Meraih Beasiswa di Program Language Training for Academic Purpose Test (LTAPT) 2019

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh : Harri Santoso, Dera B Manalu dan Cut Shentia Samara

Ratusan Putra-Putri Aceh yang berasal dari seluruh Kabupaten /Kota di Aceh berkumpul di Aula Balai Pertemuan Badan Pemberdayaan Sumber daya Manusia Aceh untuk mengikuti pembukaan program pelatihan Program Language Training for Academic Purpose Test (LTAPT) yang diselenggarakan oleh Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Aceh (BPSDM). Kegiatan ini nantinya akan dilakukanselama kurang lebih 3 bulan dengan durasi belajar 8 jam per harisenin-sabtu yang dilaksanakan di beberapa tempat di Kota Banda Aceh yang terdiri dari beberapa angkatan. Penulis sendiri berada di Angkatan VI yang bergabung dengan beberapa peserta dari luar kota Banda Aceh seperti Aceh Timur, Langsa, Aceh Jaya, Pidie jaya, Subulussalam, Singkil dan Aceh Besar yang mengharuskan semua peserta tinggal di tempat penginapan yang telah ditentukan oleh panitia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Putra/I Aceh untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas terkemuka, baik nasional maupun internasional. Selama 3 bulan pelatihan, peserta tidak hanya diajarkan kemampuan bahasa Inggris yang meliputi kemampuan writing, listening, reading,namun juga diberi pelatihan dan pembekalan terkait kesiapan para pemburu beasiswa ini dalam hal budaya, adat istiadat pada masing-masing Negara yang akan menjadi tujuan pencari beasiswa ini serta tidak lupa pula diajarkan tentang adat istiadat masyarakat Aceh. 

Untuk pengajar, tidak tanggung-tanggung, BPSDM menghadirkan para pengajar yang sangat kompeten dari bidangnya yang berasal dari beberapa lembaga antara lain: BPSDM, Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Bright English School, Mata Garuda serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang kesemuanya merupakan alumni dari universitas-universitas ternama di dunia antara lain: University of Southhampton, Monash University, Manchester University, Liverpool University, University of Canberra, New England University, University of Conventry United Kingdom, University of South Australia dsb.

Kegiatan ini berlangsung mulai dari hari Senin-Sabtu dari pukul 08.00 hingga pukul 16.15 wib. Jadwalnya cukup padat, namun pada hari Sabtu biasanya kegiatan akan diisi dengan workshop tentang beasiswa yang dihadiri oleh para alumni peraih beasiswa Australian Award Indonesia, Fullbright, Pemerintah China, Pemerintah Taiwan, New Zealand Scholarship, LPDP, dsb, outbond di Pantai Penyu Lhoknga dan city tour, sehingga kegiatan ini jauh dari rasa membosankan. Penulis merasa setelah kegiatan ini berlangsung 1.5 bulan, penulis masih melihat antusiasme yang luar biasa dari seluruh peserta. Hal ini terlihat dari meskipun jadwal belajar resmi hanyasampai sore, sering sekali para peserta berdiskusi hingga pukul10 malam. Penulis merasakan banyak sekali manfaat yang didapatkan selain kemampuan bahasa Inggris, pengalaman yang disampaikan oleh pengajar selama mereka menempuh pendidikan di luar negeri, baik bagaimana mendapatkan informasi beasiswa, persiapan keberangkatan, pengalaman belajar serta semua hal yang mereka rasakan selama menempuh pendidikan di luar negeri.

Seperti yang penulis sebutkan tadi, bahwa peserta tidak hanya diajarkan kemampuan bahasa Inggris tapi juga diajarkan beberapa kompetensi lain seperti memasak, menari dan kegiatan outbond bagi seluruh peserta. Untuk memasak, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, diminta serta diajarkan bagaimana memasak makanan khas Aceh seperti Sie reuboh, Masam Keung dan Kuah Pliek U. Pada awalnya peserta agak ragu apakah akan diajarkan teori saja, tapi setelah menjalani kegiatan, panitia memang mengajarkan dengan benar dan mempraktekkan bersama bagaimana membuat dan menyajikan masakan-masakan khas Aceh ini. Sekali lagi, kegiatan masak ini tidakhanya untuk membuang kebosanan para peserta pelatihan, namun lebih dari itu nantinya jika para peserta ini berhasilmendapatkan beasiswa ke Negara-negara seluruh dunia tentunya akan menjadi duta dari Indonesia khususnya Aceh. Lewat program ini, BPSDM tidak hanya mempersiapkan peserta memiliki kemampuan akademik yang mumpuni, namun juga mampu menyebarkan budaya Aceh dan Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Semoga.


Harri Santoso., S.Psi.,M.Ed adalah Pengajar di FakultasPsikologi UIN Ar-Raniry dan Peserta LTAPT Angkatan VI Gelombang II – 2019 asal Banda Aceh E-mail: harri.santoso@ar-raniry.ac.id.

Dera Yolanda B Manalu adalah Peserta LTAPT AngkatanVI Gelombang II – 2019 asal Aceh Singkil

Cut Shentia Samara adalah Peserta LTAPT Angkatan VI Gelombang II – 2019 asal Aceh Barat Daya

Click to comment