Indonesia Era Reformasi

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>


Oleh: Tawi

Bung Taufik bertanya bagaimana kalau
Bung Toto menyuarakan pahlawan muda terbaring abadi.
Chairil Anwar menyuarakan Diponegoro!
Generasi muda bersuara ogah repot nasi.

Harga membumbung tanpa terbendung.
Kontribusi negara kurang, namun inginnya 'ku puji bersenandung
Apa kontribusi Soekarno-Hatta kepadaku?
Hingga harus kuangkat tinggi topiku?

Bernama Indonesia artinya milik Indonesiakah?
Semua untuk negara tanpa ada kontribusi negarakah?
Pajak dibayar proyek buat rakyat musnah?
Apa manfaat pajak jika air mata rakyat terserap musnah?

dok. Mredeka.com


Di tengah harga membumbung, pejabat melancong.
Tiada acuh terhadap penderitaan yang menari-nari.
Rakyat tiap hari gigit jari.
Pejabat tiap hari naik merci?

Bagaimana Diponegoro hidup lagi
jika rakyat tidak dicintai.
Bagaimana rakyat mampu bela negara
jika burung gagak terbang di mana-mana.

Bung Taufik bertanya bagaimana kalau
Kubertanya kalau Indonesia tidak lagi jaya saat tidak sudi jual murah?
Kalau Indonesia tidak kembali ke Kang Ilen?
Kalau nanti Kang Ilen hanya bisa ngiler saat rakyat tak lagi cinta Kang Ilen?

Click to comment