KEBERADAAN PERPUSTAKAAN DI ERA MILENIAL

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh Dian Farazika
Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari sebuah lembaga pendidikan yang berupa tempat penyimpanankoleksi buku-buku untuk menunjang proses pendidikan danmengembangkan informasi dan pengetahuan sebagai sarana edukatif. Dengan adanya perkembangan tekhnologi modernusaha pelestarian dan pengembangan informasi tidak hanya terbatas buku-buku saja.

Istilah era milenial berasal dari kata milenials atau generasi Y yang lahir pada rentang tahun 1980-an hingga 2000. Dengan kata lain, generasi milenial aalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Berdasarkan berita yang beredar pada tahun 2016, jumlah generasi milenial mencapai 85 juta jiwa atau 34,45%.

Teknologi adalah semua sarana dan prasarana yang diciptakan oleh manusia untuk menyediakan berbagai barang yang dibutuhkan bagi keberlangsungan dan kenyamanan hidup.Adanya kemajuan iptek, maka perpustakaan harus selalu berjalan dengan inovasi tekhnologi informasi terbaru agar layanannya semakin berkualitas dan terus meningkat.

Tujuan perpustakaan di era milenial adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melalui jasa pelayanan perpustakaan agar pengunjungnya dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan, dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik, dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemampuannya utuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia, dan dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat dengan cara keperpustakaan untuk membaca buku-buku.

Hubungan perpustakaan dengan bacaan adalah dua kata yang saling bertautan. Karena di perpustakaan bahan atau data-data pustaka dikumpulkan, diproses, dan disebarkan kepada para pembaca. Perpustakaan sebagai suatu tempat seseorang untuk menambah wawasannya,keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya manusia. Sebagian dari peradabanatau budaya suatu bangsa dilihat dari kondisi dan minat baca manusia. Setelah ada penelitian ternyata manfaat perpustakaan itu sangat besar, salah satunya bisa menjadi tempat menambah wawasan, bisa juga jadi rumah kedua kita. [hehehehe]

Keberadaan perpustakaan di era milenial ini ternyata masih sangat diperlukan, dikarenakan untuk menambah minat baca siswa tentang dunia perpustakaan lokal maupun dunia luar. Akan tetapi, kondisi perpustakaan saat ini menunjukkan bahwa inovasi layanan perpustakaan mulai tumbuh berkembang secara reflektif terhadap lahirnya generasi milenial. Lalu, apakah dengan hadirnya internet membuat perpustakaan sepi pengunjung? Apalagi saat ini, mau cari apapun sudah langsung menggunakan “google”. Bahkan sebagai guyonan malah diistilahkan dengan“professor google”. 

Nah, agar perpustakaan tidak ditinggal lari pemustaka dan agar pengunjung tidak semakin berkurang,maka perpustakaan harus tanggap dalam menyambut perubahan ini. Ketika perpustakaan dapat beradaptasi dengan bersinergi dengan kemajuan teknologi tersebut, maka menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk mengunjunginya.Salah satu bentuk adaptasi dan sinergi tersebut seperti menyediakan wifi gratis bagi para pengunjung perpustakaan. Tertariknya masyarakat mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu prestasi yang patut diberikan apresiasi kepada pengelola perpustakaan pada era milenial ini, karena mampu mengakomodir kepentingan generasi milenial.

Kehadiran perpustakaan dengan inovasi yang mampu mengakomodir keperluan generasi milenial dengan berbagai fitur dan kecanggihan didalamnya, maka akan menjadi daya tersendiri bagi sebuah perpustakaan. Membangun perpustakaan yang mengikuti selera dan gaya hidup generasi milenial,selain menyediakan wifi gratis, maka perlu juga disediakan perpustakaan digital.

Perpustakaan digital adalah organisasi yang melakukan kegiatan memilih, mengumpul, mengolah, dan menyimpan koleksi digital. Perpustakaan digital menjadi sebuah keniscayaan yang patut untuk dipikirkan dan diwujudkan dalam waktu yang akan datang sehingga perpustakaan yang selama ini menjadi tempat yang “wajib” disinggahi untuk mencari buku yang berkualitas tetap menjadi alternatif pilihan utama oleh kalangan remaja dan pemuda, karena wajah dan layanan perpustakaan yang beradaptasi dengan perkembagan zamannya.

Sementara itu, yang tidak kalah pentingnya adalah pola pelayanan di perpustakaan, perlu juga untuk menyesuaikan dengan kehidupan dan gaya generasi milenial. Semoga saja, kunjungan ke perpustakaan untuk membaca buku menjadi meningkat. Sehingga remaja atau pemuda terlalu sibuk sama android, yang membuat buku terbengkalai. Karena apabila tingkat budaya baca yang rendah dapat menyebabkan perilaku penyebaran hoax meningkat.

*Penulis merupakan siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh

Click to comment