PENTINGNYA MENYEMAI KECINTAAN BATIK PADA GENERASI MILENIAL

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh: Dony Purnomo
Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Hari batik nasional senantiasa diperingati setiap tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini sebagai wujud apresiasi bangsa Indonesia terhadap kekayaan batik Indonesia yang beraneka ragam dari Sabang sampai Merauke. Kini batik diakui sebagai warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya non bendawi.
Perjalanan panjang batik mendapat pengakuan dari UNESCO dimulai sejak tahun 2008 saat itu pada masa pemerintahan SBY, pemerintah mendaftarkan batik sebagai warisan dunia. Pengajuan itu baru disetujui oleh UNESCO pada 9 Januari 2009. Beberapa bulan setelah disetuji UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya lisan non bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009. Setelah itu setiap tanggal 2 Oktober selalu diperingati sebagai hari batik nasional.
Kartini Parmono (2019) dalam artikelnya menjelaskan bahwa batik telah mengalami berbagai perkembangan. Perkembangan itu menunjukkan bahwa batik selalu dinamis mengikuti perkembangan waktu dan ruang. Perkembangan waktu motif batik senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan zaman, sedangkan dalam segi ruang batik tersebar di berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing.
Batik memiliki filosofi kehidupan yang luhur, salah satu contohnya adalah batik Kawung. Menurut sejarahnya motif batik Kawung diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokro Kusumo di Mataram. Konsep batik Kawung diilhami dari pohon aren yang memiliki buah putih lonjong yang sering disebut kolang-kaling. Motif Kawung sebagai simbolis rakyat pedesaan yang memperhatikan pembagian waktu yang berazaskan kerukunan dan gotong royong masyarakat desa.
Melihat besarnya nilai luhur batik yang ada di Indonesia maka diperlukan usaha yang dapat mendekatkan batik kepada generasi muda, sehingga mereka menjadi mengenal, mau mengenakan dan selanjutnya mau melestarikan berbagai macam batik yang ada di Indonesia. Mengapa generasi muda memiliki peran penting dalam kelestarian batik nusantara?
Pertama, Generasi muda adalah penerus estafet kebudayaan di Indonesia. Ketika generasi muda memahami, bangga serta dapat melestariakannya, maka batik akan tetap lestari di Indonesia. Namun sebaliknya jika generasi muda sudah tidak peduli lagi dengan kebudayaan itu akan menghilangkan batik secara pelan-pelan.
Kedua, Generasi muda adalah kreator masa depan. Perkembangan batik senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Jika para kreator batik di masa depan memahami nilai luhur yang terkandung di dalam setiap motif batik, maka kedepan akan terlahir kreator-kreator batik yang tetap menjunjung tinggi nilai luhur pada hasil karyanya.
Ketiga, Generasi muda adalah agen mode. Kini banyak sekali mode yang berkembang bahkan cenderung meniru mode dari luar negeri. Ketika generasi yang akan datang mengerti dan memahami nilai luhur yang ada dalam batik Indonesia, ia akan dapat memilih batik mana yang merupakan batik asli Indonesia dan produk batik buatan luar negeri.
Untuk mendekatkan batik kepada generasi milenial dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaraya, yang pertama adalah mendekatkan batik kepada generasi muda. Kedua, membuat berbagai kegiatan yang bernuansakan batik. Ketiga, mengajarkan pembuatan batik pada generasi muda, sehingga akan lahir pembatik-pembatik yang andal di masa yang akan datang. Mari lestarikan batik nusantara dan mari ciptakan generasi yang mencintai budaya batik sehingga kelestarian batik di masa yang akan datang tetap terjaga. 

Click to comment