SETELAH WISUDA, BERBISNIS ATAU PNS?

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

Oleh Iskandar
Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Dalam perkuliahan, tentu adanya acara wisuda yang merupakan akhir dari pada perkuliahan kita. Tentu saja setelah semua mata kuliah yang diikuti dinyatakan lulus yang pada hari kelulusan tersebut mendapat gelar sarjana. Menjadi sarjana adalah impian bagi setiap orang yang belajar di bangku pendidikan. Oleh sebab itu, menjadi sarjana adalah sebuah kebanggaan bagi setiap sarjana dan orang tua atau orang-orang terdekat. Namun setelah menjadi sarjana,  ada suatu pertanyaan bagi kita, setelah wisuda mau ke mana? 

Yang pasti, setiap sarjana ingin cepat bekerja. Namun, sering kali seorang sarjana akan kebingungan. Pertanyaannya, apakah berbisnis atau menjadi PNS? Kalau mau berbisnis, ya bisnis apa yang bisa dilakukan? Apakah para sarjana memiliki pengetahuan dan ketrampilan bisnis? Pilihan kedua merupakan pilihan yang selama ini menjadi incaran semua orang yakni menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Bagaimana dengan Anda? Tentu ada suatu pilihan yang terpikir dalam benak sebelumnya. Memilih bisnis? Ya, memilih berbisnis  merupakan suatu bentuk pekerjaan individu diri sendiri yang berjalan sesuai dengan arahan kita sendiri. Kalau memilih menjadi PNS  sebagai pekerjaan untuk pengabdian kepada pemerintah dan atau hal lain, menjadi karyawan dalam suatu pekerjaan. Dalam hal tersebut merupakan suatu pilihan bagi anda setelah wisuda.

            Melakukan bisnis tak jauh dengan rekan kita yang kesehariannya juga memikirkan cara berbisnis kedepannya seperti apa, namun tak cukup rasanya  jika kita sendiri tidak ikut berpartisipasi di dalamnya. Oleh karena itu perlu kita tekankan setelah wisuda lebih baik  memilih berbisnis. Dengan kata lain, berbisnis dapat membuka suatu lapangan pekerjaan bagi orang yang belum memiliki pekerjaan. Lain halnya dengan CPNS yaitu mencari pekerjaan yang berlandaskan terhadap pengabdian kepada pemerintah.

Sebenarnya, berbisnis merupakan hal yang cukup mudah untuk dilakukan. Dikatakan demikian, karena tidak perlu adanya  banyak keterampilan di dalamnya. Cukup satu keterampilan, kemudian kita kembangkan keterampilan tersebut menjadi hal yang luar biasa.

            Kemudian dalam berbisnis tidak diperlukan banyak modal dalam artian uang, akan tetapi kita dapat menerapkan bagaimana teknik-teknik dalam menjalankan bisnis dengan modal seadanya. Kita bisa mulai dari hal yang sederhana, kemudian kita lanjutkan ke tahap selanjutnya hingga bisnis tersebut mencapai sebuah kesuksesan.   Kesuksesa di mana bisnis kita telah berdiri tegak dengan aset yang luar biasa, mampu memperkerjakan karyawan sebanyak mungkin. Dalam berbisnis  jiwa entrepreneurship harus timbul agar dapat menjalankan bisnis dengn baik. Bagi yang menjalankan bisnis, namun tanpa adanya jiwa entrepreneurship, maka bisnis tersebut akan lambat berkembang. Hal ini disebabkan oleh jiwa pebisnis yang penuh dengan pikiran tentang membedakan sesuatu itu dengan lebih menarik dari yang lain.

            Nah,  di sinilah letak pentingnya mahasiswa dalam mengembangkan bisnis. Ya, pokoknya, peranan bisnis para mahasiswa yang telah menempuh gelar sarjana sangat penting. Dikatakan penting, karena bisnis di sini dapat meringankan rentannya angka pengangguran yang terjadi, khususnya Provinsi Aceh.  Jadi jika dihitung dari setiap periode atau jadwal wisuda anak kuliah, khususnya provinsi Aceh dikategorikan ribuan orang. Sementara lapangan pekerejaan tidak dapat menampung dengan jumlah lulusan wisuda di setiap tahunnya. 
Maka,  perlu disadari perlu ada strategi  dan teknik lain dalam mengatasi  semua masalah tersebut. Salah satunya dengan menumbuhkan jiwa entrepreneurs dalam diri mahasiswa masing-masing. Tujuannya memikirkan bisnis yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang yang belum mendapatkan pekerjaan.
Langkah ini dapat menghasilkan mahasiswa yang berotentasi bisnis, melakukan bisnis menurut keterampilan mereka masing-masing. Jadi dalam tahap berbisnis tidak dikenal siapa yang menjalankannya, akan tetapi dilihat dari seberapa besar kemampuannya dalam menjalankan bisnis tersebut.  Oleh karena itu perlu diketahui bisnis dapat dijadikan sebagai pekerjaan yang dapat kita taklukkan. Bukan berarti pekerjaan yang menaklukkan kita, melaikan kita yang mengatur kemanakah akan kita bawa dan kepada siapakah akan kita paparkan suatu pekerjaan tersebut.
Jadi untuk mengantisipasi diri kita masing –masing setelah kita lulus dari perkuliahan kita, perlu kita pikirkan sebuah rancangan, sebuah kemampuan, dan metode kita sendiri dalam melakukan bisnis dari sekarang. Mengapa perlu dipikirkan dari sekarang? Jawabnya, supaya pada saat kita selesai dan menjadi sarjana, kita mengetahui kemana arah kita yang akan kita langkah, serta bagaimana proses selanjutnya. Kemudian dari pada itu, proses pemikirian ide agar timbul lebih banyak dari dalam diri kita dimana sebelumnya telah terbayang dan selanjutnya akan dikembangkan serta dikerjakan. 
            Menurut pengamatan dari berbagai aspek, yang perlu diketahui bahwa dalam melakukan bisnis itu kunci utama adalah menemukan ide. Maka, harusnya ide yang cemerlang yang sesuai dengan zamannya, harus ada.  Tanpa ide cemerlang, tidak akan ada usaha atau bisnis. Kalau kita bicara kompetensi,  yang berwirausaha atau mandiri itu sebetulnya lebih baik dibandingkan PNS. Jadi PNS memang dikategorikan telah terjamin hidupnya selama dia masih hidup dan masih di bawah naungan pemerintah, akan tetapi gajinya tidak cukup besar.  Hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan keluarga di setiap harinya. Ya, cukup lah, namun lain halnya dengan berbisnis, mendapatkan banyak keuntungan yang menjadikan apa yang sebenarnya kita inginkan, akan kita wujudkan secara perlahan. Berbisnis juga tergolong dalam kategori bebas, dimana kita bebas dalam mengatur kapan kita mulai serta kapan kita akhiri bisnis tersebut. 
Apalagi, berbisnis atau berwirausaha, itu  dapat meningkatkan kapasitas sektor ekonomi nasional. Sebab, mereka sudah mandiri dan dapat membiayai semua kebutuhanya dalam kesehariannya baik secara individu maupun kelompok. Mereka hidup sejahtera dengan menerapkan bisnis sebagai penjamin kehidupan mereka di masa yang datang. Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan tentang bagaimana kondisi anak kuliah setelah wisuda. Pilih yang mana?  
                  



Click to comment