MENCARI JALAN MENUJU SUKSES

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>



Oleh: Jefri Binawansah
Siswa  SMA Negeri 1 Bandar Kab. Bener Meriah

Pepatah pernah mengatakan Janganlah seperti katak di bawah tempurung. Artinya, janganlah sedikit pengetahuan dan kurang pandangan atau wawasan kita. Dari pepatah tersebut kita mengetahui bahwa berdiam diri di dalam tempurung atau desa kita tidak akan memiliki banyak wawasan dan pengetahuan, kita tidak akan pernah bisa berubah jika kita tak pernah mencoba dan berusaha.
Perkenalkan nama saya Jefri Binawansah lahir 15 tahun yang lalu pada tanggal 26 April 2003 dari pasangan suami istri Jamaluddin dan Misnatun. Saya anak ketiga dari empat bersaudara. Orang tua melakukan pekerjaan ganda yaitu sebagai guru dan petani, karena dulu di waktu saya kecil ayah dan ibu bekerja sebagai petani sampai pernah tinggal di gubuk kecil yang bahkan tak layak  untuk ditempati. Namun setelah beberapa tahun kami akhirnya bisa menumpang di kantin sebuah sekolah dasar dimana tempat itu adalah tempat saya untuk menuntut ilmu. Dari situlah orang tua saya menjadi guru untuk pertama kalinya. 
Banyak  orang berkata kepada saya bahwa saya itu jauh dari kesuksesan. Bagaimana tidak?  Dari keterbatasan yang kami miliki waktu itu orang tidak akan percaya kalau saya akan sukses,  ditambah lagi ejekan dari teman teman atau mereka mencemooh yang membuat semangat tidak setabil atau disebut down. Namun Tuhan berkehendak lain, melalui insprasi dan motivasi dari orang tua selama 6 tahun dalam pendidikan  sekolah dasar di perkampungan yang jauh dari kota dan sangat minim fasilitas belajarsaya bisa membuktikan pada teman teman yang mecemoohkan saya, dengan bukti beberapa kali memasuki peringkat 3 besar. 
Hal itu berlanjut sampai sekolah menengah pertama (SMP).  Sejak saat itu  saya bertekad dan bersemangat akan menjadi orang besar di masa yang akan datang dengan prestasi yang saya dapatkan, hingga bisa masuk ke universitas yang saya inginkan.
 Pada saat sekolah menengah pertama, pernah juga menjabat sebagai wakil ketua OSIS. Menurut orang lain, itu hal yang biasa saja, tapi bagi saya itu sangat luar biasa. Karena  menurut saya, guru serta warga sekolah lainnya, telah memberi amanah untuk menjaga sekolah tersebut kepada saya. 
Dari situ juga saya mendapat pelajaran pertama sebagai pemimpin. Ternyata memimpin itu juga memiliki cerita suka duka yang tidak bisa disebutkan. Saya  pernah mengikuti kwarcab antar kabupaten yaitu kegiatan Pramuka. Dari kegiatan tersebut mengajarkan tentang banyak hal yakni tentang menjalani hidup, bertahan hidup di alam liar ( hutan dan sebagainya), disiplin terhadap seluruh aktivitas, lebih mandiri dan kita juga diajarkan  kompak untuk saling menghargai terhadap sesama. 
Yang paling tidak disangka sangka  membuat saya bangga adalah saat mengikuti lomba debat bahasa Inggris dan tim saya mendapatkan juara 2 di Sekolah Menengah Atas baru baru ini. Kebanyakan orang tidak menyangka dengan apa yang saya dapatkan, karena minimnya fasilitas pembelajaran sampai keterbatasan waktu untuk belajar jauh dari kesuksesan. Padahal kesuksesan adalah keinginan semua orang. Banyak orang  mungkin akan mengira bahwa kisah hidup ini biasa saja, tapi dengan pembuktian yang saya lakukan hingga telah merasakan perubahan di dalam diri tentang pahitnya hidup yang dirasakan menjadi motivasi dan tekad untuk bisa berubah dan membuat orang tua bangga  untuk menuju keberhasilan dengan mencari jati diri yang sesungguhnya . 
Jadi jika kita ingin sukses, haruslah bersabar dan tetap berusaha, karena melalui usaha kita dapat melampaui dan mencapai apa yang kita inginkan. Sedangkan fasilitas hanya faktor sekunder untuk mencapai kesuksesan. Ingatlah bahwa, belum tentu orang orang yang memiliki seluruh fasilitas dia akan mencapai kesuksesan serta kebahagiaan. Namun ikhtiar dan bersabar yang dapat memberikan kita fasilitas untuk mencapai kebahagiaan itu.  

Click to comment