Pentingkah Generasi Millennial Memahami Startup?

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>
Dok. Pribadi

Oleh: M. Saleh Adri 
Mahasiswa FEBI Uin-Arraniry, Prodi Perbankan Syari’ah 
Ketika itu sedang berlangsung kegiatan belajar-mengajar di salah satu ruang FEBI UIN Ar-Raniry. Kemudian sebelum memulai pembelajaran sang dosen melontarkan pertanyaan yang cukup sederhana, yaitu: Apakah mahasiswa/i sekalian tahu apa itu startup?  Entah itu ditanyakan secara iseng-iseng saja atau memang pertanyaan itu sengaja ditanyakan untuk menguji sejauh mana pemahaman mahasiswa/i tentang startup. Karena kalau kita asumsikan, tidak ada kaitannya dengan materi yang akan disampaikan oleh sang dosen pada pertemuan itu. Seketika itu juga suasana yang riuh berubah menjadi senyap, karena hanya ada satu atau dua orang saja yang memberikan tanggapan terhadap pertanyaan sang dosen. 
Jika kita lihat realitanya di lingkungan sekitar kita, sebenarnya istilah startupmasih asing atau mereka belum memahami apa itu startup. Ketika saya menanyakan istilah ini ke beberapa teman saya dengan pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan oleh dosen di kelas, apa yang anda ketahui tentang  startup? Mereka menjawab dengan jawaban yang polos yaitu startup adalah “Start=bintang dan Up=naik” pungkasnya. Ada juga yang menjawab dengan jawaban “startup itu  adalah sebuah perusahaan besar yang operasionalnya menggunakan teknologi”. Ada yang menjawab “starup itu adalah seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia, maxim, bonceng, dan lain sebagainya” dan ada yang bisa menjelaskan startup itu secara komprehensif, yaitu orang-orang yang sudah berkecimpung di dunia enterpreneurship.
Menurut penjelasan di atas menunjukkan bahwa masih banyak generasi millennial yang belum paham secara sepenuhnya apa sih startup itu. Walaupun banyak juga yang tahu tentang istilah startup itu, akan tetapi istilah itu masih baru bagi mereka, sedangkan startup sudah ada dari dulu sebelum adanya teknologi. 
Dapat disimpulkan bahwa istilah startup bagi kalangan entrepreneurship adalah sesuatau yang sangat familiar dan berjalan sudah cukup lama. Namun, masih banyak yang belum mengetahui istilah dari kata startup di kalangan lain, selain di kalangan entrepreneurship. Dari problem ini penulis tertarik untuk membahas tentang istilah startup.
Sebenarnya, startup adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yakni Start-Up, itu merujuk pada pengertian semua perusahaan yang belum lama beroperasi atau perusahaan rintisan.
Seperti yang saya kutip dari Wikipedia, Sabtu (16/11/2019), arti dari kata starup adalah sesuatu yang merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. 
Dari defenisi di atas, dapat kita pahami startup adalah perusahaan baru dalam masa pengembangan atau belum lama beroperasi. Oleh karena itu startup sering disebut sebagai perusahaan rintisan. Lain halnya dengan perusahaan yang sudah memiliki reputasi yang bagus, namun membuka cabang-cabang di beberapa tempat lain. Itu tidak bisa kita sebut sebagai Startup, walaupun kita lihat perusahaan itu masih baru di tempat kita. Di Banda Aceh dapat kita lihat contohnya seperti Gramedia, walaupun itu baru ada di Banda Aceh, namum perusahan itu sudah lahir sejak tahun 1970. 
Sejarah yang melatarbelakangi munculnya istilah startup. Dikutip dari “Liputan6.com” bahwa istilah Startup adalah sesuatu yang sangat identik serta sering kali dikaitkan dengan perusahaan baru di bidang teknologi dan informasi. Pemahaman ini berawal ketika Startup menjadi populer secara internasional pada masa Bubble dot-com sekitar tahun 1998 hingga 2000 banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan pada priode tersebut, dikarenakan saat itu sedang gencarnya perusahaan perintis untuk membuka website pribadi demi memulai bisnis.
Kejadian inilah yang mengakibatkannya dengan semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Pada waktu itu juga startup lahir dan berkembang, sehingga kata startup mengalami perubahan makna dari arti yang sebenarnya seperti yang telah dijelaskan di atas, menjadi bisnis yang selalu identik dengan dunia digital, teknologi informasi dan aplikasi. 
Pada hakekatnya startup bukanlah hal yang selalu identik dengan dunia digital. Seperti yang dijelaskan di atas bahwa startup merupakan perusahaan baru yang masih dalam masa pengembangan untuk menemukan target pasarnya atau belum lama beroperasi dan biasa juga disebut perusahaan rintisan. Supaya lebih mudah kita memahami makna dari startup, saya akan tuliskan karakteristik sebuah perusahaan yang bisa disebut dengan startup. Beberapa karakteristik perusahaan startup tersebut diantaranya: Usia perusahaan dari 3 tahun ke bawah, Jumlah pegawai kurang dari 20 orang, Pendapatan kurang dari $ 100.000 (Rp. 1.403.000.000)/tahun, Masih dalam tahap pengembangan, Umumnya bergerak di bidang teknologi, Website menjadi sarana operasional yang utama, Konsumen startup adalah prioritas dan Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital (oleh: Marikxon).
Dari sekian banyak karakteristik tersebut dapat kita lihat bahwa startup lebih condong ke perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan web. Walaupun tidak sesuai dengan defenisi startup di awal, namun faktanya memang seperti itu, kini perkembangan perusahaan yang sudah menjadi kebiasaan dilabeli nama startup adalah perusahaan yang menggunakan teknologi digitalisasi sebagai sarana operasionalnya.
Menurut penjelasan kerakteristik perusahaan startup di atas, ini sangat erat kaitannya dengan generasi milenial, kenapa bisa? Berikut penjelasannya:
Coba kita lihat kembali ke belakang tentang sejarah kemunculan keduanya. Istilah startup muncul sekitar tahun 1998 hingga 2000 dan generasi milenial lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Dapat kita lihat bahwa  lebih dulu lahir generasi milenial sekitar 18 tahun hinggga munculnya istilah startup. Saat ini perusahaan startup dengan generasi millennial adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Bagaimana tidak, keduanya saling membutuhkan satu sama lain secara langsung maupun tidak langsung. Generasi millennial membutuhkan perusahaan startup untuk terus berkembang dan eksis di dunia maya, maupun dunia nyata. Begitu juga sebaliknya perusahaan startup tidak akan bisa berkembang tanpa adanya ide-ide yang cemerlang dari generasi millennial. 
“Unless the company is looking for top-level positions that require years upon years of experience, every organization is really hiring millennials” (Daniel Olivan)
Jadi, startup ini adalah bisnis yang tepat bagi generasi millennial, karena kemajuan teknologi digital saat ini sudah berada direvolusi indutri 4.0. Generasi millennial sudah berbisnis dengan e-commerce atau perusahaan startup berbasis teknologi digital yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar. 
Dapat kita buktikan berdasarkan rilis data BPS, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Indonesia pada tahun 2018 sebesar 5,17% dengan sumbangan lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 0,38% (A. Saebani, SSi). Dengan meningkatkan jumlah perusahaan startup LPE Indonesia juga akan semakin meningkat.
Startup juga sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan pengangguran generasi millennial terdidik. Nah, oleh karena itu, kita sebagai generasi milenial yang terdidik harus bisa menyikapi dengan bijak jika tidak ingin menjadi pengangguran. 

Click to comment