Gadis Polos

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Foto dok. Banten.co

Oleh: Rosnita
Anggota  Kelompok Perempuan Usaha Kecil (KPUK)  Merak Putih, Bireun

Seorang gadis usia 18 tahun, yang tinggal bersama kakaknya di sebuah kota. Dia kenal sebagai gadis yang polos. Suatu hari kakaknya mengajak si gadis ke sebuah acara. Di sana banyak orang yang datang. Dalam kerumunan orang-orang itu, sang gadis bertemu dengan seorang laki-laki yang belum Ia kenal. Laki-laki itu tersenyum melihat gadis. Ia tampak terkesima dengan  sang gadis itu.  Ia tampak  ingin mengenal gadis itu  lebih dekat lagi. Benar, ternyata  laki-laki itu mendekati gadis polos itu. Saat itu pula mereka saling mengenalkan diri. Buah dari perkenalan itu, tidak lama setelah pertemuan pada acara tersebut.  laki-laki itu bertandang ke rumah si gadis. Hemm, sepertinya laki-laki itu seperti orang kaya. Tak lama kemudian, si gadis diajak jalan-jalan ke pusat pembelanjaan untuk belanja sambil menikmati makanan.

Si gadis sangat senang karena dibelikan boneka, baju-baju yang bagus-bagus dan harga yang sangat mahal. Tidak lupa juga dibelikan untuk keponakan si gadis. Ia menerima dengan tanpa ada perasaan khawatir. Ia tidak sadar bahwa ia sedang dipengaruhi dengan pemberian itu. Tanpa disadari gadis polos itu telah masuk ke dalam perangkap laki-laki itu. Buktinya, sang lelaki itu kemudian  langsung  mengutarakan niatnya untuk menikah dengan  gadis yang masih belia dan sangat polos tersebut. Ternyata gadis polos itu juga menyukai laki-laki yang baru beberapa hari dikenalnya dan menyambut ajakan laki-laki tersebut untuk menikah, dengan membujuk kedua orang tuanya untuk merestui hubungan mereka.  Akan tetapi, kedua orang tua si gadis tidak meyetujui hubungan mereka, apalagi merestui mereka untuk menikah. Gadis yang masih sangat polos sudah tertutup pikirannya, dia tidak perduli biarpun orang tuanya tidak merestui mereka tetap menikah. Padahal, ia tidak pernah tahu tentang latar belakang si lelaki itu. Apakah ia benar-benar masih lajang atau belum beristeri. Si gadis tidak pernah terpikir dengan hal-hal itu. Ia sudah sangat tersengat dengan rayuan si lelaki. Akhirnya  gadis yang masih sangat polos menikah Siri di usia masih sangat dini.

Lalu, apa yang terjadi kemudian? Benar seperti kata pepatah, sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tiada berguna. Penyesalan memang tidak pernah datang pada waktu awal. Penyesalan selalu muncul di akhir permasalahan.  Setelah mereka menikah, barulah si gadis tahu bahwa   laki-laki itu sudah beristri tiga. Apa hendak dikata, gadis yang masih sangat polos hanya bisa diam dan bersabar. Ia tidak tahu mau mengadu ke pada siapa. Orang tuanya merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi dengan putrinya. Mereka merasa tidak bisa menahan anaknya untuk tidak menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak mereka tahu asal usul, keluarganya dan sebagainya. Seluruh masyarakat kampung akhirnya tahu kabar tersebut. Tetapi nasi telah menjadi bubur, dia tidak  mengindahkan nasihat orang tuanya. Gadis polos akhirnya menyepi dalam kesendirian, menutup diri dari kalangan. Terpaku meratapi nasib kelam akan 

Click to comment