Guru Adalah Panutan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Dok. Pribadi Mirza Fuadi S

Oleh Mirza Fuadi S
Siswa  SMAS Sukma Bangsa, Pidie- Aceh
           Mengajari, mendidik, memberi tahu, tempat bertanya, tempat curhat memberi contoh yang baik merupakan cerminan dari seorang guru. Negara maju tidak lepas dari pendidikan yang bagus pula. Semakin bagus pendidikan di suatu Negara, maka semakin besar harapan negara tersebut untuk mencapai kejayaan. Dalam pendidikan, guru sangat berperan penting. Keahlian seorang guru sangat dibutuhkan ketika di dalam kelas. Keberhasilan seorang murid ditentukan oleh keahlian guru dalam mengajar. Oleh karena itu belum tentu semua guru bisa membuat muridnya berhasil dan itu semua tergantung pada seberapa profesionalnya seorang guru. 
           Guru merupakan pekerjaan yang terlihat mudah, akan tetapi sebenarnya guru merupakan perkerjaan yang memiliki tanggung jawab besar dan sulit. Oleh karena itu, Guru harus memiliki kemampuan yang hebat untuk membuat muridnya berhasil mencapai tujuan. Setiap guru memiliki keahlian yang berbeda-beda. Keahlian guru bukan hanya diperlukan dalam mengajar, keahlian mendidik juga sangat dibutuhkan. Semua orang yang memiliki ilmu bisa mengajar, tetapi tidak semua orang berilmu bisa mendidik. Untuk menjadi guru yang ideal dan terampil, seorang guru harus bisa menjadi sahabat bagi para peserta didik. 
4 kompetensi guru
           Untuk menjadi guru harus memiliki kemampuan seperti yang dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru, pada pasal 8 disebutkan bahwa seorang guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, serta keahlian untuk mewujudkan pendidikan nasional. Pada pasal 10 ayat (1) “kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.”. Untuk apa kemampuan tersebut secara umum? Kemampuan tersebut dibutuhkan agar guru bisa mengendalikan kelas dan membuat peserta didik menjadi bibit unggul untuk bangsa.  
           Kompetensi pedagogic,  kemampuan guru untuk memahami peserta didik dan kemampuan untuk mengelola pembelajaran. Kemampuan untuk mengembangkan peserta didik secara lebih mendalam. kemampuan untuk merancang dan menjalankan rencana pembelajaran untuk peserta didik. Serta kemampuan untuk memahami dan mengembangkan kemampuan akademik dan nonakademik peserta didik. 
           Kompetensi kepribadian merupakan kompetensi yang membuat guru layak untuk dicontoh dan diteladani. Kemampuan yang membuat seorang guru disegani sehingga peserta didik segan dan hormat kepadanya karena kewibaannya. Kompetensi kepribadian juga kemampuan dalam bersikap kepada peserta didik. Kompetensi kepribadian meliputi sikap yang bagus dan bertindak sesuai norma-norma yang ada dalam masyarakat.
           Menurut Hermadi “kompetensi profesional ialah kemampuan seorang guru yang menguasai falsafah pendidikan nasional, pengetahuan yang luas khususnya bahan pelajaran yang akan diberikan kepada siswa, serta memiliki kemampuan menyusun dan menjalankan program pembelajaran” (kompasiana.com). kompetensi profesional juga kompetensi untuk memahami secara luas meteri yang diberikan kepada peserta didik. Kemampuan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki secara berkelanjutan.
           Kompetensi sosial merupakan kemampuan untuk bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif (Kompetensi.info). Kompetensi sosial juga merupakan kemampuan yang harus dimiliki guru untuk berinteraksi dengan peserta didik dan orang tua/wali dari peserta didik. Kemampuan yang membuat peserta didik nyaman dengan guru, sehingga guru menjadi tempat berkeluh kesah bagi peserta didik. Serta kemampuan untuk beradaptasi dengan semua peserta didik di sekolah dan mampu menyadarkan peserta didik yang nakal. 
Tak sekadar mengajar
           Banyak sekali hal dasar yang harus dimiliki guru dalam mendidik peserta didik. Guru yang hebat adalah guru yang bisa membuat muridnya menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi generasi penerus yang cemerlang. Meskipun guru pekerjaan yang berat guru merupakan pekerjaan yang mulia karena masa depan bangsa ada ditangan guru yang mendidik generasi penerus. Guru juga dianggap pahlawan yang memiliki peran sangat penting dalam perkembangan bangsa. Pendidik yang bermutu tak hanya hebat dalam mata pelajaran, melainkan mampu membuat para peserta didik senang dalam belajar dan yang bisa membawa perubahan pada para peserta didiknya.
           Guru harus bisa menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik dan mengarahkannya dengan cara yang disukai peserta didik. Jika peserta didik bebas dari hinaan, kekerasan, dan pembandingan maka peserta didik akan menjadi lebih kreatif dan lebih berani berekspresi (www.prestasi-iief.org). Oleh kerena itu, menjadi guru harus bisa menciptakan lingkungan yang bisa membuat peserta didik menjadi nyaman saat menuntut ilmu. 
           Guru juga harus menjadi tempat yang bisa dipercaya untuk meluapkan rasa sedih peserta didik. Guru harus bisa menjadi motivator untuk peserta didiknya dan bisa mengarahkannya jika salah jalan. Guru tidak boleh pilih kasih dalam mendidik dan juga tidak boleh memberi nama julukan yang bisa membuat rasa percaya diri peserta didik menurun. Jika ada peserta didik yang memiliki kekurangan dalam suatu mata pelajaran itu adalah tantangan bagi guru untuk membuat peserta didik memahaminya bukan langsung memarahinya. Jika ada nilai peserta didik yang turun maka guru harus benar-benar mengetahui dan memahami penyebabnya agar hal tersebut tidak berkelanjutan. 
           Guru bukan hanya harus hebat dalam mengajar, tapi harus juga hebat dalam mengontrol emosi apa lagi saat ada peserta didik yang nakal di kelas. Jika guru langsung menbentak dan memberi hukuman seperti memukul. maka peserta didik akan takut dan target seorang guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan tidak akan tercapai. Sebelum memberi hukuman kepada peserta didik, guru harus terlebih dahulu mengetahui penyebab kenakalan tersebut. Sehingga hukuman yang diberikan sesuai dan dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. 
           Pada akhirnya, guru haruslah menjadi orang yang patut untuk dijadikan panutan, yang mampu diteladani oleh para siswanya. Jika guru mengisi ruang kelas dengan profesionalismenya, maka kita akan mencapai kemerdekaan belajar yang hakiki.  Dengan guru pula sekolah-sekolah akan mampu mengantarkan para generasi muda menghadapi persaingan global dengan bekal yang mumpuni.







1 komentar:

avatar

Sangat bagus, saya setuju dengan solusi tersebut

Click to comment