Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Dalam Mewujudkan Ekonomi Syariah di Era Industri Digital 4.0

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh: Rehal Surbakti
Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI Ar-Raniry, Banda Aceh 


Perkembangan era industri digital 4.0 saat ini sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan. Salah sartunya masuk pada bidang ekonomi, baik pada ekonomi mikro maupun ekonomi makro.  Ini  menjadi bukti yang menunjukkan bahwa sekarang ini peran digital  sudah sangat luar biasa.  Terbukti pula, hampir seluruh perekonomian menggunakan sistem teknologi informasi dan komunikasi atau digitalisasi dalam segala hal, baik dalam melakukan pemasaran produk, penjualan dan pembelian serta lainnya, sudah sangat dimudahkan dengan perkembangan industri digital ini. Sehingga mengantarkan kita ke fase disrupsi.

Fase yang disebut Era disrupsi ini, merupakan fenomena dimana ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata ke dunia maya. Fenomena ini banyak berkembang pada perubahan pola dunia bisnis (ekonomi). Nah, dalam banyak perspektif,  disrupsi dipandang akan menjadi hambatan dan  sebaliknya membawa keuntungan bagi para pelaku bisnis yang ada di Indonesia. Karena era disrupsi juga dijadikan sebagai era digitalisasi membawa banyak peluang dalam melahirkan bisnis baru yang sebelumnya tidak ada.

Ini semua adalah sebagai dampak dari kemajuan teknologi informasi yang sudah merambah ke individu (personal) yang bermuara kepada  pemanfaatan digitalisasi pada ekonomi konvensional, maupun ekonomi syariah. Pengembangan ekonomi berbasis IT tersebut membuat proses ekonomi  mengikuti perubahan kemajuan teknologi dengan semakin mudahnya melakukan bisnis di era ini, karena segalanya sudah dalam genggaman tangan pengguna gadget seperti aplikasi mobile yang sudah dapat diunduh dan dipasang dengan fitur mudah dimengerti oleh  penggunan (user). 

Mari  kita melihat dalam dunia perbankan. Dalam kegiatannya perbankan, apakah bank konvensional, maupun bank syariah kini  berkerja sama dangan bidang pembuat aplikasi khusus, yang dapat mempermudah semua proses transaksi yang ada di perbankan. Kemajuan era digital yang diikuti oleh  ikut sertanya semua sektor kehidupan menggunakan sistem digital juga telah mendorong terbentuknya komunitas-komunitas digital.  Terbentuknya masyarakat atau komunitas digital itu sebagai akibat dari hal tersebut dan dipacu oleh perkembangan dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat intensif di semua bidang, baik ekonomi, pemasaran, keuangan, jasa, pendidikan dan sebagainya. Karena digitalisasi terbentuk untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi, sehingga prekonomian meningkat.

Cobalah amati atau  lihat apa yang sedang terkadi di era sekarang ini.  Pembayaran menggunakan transaksi daring (online) semakin disukai oleh masyarakat. Realitas ini bisa disimak pula  pada tiga peringkat tertinggi pembayaran menggunakan elektronik money di tanah air saat ini. Tenyata bank  Mandiri, BCA, dan Gopay milik Gojek merupakan tiga institusi bank dan jasa yang sangat tinggi  tingkat pembayaran lewat online.

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam acara dialog mekanisme Fintech untuk Perbankan Syariah pada acara Islamic Sharia Economic Festival ke Empat yang berlangsung di Surabaya, Jumat (10/11), terkait dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, Sugeng selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia mengatakan hingga saat ini institusi syariah terbesar di dunia. selain ada 27 bank syariah, juga ada 21 bank yang memiliki unit usaha syariah, 167 bank pembayaran syariah, 58 usaha syariah, 7 modal ventura syariah dengan total nasabah 23 juta jiwa atau hanya 8.8% dari total jumlah penduduk di Indonesia.

Merlihat perkembangan tersebut,  Deputi Gubernur Bank Indonesia, ini semua memiliki potensi untuk dikembangakan dan kita dorong bersama penguatan kelembagaan keuangan serta intensitas sosialisasi keuangan syariah. Ekonomi Syariah memang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan Financial Technology (fintech) dengan beradaptasi pada perkembangan era industri digitalisasi sekarang ini, ekonomi berbasis syariah akan bisa berkembang.

Sudah saatnya, di era milenial sekarang ini tidak bisa lagi orang terhindar dari teknologi komunikasi., termauk masyarakat bangsa Indonesia yang memiliki penduduk sekitar 267 juta jiwa dengan kepemilikan  ponsel di Indonesia sebanyak 321 juta.  Artinya ada satu orang yang memiliki lebih dari satu ponsel. lima atau sepuluh tahun ke depan digitalisasi di sektor bisnis akan semakin besar. untuk itu setiap yang berhubungan dengan ekonomi syariah juga harus ikut beradaptasi di dalamnya. Jadi semakin mudah dan massif.

Namun, di balik kemudahan yang didapat pada era industri digital 4.0 ada sebuah tantangan yang cukup besar dalam mewujudkan ekonomi syariah yang berlandaskan pada Al qur’andan Hadits, maka  di sinilah peran para pemuda khususnya mahasiswa dan lembaga pendidikan di kampus sangat dibutuhkan. Tujuan pokok peran perguruan tinggi adalah menjadikan mahasiswanya berkualitas. Dengan seringnya diadakan seminar-seminar dan diskusi mengenai Ekonomi Syariah, menjadi salah satu solusi dalam mewujudkan perekonomian syariah di era digital ini.

Pemuda dan mahasiswa merupakan generasi milenial yang diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan industri digital 4.0 saat ini, karena setelah 10 tahun ke depan, generasi milenial juga yang menggantikan peran para orang tua. Dengan sekarang ini para generasi milenial khususnya mahasiswa yang setiap saat berkutik dengan media digital diharapkan agar dapat bisa memajukan Ekonomi Syariah. Karena saat ini, ekonomi Syariah adalah solusi paling tepat untuk mengatasi ketimpangan ekonomi karena berdasarkan kemaslahatan dan keadilan tanpa adanya ekspoloitasi, hal ini menjadikan perekonomian merata.

Click to comment