Cinta Dalam Perspektif Islam

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh: Afdhal Jihad

Mahasiswa, Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra, Jakarta


Cinta adalah salah satu jenis perasaan yang human yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Allah dan dikaruniakan ke dalam hati manusia. Pada saat ini, banyak yang terjadi kekeliruan atas memahami kata cinta tersebut, sehingga cinta tidak lagi berjalan sesuai dengan fitrahnya. Ini sangat miris ketika cinta yang berkembang pada masyarakat ini ke arah negatif. Istilah cinta yang berkembang dalam linkungan masyarakat saat ini adalah sebagai penyebab terjadinya pertikaian dan kerusakan dalam kehidupan individu dan sosial. Padahal, cinta sangatlah berjasa bagi manusia, karena berkat cinta, manusia dapat membentuk sebuah keluarga, mempunyai keturunan dan menggariskannya, serta hidup harmonis dalam bermasyarakat.

​Kecintaan Allah SWT kepada Nur Muhammad menjadi dasar penciptaan alam semesta dan makhluk-makhluk lainnya. Salah satunya penciptaan makhluk yang dikenal dengan sebutan manusia. Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang sempurna. Adapun yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Allah lainnya adalah akal, dan manusia juga diberikan sebuah fitrah (cinta).

​Islam adalah agama cinta karena segala persoalan yang ada di dunia ini termasuk semua bentuk perbuatan manusia telah diatur di dalamnya dengan penuh cinta. Agama Islam diturunkan oleh Allah SWT untuk dijadikan pedoman hidup bagi manusia baik yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah (hablum minallah), maupun hubungan manusia dengan manusia (hablumminannas). Makna Cinta dalam kacamata agama Islam yaitu cinta adalah hasrat yang dimiliki oleh setiap manusia, dimana timbul rasa ingin memiliki atau rasa suka dalam dirinya. Cinta dalam pandangan agama, mencintai hal yang sangat berarti bagi diri di sepanjang hidup manusia, kasih dimana sesuatu yang dimiliki adalah hal yang sangat berarti untuk saling menghargai antara sesama manusia. Cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataannya, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Pada dasarnya, Cinta adalah salah satu fitrah yang diberikan oleh Allah kepada hamban-Nya, yang bersifat hudhuri. Di dalam Al- Quran “Cinta” disebutkan dengan kata (al-hubb), al-hubb adalah cinta dan kasih sayang paling murni. Al-Hujwiri mengatakan bahwa hubb boleh jadi berasal dari kata habb yang bermakna benih. Hubb bermakna demikian karena ia bersemayam di benih-benih hati, tetapi tidak tergoyahkan sebagaimana benih tetap berada di tanah dan menjadi sumber kehidupan meski hujan dan badai menerpa dan panas matahari membakar. Hubb juga disebut demikian karena kata itu berasal dari hibbah yang berarti benih tanaman.  Cinta disebut hubb karena sebagaimana hibbah adalah benih tanaman, ia adalah benih kehidupan.

Secara sederhana, cinta merupakan rasa suka atau rasa sayang. Cinta juga merupakan satu hal yang selalu condong kepada kebaikan. Dalam Al-Quran kata cinta tidak kurang dari 80 ayat, beberapa diantaranya disebutkan berulang dalam satu rangkaian ayat. Adapun dalam Al–qur’an yang artinya; “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangann hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga),(Qs..Al-Imran,14).

​Objek cinta dalam ayat-ayat itu ternyata sangat bervariasi, tidak hanya berbicara sebatas antara manusia. Pada umumnya dalam islam, pengertian cinta sangatlah luas. Cinta yang utama adalah kepada  Yang Maha Cinta, Allah SWT. Kemudian kepada Rasul Saw dan keluarga serta sahabat-sahabatnya. Cinta kepada Al-Qur’an. Lalu cinta kepada kedua orang tua dan mausia lainnya. Serta cinta kepada lingkugan (alam semesta).

