Guru yang Sudah Mengabdi 15 Tahun di Aceh Jaya, Mendapat Santunan

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

foto : ACT Aceh


Aceh Jaya 06/12/19.– Para guru tombak kemajuan bangsa dan agama. Di antara guru-guru tersebut ada yang masih hidup dalam keadaan kekurangan namun senantiasa ikhlas mendidik anak-anak menjadi generasi berkarakter.

Salah satunya ialah Fitriani (35), sosok guru yang sudah 15 tahun mengabdi di PAUD SPS Sayang Ibu, di Gampong Lhuet, Jaya, Aceh Jaya dengan intensif yang tidak menentu setiap bulannya. Maksimal hanya Rp 500.000 yang bahkan terkadang hanya didapat enam bulan sekali.

Dengan kondisi ekonomi yang seperti itu, Fitriani terpaksa menjadi tulang punggung keluarga karena ditinggal meninggal oleh suami. Ia mengurus empat orang anaknya dan ibu yang sakit-sakitan akibat stroke yang dideritanya.

Hari ini, Kamis (5/12) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh melalui Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Jaya menyantuni Fitriani bagian program Sahabat Guru Indonesia (SGI).

“Dengan adanya program ini, saya berharap bisa menambah modal usaha dalam mengelola kios yang selama ini juga menjadi mata pencarian selain di PAUD,” ungkapnya.

Di waktu bersamaan, ACT Aceh juga menyalurkan santunan kepada enam guru di Dayah Tgk Chik Disampang, Meunasah Tutong, Montasik, Aceh Besar.

Staf Program ACT Aceh Laila Khalidah Dayah Tgk. Chik Disampang memiliki ratusan santri. Di balik semangat mengajar belasan guru mengaji di dayah ini, ada banyak kisah yang mengharukan. 

Katanya, para pengajar di sana selain mengajar ngaji mereka juga bekerja dengan berbagai profesi. Harapannya, dengan kepedulian bersama semoga bisa menambah semangat mereka mengajarkan ilmu agama. 

sebenarnya mengalami kesulitan ekonomi. “Rutinitas sehari hari yang diisi dengan berbagai aktifitas mencari nafkah dengan menjadi tukang bangunan, petani atau pekebun, hingga bekerja serabutan tak menyurutkan langkah mereka untuk tetap memilih sebagian waktu mereka untuk mengajar di sana,” pungkasnya.

Ia memaparkan penyaluran santunan kepada guru tersebut merupakan bentuk apresiasi ACT Aceh terhadap guru-guru yang telah mengabdikan dirinya demi menciptakan generasi berkarakter. “Guru-guru kita ialah sosok yang memiliki peran penting bagi murid-muridnya dalam menggapai mimpinya,” terangnya. 

Ke depan, ACT akan mengimplementasikan program SGI di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang. Total guru yang akan disantuni mencapai 20 orang guru secara bertahap.

Click to comment