Aku Jadi Selingkuhan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Ilustrasi dok. victoria 1/Shutterstock

Oleh Fitria Anwar
Saat ini aku duduk di bangku kuliah semester 2 di salah satu Universitas di Batam. Aku tidak menyangka dalam waktu  1 tahun  masuk kuliah, aku mengalami  kejadian yang begitu sangat menyakitkan buat aku. Mungkin bagi perempuan kota, ini adalah hal yang biasa. Tetapi bagi aku, ini pengalaman yang tak bisa pernah aku lupakan. 
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, namun dari kesederhanan itulah tercipta keluarga yang begitu ku syukuri. Aku 7 bersaudara dan aku adalah anak ke 7. Kasih sayang dari orang tua, saudara, maupun keluarga dekat lain begitu sangat kurasakan. Mereka selalu mendukung apa yang aku lakukan selagi itu positif. Mereka juga yang memotivasi aku untuk selalu lebih baik dan sukses. Salah satu caranya dengan kuliah. Aku kuliah dengan biaya sendiri, walau sangat melelahkan, namun aku harus tetap kuat dan berusaha. Mungkin orang yang seperti aku akan tahu betapa susahnya membagi waktu, apalagi saat banyak sekali tugas-tugas yang harus dikerjakan. Namun aku yakin bisa sampai lulus kuliah ini.
Inilah awal kisahku. Bulan September aku mulai masuk kuliah, dengan  mengikuti P2K atau ospek dan prosedur lainnya. Akhirnya aku masuk di Universitas itu, dengan beberapa mata kuliah yang begitu asing buat aku. Sebelumnya, aku sekolah di SMA Negeri  jurusan IPA di Palembang yang kemudian kuliah mengambil jurusan Akuntansi. Itulah yang membuat  aku sangat kesulitan dalam belajar semester 1. Namun setelah aku berusaha, akhirnya bisa juga. 
Saat itu hari Kamis, aku mendapat mata kuliah manajemen bisnis, pelajaran yang asing buat aku. Beberapa minggu kemudian, kami dibagi kelompok dalam mata kuliah manajemen bisnis ini. Kenallah aku dengan seorang lelaki yang saat ini benar-benar ingin kulupakan. Namanya Topik. Perawakannya pendek, namun aku akui dia baik. Kalau soal wajah, dia  tidak begitu ganteng. Standarlah, namun kebaikan dialah yang membuat aku membuka hati buatnya. 
Kami dekat,  bahkan  di dekat dia begitu sangat nyaman buat aku. Ia selalu membuat aku tidak bisa seharipun tidak memikirkan dia. Jujur, saat itu aku mencintainya. Namun selang beberapa bulan dia mulai berubah. Dia mulai jarang memberi kabar, walaupun di kampus  ketemu sih. Kami sering jalan bareng, bahkan itu begitu sangat susah aku lupakan. 
Pada suatu hari aku sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit. Aku tidak sempat memberi kabar kepada Topik, karena saat itu memang badanku begitu sangat lemah. 3 hari di rumah sakit, akhirnya aku pulang. Aku sedih kenapa saat aku sakit, dia yang kuharapkan tidak ada. Setelah pulang itu, aku sadar Topik tak selalu ada buat aku. Akhirnya aku memilih memutuskan hubungan dengannya. Aku berharap dia tidak mau, namun ternyata aku salah, dia mengiyakan keputusanku.
Aku menyesal memutusi dia begitu saja. Akhirnya dengan merendahkan harga diri aku, aku mengajak ia kembali.  Saat itu, aku percaya dia akan menerima saat aku mengajak balik, namun ternyata dia tidak langsung memberi jawaban.  Saat itulah aku berubah fikiran untuk balik bersamanya. Hubungan kami  tetap baik, karena aku masih sayang dia.  Aku masih telepon dan sms dia, walaupun respon dia dingin.  Aku tetap menghubungi dia. Hingga suatu hari tiba,  saat itu jam 6 sore, aku pulang dari kerja, namun sebelum sampai di rumah, tiba-tiba HP ku berdering. Ada satu sms, setelah ku buka sms dari seseorang yang tidak aku kenal, namun di sms  itu dia  mengaku dia  adalah Topik. Karena aku penasaran, akhirnya aku menelpon Topik, dan ternyata saat itu Topik bukannya memberi  penjelasan siapa yang punya nomor itu, dia malah marah-marah. Katanya, aku tidak boleh ikut campur urusan   dia. Di saat itulah aku bingung. Sebenarnya ada apa?  Hmm, aku tak mau tahu dan akhirnya sms itupun tidak aku balas.
Beberapa hari kemudian, tiba-tiba nomor itu meng-sms . Di dalam SMS itu berkata “ Kau sudah tahu kan siapa aku? Kenapa kau ganggu cowok aku? Bagaimana kalau cowok kau kuganggu?  Tak punya hati bangat sih.!”
Aku tersentak membaca kalimat dalam sms itu, namun aku berusaha  tetap tenang. Aku hanya bertanya ini siapa dan pacarnya siapa. Ternyata namanya adalah Yulia dan statusnya adalah pacar Topik. Mereka pacaran selama tiga tahun. Hatiku hancur berkeping-keping karena tahu aku adalah selingkuhan orang. Seperti aku menolak untuk percaya semua ini, tapi inilah kenyataannya. Aku salah mencintai orang. Aku hancur. Rasanya air mata ini tidak bisa dibendung lagi. Aku hanya mengelus dada.  Rasanya sangat menyakitkan. Aku juga merasa bersalah karena menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka.
Dalam hatiku aku hanya bisa berkata kenapa sejahat ini orang yang begitu aku cintai. Kenapa perasaan ini harus datang untuk orang yang salah? Seandainya ini semua tidak terjadi, mungkin aku dan Topik akan tetap jadi teman, bahkan bisa menjadi sahabat. Namun semua ini sudah terjadi. Aku hanya bisa mengambil hikmah dari rasa sakit ini. Setidaknya aku harus lebih berhati-hati dalam memberikan hatiku. Walau begitu, sangat susah melupakan Topik. Namun, aku yakin aku pasti bisa, setidaknya juga aku bisa lebih dewasa dalam menjalani realita hidup ini.
Batam, 24 Juni 2014

Click to comment