Menumbuhkan Minat Membaca di Era Milenial

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Aisyah
Membaca buku adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan. Membaca juga sangat penting bagi kehidupan kita. Membaca pun dapat membuat kita menjadi tenang. Dengan membaca kita mendapatkan pengetahuan yang banyak. Seperti yang dikatakan Francis Bacon “Pengetahuan adalah kekuatan siapa pun pelakunya”.

Seiring dengan adanya perkembangan zaman, internet telah merubah cara pandang manusia. Kebanyakan orang tidak memiliki kecenderungan membaca. Padahal minat membaca mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pendidikan. Karena dengan membaca seseorang dapat menunjukkan kekreativitasannya. Semakin banyak membaca semakin luas pula pengetahuan yang didapatkan.

Hasil penelitian perpustakaan Nasional tahun 2017 menyebutkan rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali perminggu, dengan durasi waktu membaca perhari rata-rata 30-59 menit. Sedangkan jumlah buku yang ditamatkan pertahun rata- rata hanya 5-9 buku. Berdasarkan studi World Most Literate Countries State yang dilakukan oleh Presiden Connecticut State University (CCSU), Jhon W Miller, Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara pada 2016. Hal tersebut sangatmemprihatinkan, mengingat banyaknya orang khususnya remaja dan anak- anak yang tidak tertarik membaca buku.

Perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin canggih, memanjakan orang dalam mengakses sesuatu di internet. Sehingga mereka lebih sering membaca tulisan di media sosial dari pada di buku. Tak jarang kita melihat perpustakaan- perpustakaan di sekolah maupun di tempat yang lain, terdapat banyak debu di atas buku-buku dan ruangan yang dipenuhi dengan sarang laba-laba. 

Pepatah mengatakan “Buku adalah jendela dunia”.Dalam kehidupan, buku sangat penting bagi kehidupan manusia. Tetapi banyak orang tidak sadar. Mereka hanya melihat gambar saja jika membuka buku, bukan membaca tulisannya.

Rendahnya minat membaca membuat seseorang mengalami kekurangan pengetahuan, dan membuat mereka tidak berkembang serta kekurangan informasi dari luar. Jika manusia kurang pengetahuannya, maka mereka akan dibodohi oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan yang luas. Sebenarnya membaca buku harus dimulai dari niat seseorang untuk membacanya. Apabila seseorang tidak ada niat membaca, maka seumur hidup pun dia tidak akan pernah membaca.








Rendahnya minat membaca juga disebabkan oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan teknologi menyebabkan seseorang dengan mudahnya mengakses apa pun dan dimana pun. Seperti contoh saat ada tugas dari sekolah maupun kuliah, kebanyakan mereka mencari di internet bukannya di buku.






Cara yang dilakukan untuk meningkatkan minat membaca yaitu dengan cara memberi fasilitas seta buku yang lengkap di perpustakaan. Cara lainnya adalahmembuat perpustakaan keliling dari satu daerah ke daerah lainnya, agar masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dapat menikmati buku bacaan.Selain itu, cara ampuh menumbuhkan minat membaca adalah menumbuhkan motivasi yaitu dengan cara meningkatkan dan menumbuhkan minat baca harus dimulai dari diri sendiri. Tanamkan dalam diri kita bahwa dengan membaca pemikiran kita menjadi terbuka atas hal-hal yang sebelumnya tidak kita ketahui.






Berdasarkan pemaparan di atas, bahwa, saat ini rata-rata orang tidak suka membaca buku. Mereka lebih senang mencari referensi atau membaca tulisan melalui internet, karena baginya itu sangat praktis. Apabila melalui buku harus mencari lebih dahulu dan susah di dapatkan. Fenomena tersebut membuat minat menbaca buku di Indonesia sangat rendah. Maka dari itu saya menyarankan agar kalian rajin membaca buku. Karena dengan membaca buku, tidak hanya mendapat pengetahuan tetapi juga membuat pikiran kita menjadi tenang. Apalagi kita yang hidup di era milenial ini, siapa yang pengetahuannya banyak maka dialah pemenang dalam banyak kompetisi. Jadi, apakah kalian sudah membaca buku hari ini? Kalau sudah tingkatkan lagi, jika belum mari kita kembangkan pengetahuan kita dengan cara membaca buku.
*Penulis merupakan siswa Sekolah Sukma Bangsa Pidie

Click to comment