Dalam Sekapan Roh Cut Nyak Dhien

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh: Maulidar Yusuf

Satu tubuh dibawa terbang
Terhenti pada ladang penuh darah di atas bulan-bintang
haruskah kau diam?
Ada suara dari mulut, membentak

Seribu serdadu berlari mengahampiri, memaksa diam
tidak akan! Tidak ada bangsa ku yang boleh diam! Semua harus menyerang!
Hei kafir, jangan kau nodai tanah kami dengan tatanan permusuhan dan kebodohan!
 Raunganku semakin ganas
hei bangsaku,  jangan biarkan mereka mengadu kepala dengan kaki kita, mata dengan mulut kita, pikiran dengan nurani kita!
Aku disekap, tanganku diikat
Bangun bangsaku! Lawan mereka! Jangan pernah takut, Tuhan akan menolong kita! Lawan kebodohan ini!
Mulutku dibekap, mataku ditutup, entah kemana aku digiring

Rumoh Cut Nyak Dhien, Lampisang

Click to comment