FGD Smart City Kota Banda Aceh

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
dok. Humas Pemko


Banda Aceh- 3/12/19. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh menggelar Focus Group Discussion (FGD) Smart City Kota Banda Aceh. Kegiatan yang diikuti peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Banda Aceh ini berlangsung selama dua hari di Aula Diskominfotik Kota Banda Aceh, Selasa - Rabu (3-4/12/2019).

Kepala Diskominfotik Banda Aceh, Bustami saat memberikan sambutan saat membuka kegiatan tersebut Selasa (3/12/2019) mengatakan, melalui pemaparan narasumber dan diskusi ini diharapkan agar setiap instansi mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga gampong memiliki acuan dan inovasi demi terwujudnya Kota Banda Aceh sebagai kota pintar (Smart City), baik dalam hal pelayanan publik di bidang kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, dan lain sebagainya.

Dikatakannya, untuk mempercepat implementasi Smart City, Pemerintah Kota terus berupaya menyempurnakan sistem IT dan infrastruktur agar terhubung ke seluruh instansi mulai dari OPD hingga gampong. 

Oleh karena itu kami berharap melalui FGD ini kita dapat saling memberikan saran dan masukan demi terwujudnya Banda Aceh sebagai kota pintar sehingga pelayanan terhadap masyarakat Kota Banda Aceh dapat lebih cepat dan akurat,” katanya.

Di samping itu, Bustami mengingatkan bahwa evaluasi Smart City Kota Banda Aceh yang dilakukan pada November lalu di Jakarta bukanlah akhir dari program menuju 100 hari Smart City. Namun, katanya, hal tersebut adalah langkah awal dari kegiatan ini. Untuk itu dirinya mengingatkan kembali komitmen bersama untuk melaksanakan rencana induk (Masterplan) Smart City Kota Banda Aceh sebagaimana yang telah didiskusikan sebelumnya melalui Bimtek Smart City tahap I hinga tahap IV.

Salah satu perwujudan Smart City, kata Bustami lagi, adalah mengenai keterbukaan informasi dan itu selalu dipantau oleh masyarakat. 

Jika pelayanan sudah baik maka akan berdampak positif, seperti halnya untuk menghindari hoaks atau berita bohong. Masyarakat dapat mengkroscek apa yang dilihat, didengar dan diperoleh melalui kecanggihan teknologi,” sebutnya.
Ditambahkannya, melalui FGD ini dan dengan adanya roadmap maka masing-masing OPD akan mengetahui standar pelayanan dengan melibatkan teknologi. Sebenarnya, katanya, untuk membiasakan atau memberi pelayanan dengan bantuan teknologi ini sangat mudah

“Yang susah adalah mengubah pola pikir atau pola kerja. Maka dari itu kita genjot terus melalui pelatihan dan bimteknya,” pungkasnya.
Adapun pemateri yang dihadirkan pada kegiatan ini antara lain Akademisi Unsyiah Muhammad IqbalPerwakilan dari PT. Nodeflux Teknologi Indonesia sertaPerwakilan dari PT. Telkomsel cabang Banda Aceh. Kegiatan ini dimoderatori oleh Plt Sekretaris Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Provinsi Aceh, Mahdi Andela. (MA)

Click to comment