GAME ONLINE ITU MERUSAK GENERASI MILENIAL

Rate this posting:
{[["☆","★"]]}
>

dok. Pribadi

Oleh    : Mu’arrifah Santika
 Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry Banda Aceh
Game online, mainan online yang sudah sangat tidak asing lagi bagi kita  kalangan generasi milenial ini, akhir-akhir ini membuat generasi milenial semakin ketagihan atau addicted. Bahkan bukan hanya  menjadi mainan yang membuat kalangan millenial tak bisa jauh dengan mainan tersebut, tetapi juga di kalangan yang tua. Lebih dahsyat lagi mainan tersebut banyak digandrungi kalangan anak-anak yang seharusnya fokus untuk sekolah. Semakin menjamur dan merebaknya mainan online di tengah masyarakat kita, mainan tersebut dirasakan sudah membawa dampak yang besar, di semua kalangan.
Salah satu dampak burunya kini, mereka yang terpapar game online tersebut semakin suka bermalas-malasan untuk bersekolah. Mereka semua lalai akan game tersebut. Ada yang tidak bekerja, hanya untuk  menghabiskan waktu di warung kopi dari pagi sampai malam. Mereka asik  bermain game online. Kalangan siswa yang kecanduan game online, akan tidak peduli dengan tempat dan waktu bermain. Karena, ada siswa yang bermain game di sekolah, bahkan ketika guru menjelaskan materi pelajaran, ada siswa yang berani bermain game pnline di dalam kelas. Lebih parah lagi, ada yang mermain game, ketika sedang ikut ujian. Jadi,  tanpa kita sadari game online hanya untuk membuat semua orang menjadi lalai, termasuk dalam hal beribadah. Wajar saja, apabila MUI mengharamkan game online tersebut. 
Sayangnya, dalam realitas seharian saat ini, semakin banyak orang yang tak peduli dan sadar bahwa game online tersebut telah melalaikan mereka. Banyak yang tidak peduli dengan fatwa ulama yang mengharamkan mainan tersebut. Batapa sedihnya kita melihat anak-anak muda yang meminta uang kepada orang tua untuk membeli kuota internet, seharusnya untuk membantu akses belajar, mereka bukannya menggunakan quota tersebut untuk kegunaan belajar namun, untuk bermain game online. Bahkan pula ada yang membentak orang tua mereka hanya karena tidak bisa membelikan  kuota internet tersebut. Celaka, bukan?
Tampaknya kini, generasi milenial sudah tidak ada rasa peduli terhadap orang tua sendiri dan di kalangan masyarakat. Tidak jarang pula kita melihat anak-anak yang memaksa, berbohong bahkan mengancam orang tuanya yang sedang tidak ada uang agar dibelikan kuota internet. Sampai-sampai orang tua mereka menjual harta, hanya karena untuk memenuhi permintaan anak  tersebut. Sebab,  jika tidak dituruti, maka anak tersebut akan bolos sekolah atau pun membuat alasan (berbohong). Ironisnya lagi, “kalau tidak ada kuota internet, mereka akan berkata tidak bisa buat tugas sekolah”.  Dengan demikian, anak-anak semakin punya banyak alasan yang bisa mereka buat, agar orang tua memberikan uang. Bukan hanya itu, ketika mereka semakin asyik dengan game online,  pada saat orang tua menyuruh atau minta bantuan membelikan atau mengambilkan sesuatu, anak-anak tersebut kerap kali tidak menuruti permintaan orang tua dan sibuk bermain game online tersebut. Begitu pula orang yang sudah dewasa atau bekerja, banyak yang lalai akan game online tersebut, sampai-sampai rela menghabiskan banyak uang hasil dari kerjanya hanya untuk bermain game online hingga berjam-jam lamanya. 
Sebenarnya, tidak salah bermain game online, namun karena generasi milenial dan orang tua, bahkan anak-anak semakin banyak yang terlena dengan mainan tersebut, kecanduan dan lalai, mainan itu membawa banyak mudaratnya. Idealnya, mainan tersebut bukan melalaikan dan menjadikan mereka terlena dan terus tergantung pada mainan tersebut, tetapi membuat pengguna semakin kreatif, seperti membuat model-model mainan lain yang juga sekaligus bisa sebagai pembelajaran. Bila demikian, game online tidak akan membuat pemain lupa akan waktu,  melalaikan dari semua hal yang penting dalam hidup.
 Kaum milenial, hendaknya semakin cerdas memilih  game online. Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah pentingnya memilih mainan  yang tidak mengandung unsur kekerasan, brutal, seksualitas (membuka aurat) yang akan mempengaruhi pikirannya sehingga dapat  meniru atau melakukan hal yang terjadi seperti di game online tersebut. Sudah saatnya untuk kita memilih game-game yang baik. Selain itu,  pandai- pandailah  membagi waktu, agar  tidak terjerumus ke ha-hal yang negatif. bukan?? 
Mulai dari sekarang setiap orang harus bisa punya prinsip untuk mengubah diri sendiri, karena kalau bukan diri sendiri yang mengubahnya siapa lagi?  Kita pasti tahu bahwa, harapan orang tua ingin anak-anaknya sukses. Tidak seperti mereka yang hanya lulusan SMP dan SMA. Sedih rasanya ketika melihat orang tua kita yang sudah menua, namun kita belum bisa membahagiakan mereka. Sebenarnya, membahagiakan orang tua bukan karena uang, tetapi karena kesuksesan kita, yang membuat mereka bahagia. So love your age for generation and your future.

Click to comment