​Apabila dikaji dari ayat-ayat Al-qur’an, maka cintadalam islam dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok, di antaranya yaitu:

• Cinta kepada Allah SWT
​Sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat Al-qur’an di atas, cinta yang utama adalah cinta kepada Allah Swt. Yang mana seorang hamba beribadah kepada Allah berasaskan cinta lebih dari sekadar mengharapkan surga atau takut neraka. Adapun Imam Shadiq menyataka tentang ibadahnya sendiri:

​“Manusia beribadah kepada Allah terbagi menjadi tiga kelompok: satu beribadah kepada Allah demi pahala. Ini adalah ibadah orang rakus dan itu adalah ketamakan. Kedua, beribadah kepada Allah disebabkan takut neraka. Ini adalahi badahnya budak dan ini adalah ketakutan. Ketiga menyembah Allah disebabkan cinta dan sayang kepada-Nya yang merupakan ibadah orang mulia dan itulah sumber keamanan dan ketetraman. Sebagaimna Allah berfirman, QS. an-Naml, ayat 89 dan QS. Ali Imran, ayat 31.

​Demikialah siapapun yang mencintai Allah Swt, Allah akan mencitainya juga, dan siapapun yang dincitai Allah ia akan aman (dari huru-hara hari kiamat).”

Allah berfirman dalam al-qur’an : “ dan diantara mausia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintai sebagaimanamereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, mereka sangat mencintai Allah.”(Al-Baqarah, ayat 165).

Adapun prinsip dasar cinta kepada Allah Yang Maha kuasa adalah dengan cara “mengenal-Nya”. Sangat tidak mungkin orang megenal Tuhan tidak jatuh cinta kepada-Nya. Jika seorang hamba mencintai Allah SWT,maka secara otomatis ketika kita jauh dari-Nya, kita akan merasakan kerinduan yang sangat mendalam dalam diri kita, sehingga mendorong hadirnya perilaku atau perbuatan yang akan menjadikan diri seorang hamba semakin baik dan sempurna dalam mengenal kesempurnaan Ilahi, serta nilai ibadah yang diamalkannya tidak diragukan lagi.

Ada beberapa tanda orang yang telah mecintai Allah SWT dan telah dibalas cintanya (dicintai) oleh Allah SWT.  Pertama keterikatannya dengan dunawi dan berbagai perkara duniawi semakin berkurang. Yang kedua hubungan dan keterikatannya dengan alam ghaib dan alam cahaya semakin meluas dan mendalam. Dan yang terakhir Kecintaaan dan hubugannya denganAllah SWT semakin kuat, dan segala niat, tujuan, semangatnya mengarah ke satu titik pusat, yakni Allah SWT.

Cinta juga merupakan eliksir pembinaan dan peninggkatan diri. Cinta kepada Allah Yang Maha kuasa mengobati semua ahklak buruk secara menyeluruh dan memunculkan semua sifat kebaikan secara menyeluruhkepada si pencinta. Eliksir cinta membuat si pencinta demikian senang kepada yang dicintainya, sehingga semua hubungan dengan segala sesuatu dan semua orang terputus kecuali dengan Allah.


• Cinta kepada manusia

​Cinta kepada sesama manusia ini cakupannya sanga tluas, yakni meliputi mencintai Rasulullah shallallahu‘alaihi wa’alihi wasallam. Cinta kepada lawan jenis (suamidan istri), cinta kepada kedua orang tua, dan cinta kepada sesama kaum muslim, dan lain sebagainya.

• Cinta kepada lingkungan dan makhluk hidup lain
​Cinta yang terakhir dalam islam adalah cinta kepada lingkungan, seperti tumbuhan, air, termasuk binatang. Cara untuk mewujudkanya yakni dengan merawatnya dan tidak merusak ekosistem alam, sebagaimana dijelaskan dalamAl-Qur’an:

​“ Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (aka dikabulkan). Sesungguhya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”(Al-A’raaf, ayat 56).

​Pada kenyataannya, gagasan tentang cinta sangat berkaitan dengan kebahagiaan dan kerinduan. Bahkan, kita dapat menyatakan bahwa memberi dan memberikan kebahagiaan adalah hakikat dari cinta itu sendiri. Cinta tak lain dan tak bukan adalah sumber dari keinginan untuk memberikan kebaikan yang mendatangkan kebahagiaan kepada yang dicintai.

1 komentar:

avatar

Nice ������������

Click to comment