advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Izzatul Jannah
Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah,  Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-raniry, Darussalam, Banda Aceh

Reading day, dua kata yang membuat penulis teringat pada masa bersekolah di SMA Sukma Bangsa, Pidie, Aceh. Dua kata tersebut, sudah melekat dalam ingatan dan pikiran para siswa dan para guru di SMA Sukma Bangsa, Pidie, Aceh tersebut. Melekat di ingatan atau memory setiap siswa, karena reading day merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh sekolah ini untuk meningkatkan minat membaca para siswa. Tentu  saja kegiatan membaca itu, bukan hanya untuk membangun dan meningkatkan minat membaca, tetapi sekali gus membudayakan kegiatan membaca di kalangan para siswa di sekolah itu, sehingga membaca bukan hanya di kala suka, tetapi juga menjadi kebutuhan setiap orang, kapan saja dan dalam keadaan apa pun.

Buktinya, apa yang dilakukan dalam kegiatan  “Reading Day” itu, adalah suatu kegiatan membaca apa saja, baik itu buku, artikel, koran, bahkan majalah.  Pokoknya  setiap siswa  usai makan siang  dan salat dhuhur berjamaah, pada setiap hari Senin dan Kamis, harus melakukan aktivitas  membaca bacaan apa saja yang mengandung pengetahuan dan wawasan yang luas. Maka, pada hari Senin dan Kamis tersebut kegiatan belajar di sekolah berakhir sore hari, karena diisi dengan kegiatan membaca yang tidak hanya mengacu pada pelajaran sekolah, tetapi juga tentang segala yang ada di dunia.  

Apa yang sangat menarik untuk diamati dari kegiatan membaca pada Reading Day tersebut adalah ketika semua siswa di sekolah itu melakukan aktivitas membaca secara bersama-sama.  Kegiatan membaca pada momentum Reading Day ternyata sangat menyenangkan dan memotivasi para siswa. Para siswa mendapatkan pengetahuan baru yang mendunia.

Jadi, tidak salah bila dikatakan bahwa kegiatan Reading Day terasa keren bangat, karena dapat meningkatkan dan memperluas wawasan para siswa. Pokoknya, wawasan  para siswa semakin luas dan semakin pintar pastinya, karena selalu aktif membaca. Dengan demikian, apa yang dirasakan oleh para sisw, guru dan orang tua, memang kegiatan Reading day ini terasa sangat bermanfaat untuk para siswa. 

Apalagi sebenarnya, semua kita, para siswa dan bahkan guru kita tahu bahwa membaca itu adalah kegiatan membuka jendela dunia. Artinya, kalau ingin mengetahui banyak tetang apa yang ada di dunia ini, jalan yang harus ditempuh adalah dengan membaca. Kita bisa memahami apa yang terjadi di dunia, apabila kita bisa dan mau membaca dan membaca menjadi tradisi. Jika kita tidak membaca maka kita akan semakin tertinggal dan pastinya kita tidak memiliki pengetahuan. Sehingga,  akhirnya kita hanya menjadi penikmat cerita bohong (hoax) seperti yang terjadi di tengah masyarakat kita kini. Bukan hanya itu, kita juga akan hidup dalam kondisi yang miskin ilmu dan bahkan miskin harta.

Membaca dan banyak membaca, dipastikan dapat meningkatkan kapasitas semua orang, termasuk para siswa di sekolah tersebut. Salah satu ketrampilan yang meningkat di kalangan para sisiwa tersebut adalah ketrampilan untuk public speaking. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan membaca,akan sangat memudahkan kita untuk melatih  public speaking, karena semakin banyak kita membaca, maka akan semakin banyak ilmu atau bahan untuk dibahas saat kita melatih public speaking. Dengan pembahasan - pembahasan baru yang kita sampaikan ke public, sangat banyak pembahasan menarik tentang dunia bisa dibicarakan. Selain itu, juga bisa menjadi motivasi untuk semua pendengar dan untuk diri kita sendiri, karena saat membaca kita mulai membayangkan apa yang kita baca, bahkan menilai sisi baik buruk atau bisa membandingkan agar lebih baik.

Nah, pasti banyak yang bertanya, bagaimanakah kegiatan reading day itu dilakukan atau dijalankan? Ternyata begitu sederhana. Kegiatan reading day itu dilakukan secara berkelompok yang setiap kelompok terdiri dari 5 siswa atau lebih dengan didamping sat mentor di setiap kelompok untuk membimbing. Para siswa di masing-masing kelompok,  membaca dan mendiskusikan bersama teman-teman sekolompok, agar bisa memahami apa yang mereka baca secara mendalam dan selanjutnya bisa saling tukar pikiran, karena bisa jadi tidak semua bisa memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku.

Seperti biasanya, para siswa dibagikan buku atau bacaan yang berbeda setiap harinya. Kepada para siswa diberikan waktu selama 30 menit untuk membaca.  Setelah itu, para siswa mendiskusikan apa saja yang sudah baca tadi.

Yang menariknya lagi adalah buku atau bacaan yang dibaca oleh para siswa tersebut, berbeda- beda. Jadi sehari bukan hanya satu buku, namun lebih dari 5 buku yang  dapat bekalnya dan bacaan tersebut akan  diskusikan dalam kelompok tersebut dan isinya sudah pasti berbeda beda.Di sinilah fungsinya mentor. Setelah para siswa memaparkan bacaan yang sudah dibaca tersebut, maka mentor membantu memperdalam lagi maksud dan arah tujuan bacaan tersebut. Jadi semua bacaan dibaca, kemudian terasa lebih jelas.

Jadi, memang sangat menarik. Dengan bacaan dan pengetahuan pengetahuan baru yang didapatkan dari kegiatan tersebut sangat banyak manfaatnya. Selain menambah wawasan lewat kegiatan “reading day”, juga membuat kita lebih fasih membaca dan lebih cepat tanggap memahami opini atau arah tujuan si penulis setiap buku yang kita baca.

Cara ini  sangat bagus diterapkan di sekolah sekolah lainnya, agar para siswa di sekolah lain bisa memiliki wawasan yang lebih luas dan memiliki pondasi pengetahuan umum yang tinggi. Ya, kegiatan ini sangat membantu siswa  meningkatkan daya pikir, bahkan lebih kreatif dan bisa mengambil pelajaran dari bacaan bacaan yang telah dibaca.

Apa lagi kegiatan ini dilakukan tidaknya hanya  membaca bacaan  yang berbahasa indonesia saja,  namun berbagai jenis bahasa, seperti bahasa Inggris. Jadi, sekali lagi,  ini akan sangat bermanfaat untuk melancarkan kemampuan berbahasa Inggris  para siswa yang secara pelan – pelan, kosa katanya akan teringat dan akan menjadi pelajaran dengan sendirinya. Kuncinya, semakin sering membaca, semakin sering berlatih, maka semakin lancar. Intinya membaca adalah kunci agar kita mempunyai wawasan yang luas. Oleh sebab itu, jangan malas membaca. Jika malas membaca ,siap siaplah menikmati pahitnya menjadi orang bodoh.


Click to comment