar sana, hidup normal kata orang. 
walaupun mereka hidup normal. 
Terima kasih ibu dan ayahnda serta guru yang telah menuntun, membimbing, mengajari kami semua seperti ini dengan penuh sabar. 
Kadang wajah mereka penuh peluh, namun mereka tetap tersenyum. 
Kami yakin mereka sangat ikhlas bersama kami. 
semoga abdimu dibalas oleh Allah SWT, 
doa kami agar anda selalu dan selamanya, dimanapun dan kapanpun tetap bahagia...semoga kita menjadi husnul khatimah....amin.

Puisi ini saya persembahkan untuk anak-anak inklusif, orang tua, dan para guru....
by Dr. H. Roeslan Abdul Gani, M. Pd (mantan Kadisdik Pidie Jaya)

Click to comment