PEMIMPIN KADANG JUGA BELAJAR DARI ANGGOTANYA

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Darmawati
Aku adalah seseorang yang masih dianggap anak kecil di antara mereka yang sudah menikah atau sudah bekeluarga. Namun aku diberi kepercayaan dalam memimpin sebuah kelompok ibu-ibu di kampungku. Ini adalah kelompok ibu-ibu yang dengan bangga aku bilang, kelompok ibu-ibu yang memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi.
Dan ibu-ibu ini sangat mengagumkan bagiku. Bagaimana tidak, usaha mereka yang pantang menyerah dalam membantu ekonomi keluarga sangat patut diacungi jempol. Usaha yang dibangun dari sesuatu yang sangat sederhana hingga bisa berdiri mandiri.
Jika kita telusuri, jiwa entrepreneur itu sudah melekat dalam diri perempuan. Hal ini terlihat saat perempuan yang selalu ada untuk anak, suami dan keluarganya meski dia sedang mempunyai beban lain. Sedangkan dalam dunia bisnis, entrepreneur harus bisa focus dalam banyak hal dan mungkin dalam waktu yang bersamaan pula.
Umumnya, perempuan terbiasa berpikir secara abstrak. Berpikir secara abstrak berhubungan dengan perasaan. Kondisi ini berguna pada saat keaadaan sulit dimana perempuan dapat mengambil keputusan tanpa harus mengacu pada fakta.
Kaum perempuan mempunyai kemampuan dalam berelasi. Tidak hanya itu, perempuan juga adalah pendengar yang baik. Ini merupakan salah satu kunci seorang entrepreneur. Dan perempuan juga memiliki semangat belajar menjadi pemimpin dan pelaku bisnis yang baik. Hal ini telihat pada ketertarikan perempuan dalam mengikuti berbagai seminar atau pelatihan dan pengembangan diri.
Perempuan yang memiliki jiwa entrepreneur mempunyai sifat peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Ini pertanda bahwa suksesnya adalah sukses bersama, artinya sukses yang juga milik kelompok atau timnya secara keseluruhan. Menjadi entrepreneur yang baik juga harus mau dan bisa menerima masukan orang lain. Bukan berarti masukan diterima mentah-mentah, tanpa mengunyahnya. Tentu saja masukan- masukan itu disaring dan diambil yang bermanfaat saja.
Begitulah yang kulihat dari perempuan-perempuan anggota kelompokku. Mereka banyak mengajariku dan menginspirasiku tentang banyak hal. Mulai dari bagaimana membentuk kepribadian yang baik, memahami lingkungan dan orang-orang sekitar, apa kebutuhan orang-orang, hingga bagaimana memanfaatkan kesempatan menjadi peluang, serta bagaimana mempertahankannya.
Aku menyadari memimpin sekumpulan ibu-ibu yang berbeda watak tidaklah semudah kita membaca sebuah teks di buku. Banyak masalah  yang sukar diselesaikan dan selisih faham yang kadang tak terhindar. Tapi dari masalah demi masalah itu aku belajar dewasa, belajar bagaimana seharusnya dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah, belajar menjadi optimis, mandiri dan kreatif.
Tentu saja ilmu ini tak lantas diam dan beku sampai padaku. Dengan ilmu ini kumanfaatkan untuk kembali menyemangati dan memotivasi serta membangun jiwa entrepreneurs perempuan- perempuan lainnya. Bagiku, seorang entrepreneur yang sukses itu adalah mampu melahirkan penerus-penerusnya yang lebih baik.   

Click to comment