Memberi Peluang Emas Kepada Remaja

advertise here
Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Dok/Pribadi

Oleh Ilham Ramadhan Nur
Siswa SMAS Sukma Bangsa Pidie, Aceh
Remaja merupakan aktor terpenting dalam pembangunan negara. Remaja sejati memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselarasi pembangunan, termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara.Menurut Ketua Pemuda Perindo Kota Bekasi, Bashan Sanu mengatakan,baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas remajanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris peradaban. Remaja harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Remaja juga mempunyai fungsi sebagai Agent of change (agen perubahan), moral force (kekuatan moral),dan social control (control sosial).Sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi bangsa dan negaranya.
Peran aktif remaja sebagai agen perubahandapat diwujudkan dengan mengembangkan pendidikan politik, demokratis, sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni, budaya, kepedulian terhadap lingkungan hidup, pendidikan keweriusahaan, serta kepemimpinan dan kepeloporan remaja (www.futuready.com). Remaja merupakan pusat kemajuan bangsa, yang dapat dapat melakukan perubahan ke arah positif. Remaja harusnya menjadi penggerak yang mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk memajukan negara secara bersama. 
Kekuatan moral yang diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi kehidupan, memperkuat iman dan takwa serta ketahanan mental-spiritual, dan meningkatkan kesadaran hukum (www.scribd.com). Usia remaja adalah usia yang produktif, sehingga dapat meningkatkan perubahan di setiap sisi kehidupan ke arah positif. Dengan begitu, remaja bisa memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk membangun bangsa secara bersama.
Remaja adalah pewaris bangsa, remaja harus mengembangkan pemikiran yang kritis. Hal ini dibutuhkan untuk menemukan solusi yang bisa diterapkan dalam memecahkan masalah yang terjadi di suatu negara. Berpikir kritis juga merupakan salah satu kunci kontrol sosial, dan sikap lainnya ialah memperkuat wawasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran atas tanggung jawab, kewajiban sebagai warga negara, meningkatkan partisipasi dalam meremuskan kebijakan publik, menjamin transparansi serta akuntabilitas publik, dan memberikan kemudahan akses informasi (www.kompasiana.com). 
            Peran penting remaja telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Oetomo pada tahun 1908, Sumpah Pemuda pada tahun 1928, proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, pergerakan remaja, dan  pelajar pada tahun 1966, sampai dengan pergerakan  mahasiswa pada tahun 1998, yang meruntuhkan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa remaja selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.
            Ungkapan Menpora, Imam Nahrawi, saat menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Empower Youth Indonesia (EYI) – Great Leader for Great Nation(GLGN) tahun 2017, Indonesia dibangun oleh para pendiri bangsa didasarkan atas berbagai sudut pandang dan perbedaan suku, agama, dan budaya. Maka remaja sekarang harus mampu menyikapi permasalahan negeri ini dengan semangat dan secara rasional serta demokratis, karena pada hakikatnya remaja adalah calon pemimpin masa depan yang mampu menata bangsa ini lebih baik.
beberapa permasalahan remaja yang krusial ialah penyalahgunaan narkoba dan pengangguran. Data BNN tahun 2016,  menyebutkan 20% dari 6 juta pengguna narkoba ialah remaja. Artinya, remaja Indonesia berada dalam kondisi tidak kondusif. Mereka bagaikan target empuk para pengedar narkoba untuk dijejali barang terlarang tersebut. Jika remaja terperangkap kasus narkoba, maka secara otomatis, kesadaran akan diri, masyarakat dan negara akan hilang begitu saja. 
Menurut ketua pembina EYI, Lukman, dari data penyerapan tenaga kerja 2016, terjadi banyak penurunan jumlah pekerja, artinya terjadi peningkatan angka pengangguran di Indonesia. Dalam setiap pertumbuhan ekonomi 1% hanya mampu menyerap 110 ribu tenaga kerja, sementara pengangguran di Indonesia berkisar 7 juta jiwa.
Hal ini jelas membuktikan bahwa remaja Indonesia belum sepenuhnya memiliki skill yang mumpuni. Di sisi lain, sebagian perkerjaan yang tersedia, kini mulai tergantikan oleh robot, yang lebih canggih dan teliti dari manusia.
Selain itu, budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian remaja terjebak dalam kehidupan serba instan, hedonis, dan lepas dari idealisme. Masalah lain yang juga turut menjadi pemicu terancamnya mentalitas remaja adalah lemahnya pengawasan orang tua, keluarga, dan masyarakat. Lemahnya pemahaman agama, dan kebiasaan melanggar hukum juga masalah pemicu terancamnya mentalitas remaja. Bukti dari masalah tersebut ialah penyalahgunaan narkoba.
Dari permasalahan tersebut timbul berbagai dampak bagi bangsa, salah satunya ialah ketikdakstabilan bangsa, sebagai dampak terbesar. Hal ini dikarenakan, negara yang tidak stabil, sehingga akan mengalami kesulitan untuk berkembang, apalagi untuk menjadi negara maju. Akibatnya, para remaja dituntut untuk mengembangkan minat dan bakat, memperluas wawasan, meningkatkan kualitas, dan membangun networking, agar remaja mampu bersaing diera global sehingga tampil mendunia, menjadi remaja luar biasa.
Mengembangkan bakat yang dimiliki remaja dalam bidangnya adalah salah satu cara remaja Indonesia dapat berkontribusi pada bangsa yang paling mudah, yaitu menekuni bakat yang dimiliki setiap remaja dalam bidangnya masing-masing. Berlatih dengan baik merupakan cara menggapai bakat yang dimiliki. Selain itu, dukungan dari pemerintah juga sangat berpengaruh dalam mengembangkan bakat para remaja. Pemerintah harus memberikan ruang lingkup yang lebih besar agar remaja dapat mengembangkan bakat yang dimilikinya. 
            Dari sudut pandang saya, remaja akan lebih bersifat kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi mengalami kerumitan. Akibatnya, banyak masalah yang tidak kunjung terselesaikan. Di satu sisi, ketika suasana di sekitarnya terlihat aman, tidak ada masalah serius yang dihadapi, remaja akan cenderung pasif dan lebih apatis. Sebenarnya, baik dalam kondisi banyak permasalahan ataupun kondisi tanpa masalah serius, remaja dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih produktif, dan lebih kreatif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa ke arah positif. 
Mengembangkan pemikirinan kritis bagi remaja sangat diperlukan oleh bangsa dan negara. Dengan pemikiran kritis, generasi muda dapat menemukan solusi yang bisa di terapkan untuk memecahkan permasalahan yang ada di suatu negera. Mengembangkan sikap kritis tidak susah, pengembangan ini dapat dilakukan oleh remaja seiring mengikuti diskusi-diskusi. Namun, bersikap kritis bukan berarti melihat permasalahan yang ada, melainkan mampu melihat solusi yang realistis untuk bangsa dan negara.
Dengan begitu, cara yang paling efektif berkontribusi bagi remaja untuk bangsa ialah mengembangkan bakat yang dimiliki setiap remaja dalam bidangnya. Cara ini juga sangat berguna bagi bangsa, karena dapat meminimalisir pengangguran yang ada di suatu negara seperti, mengadakan turnamen video game tertentu demi melahirkan pemain esport profesional yang akan bersaing secara global dan mewakili nama negara. Pemerintah harus memberikan kesempatan kepada remaja untuk mengekspresikan minat yang dimiliki oleh masing-masing remaja pada bidang yang tepat.

Click to comment